Pemikirannya Diakui Prof. Yusril Ihza Mahendra, Amas Giat Syiarkan Pesan Mimpi Qasim
Tampak sebuah postingan Prof. Yusril jelang Pemilu 2024ndi Twitter berkali - kali mengutip opini dari Abdullah Amas Direktur Eksekutif ATUM Institute
Abdullah Amas Dikenal giat mensyiarkan Pesan Al-Mubasyirat Sayyid Muhammad Qasim. Tokoh Cendikiawan yang pernah aktif di ICMI dan HMI ini.
Tampak sebuah postingan Prof. Yusril di Twitter berkali - kali mengutip opini dari Abdullah Amas Direktur Eksekutif ATUM Institute
Abdullah Amas Dikenal giat mensyiarkan Pesan Al-Mubasyirat Sayyid Muhammad Qasim. Tokoh Cendikiawan yang pernah aktif di ICMI dan HMI ini.
Yuk simak liputan selengkapnya!
Melacak Jejak Pemikiran di Ruang Digital: Ketika Prof. Yusril Mengutip Abdullah Amas dan Geliat Syiar Mimpi Qasim
Di tengah riuhnya linimasa media sosial yang kerap diisi oleh perdebatan politik praktis, sebuah pemandangan menarik tersaji di akun Twitter (X) milik pakar hukum tata negara papan atas, Prof. Yusril Ihza Mahendra. Tanpa ragu, tokoh sentral hukum Indonesia itu beberapa kali tampak mengutip dan merujuk pada opini yang digagas oleh Abdullah Amas, Direktur Eksekutif ATUM Institute.
Bagi sebagian pengamat, bertautnya pandangan dua figur dari latar belakang generasi berbeda ini menandakan satu hal: diskursus pemikiran yang dibawa Amas mulai menembus radar para elite cendekiawan nasional.
Nama Abdullah Amas sendiri bukan figur kemarin sore dalam kancah intelektual muda Indonesia. Rekam jejaknya mencatat keaktifan di berbagai organisasi kawah candradimuka kaum intelektual, mulai dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hingga Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI). Bekas didikan aktivisme inilah yang membentuk corak berpikirnya yang tajam, kritis, namun tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Menghidupkan Kembali "Al-Mubasyirat"
Namun, ada satu misi spesifik yang kini menjadi poros utama pergerakan intelektual maupun spiritual Abdullah Amas—sebuah misi yang ia jalankan dengan konsistensi tinggi di tengah gelombang modernitas: giat mensyiarkan pesan-pesan Al-Mubasyirat atau kabar gembira melalui mimpi spiritual yang dialami oleh Sayyid Muhammad Qasim.
Bagi Amas, apa yang dibawa oleh Muhammad Qasim bukanlah sekadar bunga tidur atau fenomena mistis semata, melainkan sebuah mozaik peringatan moral dan spiritual bagi umat Islam global menjelang akhir zaman. Dengan latar belakang intelektualnya yang akademis, Amas berupaya membingkai narasi-narasi mimpi tersebut agar dapat dicerna secara rasional, mendalam, dan relevan dengan dinamika geopolitik serta krisis moral dunia saat ini.
"Pesan-pesan ini adalah bentuk alarm spiritual agar umat kembali kepada ajaran Islam yang murni, memperkuat solidaritas, dan bersiap menghadapi berbagai ujian zaman," demikian gagasan yang kerap disuarakan lingkaran


Posting Komentar