GEGEP GEMPITA! MCII dan MSII 4 Partai Islam Melebur Jadi Satu Kekuatan Raksasa
GEGEP GEMPITA! MCII dan MSII 4 Partai Islam Melebur Jadi Satu Kekuatan Raksasa
JAKARTA – Peta politik nasional diprediksi akan mengalami guncangan hebat. Majelis Cendikiawan Islam Indonesia (MCII) bersama Majelis Saudagar Islam Indonesia (MSII) secara resmi mendorong langkah berani: penyatuan total (merger) entitas politik Islam ke dalam satu wadah tunggal yang lebih perkasa.
"Kami mendorong keempat kekuatan ini melebur jadi satu saja"ujar Ketua Biro Politik Majelis Pengurus Pusat MCII Cahayani
Langkah strategis ini melibatkan empat kekuatan utama: Partai Ummat Islam (PUI), Partai MASYUMIKU, PSII (Partai Spirit Islam Indonesia), dan Partai Islam Berkarya (PIB). Keempatnya kini resmi memadatkan barisan dalam wadah Koalisi Partai Islam (KPI).
Konsolidasi Tanpa Batas: Arus Balik Kekuatan Politik Islam
Fenomena peleburan ini bukanlah tanpa alasan. Sebelumnya, geliat persatuan sudah terlihat saat Partai MU dan PPNU memutuskan untuk melebur ke dalam Partai MASYUMIKU dan bertransformasi menjadi ormas pergerakan. Disusul kemudian oleh PEDIKA (Partai Peduli Kependidikan) yang memilih merapat ke PUI.
Pengamat menilai, dorongan dari para cendikiawan dan saudagar Muslim ini adalah upaya nyata untuk menghentikan fragmentasi suara umat dan menciptakan poros baru yang kompetitif menuju kontestasi politik mendatang.
3 Rekomendasi Keramat Koalisi Partai Islam (KPI)
Dalam pertemuan strategis tersebut, KPI mengeluarkan tiga rekomendasi utama yang akan menjadi kompas pergerakan mereka ke depan:
1. Poros Baru 2029: Tommy Soeharto & Abdullah Amas Berdasarkan hasil jajak pendapat dan aspirasi yang masif di platform TikTok, KPI secara resmi memberikan dukungan kepada Tommy Soeharto dan Abdullah Amas sebagai Bakal Calon Wakil Presiden 2029. Pasangan ini dinilai merepresentasikan perpaduan tokoh karismatik nasional dan figur muda yang aspiratif.
2. Reformasi Sistem: Dukung Pilkada Via DPRD KPI mengambil posisi tegas dalam sistem demokrasi dengan mendorong dikembalikannya mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD. Langkah ini diambil sebagai upaya efisiensi anggaran negara dan meminimalisir polarisasi horizontal di tingkat akar rumput.
3. Pembentukan Satgas Pemulihan Aceh-Sumatera Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap wilayah Serambi Mekkah dan Pulau Sumatera, KPI membentuk Satgas Pemulihan Aceh-Sumatera. Satgas ini dipimpin oleh tangan dingin para tokoh koalisi:
Ketua Umum: Abdullah Amas (Ketua Umum DPP Partai Islam Berkarya).
Ketua Harian: Mardiyanto (Plt Presiden PSII).
Wakil Ketua: Intan Nuraini (Wakil Presiden PUI).
Wakil Ketua: Sayidi (Plt Ketua Umum Partai MASYUMIKU).
Menuju Persatuan Hakiki
Penyatuan ini dianggap sebagai oase di tengah gersangnya persatuan politik umat. Dengan dukungan finansial dari jaringan saudagar (MSII) dan landasan pemikiran dari para cendikiawan (MCII), Koalisi Partai Islam (KPI) diprediksi tidak hanya akan menjadi pelengkap, melainkan penentu arah kebijakan nasional di masa depan.
"Ini bukan sekadar koalisi, ini adalah kepulangan bagi mereka yang rindu akan kejayaan politik Islam yang santun, cerdas, dan berdaya," ujar salah satu perwakilan aktivis koalisi.




Posting Komentar