FB Adipati Kencana Menuliskan Transformasi Prabowo
𝗧𝗥𝗔𝗡𝗦𝗙𝗢𝗥𝗠𝗔𝗦𝗜 𝗣𝗥𝗔𝗕𝗢𝗪𝗢
𝙎𝙀𝙆𝙊𝙇𝘼𝙃 𝙍𝘼𝙆𝙔𝘼𝙏 / 𝙎𝙀𝙆𝙊𝙇𝘼𝙃 𝙂𝘼𝙍𝙐𝘿𝘼, kenapa tidak melalui sistem dan infrastruktur pendidikan yang sudah ada?
𝙈𝘽𝙂, kenapa tidak dibagikan uangnya seperti BLT atau BANSOS?
Kenapa kegiatan MBG tidak diserahkan ke sekolah?
𝙆𝙊𝙋𝘿𝙀𝙎 𝙈𝙀𝙍𝘼𝙃 𝙋𝙐𝙏𝙄𝙃, kenapa harus bentuk baru tidak memberdayakan koperasi-koperasi yang sudah ada?
𝙆𝙀𝙈𝙀𝙉𝙏𝙀𝙍𝙄𝘼𝙉 𝘽𝙐𝙈𝙉, kenapa dibubarkan dan diganti dengan BPI DANANTARA?
𝙇𝘼𝙃𝘼𝙉 𝙎𝘼𝙒𝙄𝙏 𝙎𝙄𝙏𝘼𝘼𝙉, Kenapa diserahkan kepada AGRIMAS PALMA dan bukan kepada PTPN-PTPN yang sudah ada?
Satu kata untuk menjawab itu semua adalah 𝗧𝗥𝗔𝗡𝗦𝗙𝗢𝗥𝗠𝗔𝗦𝗜!
Presiden Prabowo bukan sekedar membangun negara tetapi melakukan transformasi. Yaitu perbaikan yang menyeluruh, berskala besar dan berkelanjutan/permanen.
Pernah dengar kalimat “𝙈𝘼𝙇𝘼𝙄𝙆𝘼𝙏 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞𝙥𝙪𝙣 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠 𝙨𝙞𝙨𝙩𝙚𝙢 (𝙥𝙚𝙢𝙚𝙧𝙞𝙣𝙩𝙖𝙝𝙖𝙣) 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙄𝘽𝙇𝙄𝙎”?
Kalimat Mahfud MD tsb menggambarkan dengan jelas bahwa, sistem birokrasi dan tata kelola pemerintahan kita sudah sangat rusaknya. Maka dari itu dalam menjalankan rencana besarnya Presiden Prabowo membuat sistemnya sendiri.karena joka dijalankan dengan sistem lama hasilnya akan sama dengan sebelumnya.
Sistem yang ada tetap dipertahankan untuk diperbaiki. Misalnya sistem pendidikan, anggaran KIP dan Beasiswa ditambah, tunjangan Guru ASN dan Non ASN ditambah, puluhan ribu sekolah diperbaiki dll. Tidak memaksakan anak miskin dan miskin ekstrim masuk ke sistem pendidikan yang selama ini terbukti tidak menerima mereka, tetapi dibuatkan Sekolah Rakyat/Garuda yang telah menampung 22.000 anak miskin hanya dalam 1 tahun.
Mustahil memberantas STUNTING jika uangnya dikasih ke orang tuanya seperti BLT. Dan mustahil menyerahkan pelaksanaan MBG kepada sekolah masing-masing sementara pengelolaan Dana BOS sarat dengan korupsi dan manipulasi. Maka dibentuklah BGN untuk melaksanakan MBG di sekolah-sekolah. Tidak ada ribut salah sasaran dan pemutakhiran data seperti BLT dan BANSOS.
Dan ada sistem lama yang dihilangkan sekaligus seketika begitu sistem baru ditetapkan, yaitu Kementerian BUMN diganti dengan Danantara. Maka semua oknum Komisaris dan Direksi serta Parpol yang selama puluhan tahun menghisap harta negara di BUMN tersingkir. Dampaknya, keuntungan BUMN meningkat signifikan dari Rp. 304 Triliun menjadi Rp. 332 Triliun dalam 1 tahun. Nanti di tahun 2028 ditargetkan keuntungan US$ 500 Miliar atau Rp. 800 Triliun lebih.
𝗛𝗮𝘀𝗶𝗹 𝗹𝗮𝗶𝗻𝗻𝘆𝗮 𝗮𝗽𝗮? SWASEMBADA BERAS dan JAGUNG sedangkan GULA hampir saja. Itu semua akibat transformasi di bidang pertanian. Dan termasuk daya tahan negara kita dari gempuran Krisis Energi adalah buah dari transformasi tata kelola migas.
SOBAT, Jangan kegocek dengan ketidak sempurnaan pelaksanaan program-program unggulan tsb karena hal-hal tersebut biasa terjadi di fase-fase awal semua program besar. Dan jangan tertipu oleh opini-opini sesat yang disebarluaskan oleh para pengganggu dan pengkhianat. 𝙈𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙋𝙚𝙢𝙖𝙞𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙠𝙚𝙪𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙞𝙨𝙩𝙚𝙢 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙢𝙖, 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙢𝙖𝙞𝙣 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙞𝙨𝙩𝙚𝙢 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙧𝙪.
Berbeda dengan REFORMASI yang membabat habis semua sistem dan menggantikannya dengan tatanan baru. Secara singkat TRANSFORMASI bisa diibaratkan RENOVASI RUMAH. Ada perbaikan dan penambahan bagian rumah dengan mempertahankan bagian yang masih baik.
Jika TRANSFORMASI Prabowo ini baik, kenapa ada pihak yang tidak suka? Mereka itu adalah PEMAIN yang biasa ambil keuntungan pada sistem lama dan tersingkir oleh sistem baru.
Perhatikan MBG, Sekolah Rakyat/Garuda dan Kopdes Merput, sasaran atau penerima manfaatnya adalah rakyat. Pelaksananya juga rakyat. Negara hanya menyediakan anggaran dan mengawasi.
Atau perhatikan AGRINAS PALMA dan DANANTARA, keduanya mengelola harta/aset negara yang pada sistem lama sebelumnya banyak disalahgunakan, dikorupsi dan dimanipulasi.
𝗞𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶𝗺𝗮𝗻𝗮 𝗹𝗮𝗴𝗶 𝗽𝗲𝗺𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗸𝗮𝗹𝗶 𝗶𝗻𝗶?


Posting Komentar