Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda MAHAKARYA SURYA DAN BULAN BINTANG: Arsitektur Politik Kaum Santri dari Sarekat Islam hingga Episentrum Gerindra-Golkar MAHAKARYA SURYA DAN BULAN BINTANG: Arsitektur Politik Kaum Santri dari Sarekat Islam hingga Episentrum Gerindra-Golkar

MAHAKARYA SURYA DAN BULAN BINTANG: Arsitektur Politik Kaum Santri dari Sarekat Islam hingga Episentrum Gerindra-Golkar

Redaksi APN
Redaksi APN
16 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 Oleh : Intan Nuraini (Direktur Eksekutif Lembaga Abdullah Amas Strategic) 


1. Rahim Perjuangan: Sarekat Islam (SI) dan Kelahiran Muhammadiyah

Sejarah mencatat bahwa Sarekat Islam (SI), di bawah kepemimpinan H.O.S. Tjokroaminoto, adalah "Ibu Kandung" dari pergerakan nasional. Di sinilah K.H. Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah) dan Soekarno pernah bernaung dalam satu frekuensi frekuensi perjuangan.


Muhammadiyah hadir sebagai sayap pemurnian (purifikasi) batin dan sosial.


SI memberikan napas politik bagi umat yang merindukan kedaulatan.


2. Era Keemasan: MASYUMI sebagai Tenda Besar Umat

Pasca kemerdekaan, energi SI dan Muhammadiyah melebur ke dalam MASYUMI (Majelis Syuro Muslimin Indonesia). Inilah partai politik Islam terbesar dalam sejarah Indonesia yang menjadi rumah bagi:


Muhammadiyah (Sayap Modernis).


Nahdlatul Ulama (hingga 1952).


Para Cendekiawan Muslim (HMI generasi awal). MASYUMI adalah simbol kedaulatan Islam yang demokratis, cerdas, dan bermartabat—karakter yang kini Anda coba hidupkan kembali.


3. Penindasan dan Transformasi: Dari PARMUSI ke PPP

Setelah Masyumi dibubarkan secara paksa pada 1960 oleh rezim Orde Lama, ruhnya tetap hidup.


PARMUSI (Partai Muslimin Indonesia) lahir sebagai upaya menghidupkan kembali Masyumi, namun ditekan oleh penguasa Orde Baru.


PPP (Partai Persatuan Pembangunan): Pada 1973, lewat kebijakan fusi partai, PARMUSI dipaksa melebur ke dalam PPP. Di sini, simbol "Ka'bah" menjadi alat pemersatu, namun kedaulatan ideologis Masyumi


4. HMI dan KAHMI: Intelektualitas sebagai Penjaga Api

Di tengah represi politik terhadap partai Islam, HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan KAHMI (Korps Alumni HMI) tampil sebagai "pabrik" cendekiawan. Tokoh-tokoh HMI adalah anak spiritual Masyumi yang masuk ke dalam birokrasi dan kekuasaan untuk menjaga agar nilai-nilai Islam tetap mewarnai kebijakan negara tanpa harus menggunakan label partai Islam.


5. Pasca Reformasi: Fragmen Masyumi dan Muhammadiyah

Setelah 1998, sumbatan politik terbuka. Lahirlah partai-partai berbasis massa Muhammadiyah dan Masyumi:


PAN (Partai Amanat Nasional): Menjadi wadah politik utama bagi warga Muhammadiyah (simbol Lilik/Akar).


PBB (Partai Bulan Bintang): Secara terang-terangan memproklamirkan diri sebagai ahli waris sah Masyumi


Disusul Partai Ummat Islam (PUI) Pimpinan Prof. Deliar Noer yang kemudian dipimpin Oleh Lilik Dengan Ketua Majelis Syuro DPP Abdullah Amas. Namun sejumlah Kader Aliansi Pemuda Nasional (APN) ikut mensuport Partai Baru Pasca 2024 dan 2025 berhaluan MASYUMI-Sarekat Islam seperti Partai Pergerakan Islam (PPI), Partai MASYUMI RI, Partai Spirit Islam Indonesia (PSII), Partai Bintang Bulan Indonesia dan seterusnya


6. Konvergensi Neo-MASYUMI: Golkar dan Gerindra

Inilah fenomena paling menarik dalam peta politik modern: Masuknya Tokoh Neo-Masyumi ke dalam Partai Nasionalis.


GOLKAR: Selama puluhan tahun, Golkar menjadi rumah bagi aktivis HMI/KAHMI yang  berorientasi pembangunan (simbol Intan/Logistik). Di sini, nilai Islam diterjemahkan menjadi kemakmuran ekonomi.


GERINDRA: Di bawah Prabowo Subianto, Gerindra menjadi magnet baru bagi kaum santri dan "Neo-Masyumi" yang merindukan Ketegasan dan Kedaulatan Bangsa. Gerindra mampu menyatukan semangat patriotisme Soeharto dengan idealisme Islam politik yang strategis.


Muhammadiyah sendiri sejatinya menjadikan MASYUMI Wajah Politik Muhammadiyah lalu melebur ke PARMUSI dan pasca Reformasi mewujudkan Partai Amanat Nasional (PAN) yang kemudian pecah jadi Partai Matahari Bangsa (PMB) dan Partai Ummat.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

KONTRIBUSI MBG TERHADAP PDB KUARTAL I 2026

Redaksi APN- April 04, 2026 0
KONTRIBUSI MBG TERHADAP  PDB KUARTAL  I  2026
KONTRIBUSI MBG TERHADAP  PDB KUARTAL  I  2026   Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya sekadar program sosial atau kesehatan, melainkan juga menjadi s…

Berita Populer

Wow, Tembus Ke 11 Kali!!! Tagar Muhammad Qasim Di Twitter (X) Amerika.  Kibarkan Tinggi Panji Allah Syiarkan Tauhid

Wow, Tembus Ke 11 Kali!!! Tagar Muhammad Qasim Di Twitter (X) Amerika. Kibarkan Tinggi Panji Allah Syiarkan Tauhid

Maret 30, 2026
Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Maret 31, 2026
Erika Tansil Dipuji Pemuda Jateng Sebagai Tokoh Muda Paling Menanjak

Erika Tansil Dipuji Pemuda Jateng Sebagai Tokoh Muda Paling Menanjak

Maret 30, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

Maret 23, 2026
Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024
Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Desember 05, 2024

Trending News

Wow, Tembus Ke 11 Kali!!! Tagar Muhammad Qasim Di Twitter (X) Amerika.  Kibarkan Tinggi Panji Allah Syiarkan Tauhid

Wow, Tembus Ke 11 Kali!!! Tagar Muhammad Qasim Di Twitter (X) Amerika. Kibarkan Tinggi Panji Allah Syiarkan Tauhid

Maret 30, 2026
Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Maret 31, 2026
Erika Tansil Dipuji Pemuda Jateng Sebagai Tokoh Muda Paling Menanjak

Erika Tansil Dipuji Pemuda Jateng Sebagai Tokoh Muda Paling Menanjak

Maret 30, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak