Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Alarm Keras Ketahanan Keluarga Dari Data Sidoarjo: Saat Ekonomi Menggerus Sakralitas Pernikahan Alarm Keras Ketahanan Keluarga Dari Data Sidoarjo: Saat Ekonomi Menggerus Sakralitas Pernikahan

Alarm Keras Ketahanan Keluarga Dari Data Sidoarjo: Saat Ekonomi Menggerus Sakralitas Pernikahan

Redaksi APN
Redaksi APN
06 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 


SIDOARJO – Fenomena melonjaknya angka perceraian di Sidoarjo kini menjadi cermin buram ketahanan domestik di Indonesia. KETUA DEWAN SYURO PB NAHDLATUL UMMAH INDONESIA (PB NU INDONESIA) Sekaligus Ketua Dewan Pengarah Gerakan Ketahanan Keluarga NU Indonesia Gus Teguh, pengamat sosial yang konsen pada isu keluarga, menilai bahwa apa yang terjadi di Sidoarjo hanyalah kepingan kecil dari fenomena nasional. Jika ditarik garis merah secara nasional, Indonesia menghadapi ancaman "tsunami" perceraian yang jumlahnya bisa mencapai jutaan kasus per tahun.

Logika Perut di Atas Romantisme


Gus Teguh secara jujur membedah bahwa akar masalah dari rontoknya mahligai rumah tangga mayoritas dipicu oleh faktor ekonomi. Menurutnya, narasi "hidup bersama dalam suka dan duka" kini sedang diuji oleh realitas biaya hidup yang kian mencekik.

"Kita harus jujur, kesamaan agama atau pernikahan yang sah secara religi bukan lagi jaminan mutlak. Tanpa sokongan finansial yang memadai, 'kapal' rumah tangga akan mulai bocor dan akhirnya karam," ujar Gus Teguh.

Ia menjelaskan bahwa minimnya dana seringkali menjadi pemantik sumbu konflik. Masalah sepele bisa menjadi besar karena tekanan stres akibat kebutuhan yang tak terpenuhi. Dalam kondisi terjepit secara finansial, ego masing-masing pihak akan menguat, dan perceraian akhirnya dianggap sebagai satu-satunya pintu darurat untuk menyelamatkan diri dari tekanan mental.

Ledakan Penduduk vs Defisit Lapangan Kerja
Dilema ini semakin pelik dengan adanya ketimpangan antara pertumbuhan penduduk dan ketersediaan lapangan kerja. Setiap tahun, ribuan anak muda bertransisi dari dunia pendidikan ke jenjang pernikahan.

"Tahun lalu lulus kuliah, tahun ini menikah, tahun depan punya anak. Di saat yang sama, mencari pekerjaan makin sulit. Yang sudah bekerja pun seringkali pendapatannya tidak mampu mengejar kenaikan harga pangan, listrik, air, hingga biaya sosial," tambahnya.

Gugatan Perempuan: Simbol Kesadaran Hak
Gus Teguh juga menyoroti fakta bahwa mayoritas pemohon cerai adalah pihak istri (cerai gugat). Hal ini menandakan adanya pergeseran sosiologis. Perempuan masa kini memiliki kesadaran hukum dan keberanian yang lebih tinggi untuk menuntut haknya. Mereka tidak lagi bersedia terjebak dalam hubungan yang tidak sehat atau penuh tekanan ekonomi.

Jika kondisi ini dibiarkan, Gus Teguh khawatir pernikahan hanya akan dianggap sebagai kontrak perdata biasa yang bisa diputus kapan saja saat tidak lagi menguntungkan, bukan lagi ikatan suci yang sakral.

Solusi Pamungkas: "Integrasi Ketahanan Domestik"
Menanggapi fenomena ini, Gus Teguh menawarkan solusi pamungkas yang tidak hanya bersifat imbauan moral, tetapi langkah praktis:

1. Sertifikasi Pra-Nikah Berbasis Literasi Finansial Negara atau lembaga agama tidak boleh hanya memberikan bimbingan moral. Harus ada pelatihan manajemen keuangan keluarga yang wajib diikuti calon pengantin. Mereka harus memiliki rencana anggaran (budgeting) yang jelas sebelum diizinkan menikah agar tidak kaget dengan realitas pengeluaran rumah tangga.

2. Hilirisasi Ekonomi Rumah Tangga (UMKM Berbasis Keluarga) Solusi bagi ketidakpastian lapangan kerja adalah pemberdayaan ekonomi dari rumah. Gus Teguh mendorong pemerintah daerah untuk memberikan insentif modal bagi pasangan muda untuk memulai usaha mikro, sehingga suami-istri memiliki kemandirian finansial yang tidak bergantung sepenuhnya pada sektor formal.

3. Regulasi Perlindungan Pendapatan Minimum Harus ada upaya sistematis untuk memastikan bahwa biaya dasar hidup (listrik, air, dan pangan pokok) tetap terjangkau bagi keluarga baru. Ketahanan keluarga adalah ketahanan nasional; jika ekonomi keluarga stabil, maka stabilitas sosial negara akan terjaga.

4. Re-Edukasi Konsep Nafkah dan Tanggung Jawab Mengembalikan edukasi bahwa inti dari pernikahan dalam konteks sosial adalah kemampuan menafkahi. Cinta adalah bahan bakar, tapi keuangan adalah mesinnya. Tanpa mesin yang sehat, kendaraan rumah tangga tidak akan berjalan jau

h

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Tulisan Gus Teguh Anantawikrama : MR. IMAN SOEDJAHRI sebuah catatan tentang Eyang

Redaksi APN- Agustus 07, 2026 0
Tulisan Gus Teguh Anantawikrama : MR. IMAN SOEDJAHRI sebuah catatan tentang Eyang
MR. IMAN SOEDJAHRI sebuah catatab tentang Eyang Generasi yang tidak hanya memperjuangkan Indonesia, tetapi ikut membangun negaranya. Lahir di Ponorogo, 11 Febr…

Berita Populer

 Siapa Direstui Khofifah Jadi Gubernur Selanjutnya?

Siapa Direstui Khofifah Jadi Gubernur Selanjutnya?

Agustus 04, 2026
Menggetarkan Sidoarjo! Aktivis Sosial Dan Politisi Sidoarjo Dokter Andre Yulius Jabat Ketua DPD BIMA Kabupaten Sidoarjo

Menggetarkan Sidoarjo! Aktivis Sosial Dan Politisi Sidoarjo Dokter Andre Yulius Jabat Ketua DPD BIMA Kabupaten Sidoarjo

Agustus 02, 2026
Abdullah Amas, Yang Tulisannya Berkali-Kali Diunggah Prof. Yusril Ihza Mahendra, Kini Ikut Syiarkan Pesan Al-Mubasyirat Muhammad Qasim

Abdullah Amas, Yang Tulisannya Berkali-Kali Diunggah Prof. Yusril Ihza Mahendra, Kini Ikut Syiarkan Pesan Al-Mubasyirat Muhammad Qasim

Agustus 04, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024
Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Desember 05, 2024
Banteng Pusing, Kunjungan Prabowo Kejutkan 2 Kandang PDIP Di Pilkada, Dari Bali Lanjut Temui Jokowi Di Solo

Banteng Pusing, Kunjungan Prabowo Kejutkan 2 Kandang PDIP Di Pilkada, Dari Bali Lanjut Temui Jokowi Di Solo

November 04, 2024

Trending News

 Siapa Direstui Khofifah Jadi Gubernur Selanjutnya?

Siapa Direstui Khofifah Jadi Gubernur Selanjutnya?

Agustus 04, 2026
Menggetarkan Sidoarjo! Aktivis Sosial Dan Politisi Sidoarjo Dokter Andre Yulius Jabat Ketua DPD BIMA Kabupaten Sidoarjo

Menggetarkan Sidoarjo! Aktivis Sosial Dan Politisi Sidoarjo Dokter Andre Yulius Jabat Ketua DPD BIMA Kabupaten Sidoarjo

Agustus 02, 2026
Abdullah Amas, Yang Tulisannya Berkali-Kali Diunggah Prof. Yusril Ihza Mahendra, Kini Ikut Syiarkan Pesan Al-Mubasyirat Muhammad Qasim

Abdullah Amas, Yang Tulisannya Berkali-Kali Diunggah Prof. Yusril Ihza Mahendra, Kini Ikut Syiarkan Pesan Al-Mubasyirat Muhammad Qasim

Agustus 04, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak