Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda TAW : Ketidakpastian Global Buat Masyarakat Tak Lagi Suka Pamer Gaya Hidup, Berubah Cari Ketenangan TAW : Ketidakpastian Global Buat Masyarakat Tak Lagi Suka Pamer Gaya Hidup, Berubah Cari Ketenangan

TAW : Ketidakpastian Global Buat Masyarakat Tak Lagi Suka Pamer Gaya Hidup, Berubah Cari Ketenangan

Redaksi APN
Redaksi APN
24 Des, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

keterangan Foto : WKU KADIN Teguh Anantawikrama
 


Oleh : Tim Bedah Tema Media Online Amas Persada NewS

Dunia sedang mengalami pergeseran tektonik dalam gaya hidup. Jika beberapa tahun lalu media sosial kita dibanjiri oleh pamer kemewahan atau flexing yang agresif, kini tren tersebut mulai layu. Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang kian mencekam, masyarakat dunia—termasuk Indonesia—kini lebih memilih "Ketenangan di Atas Gengsi."


Fenomena ini ditegaskan oleh Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Teguh Anantawikrama yang akrab disingkat TAW. Beliau menyoroti bahwa masyarakat kini mulai sadar: memamerkan kekayaan di tengah situasi yang tidak menentu bukan lagi tanda kesuksesan, melainkan risiko finansial dan sosial.


1. Efek Kejut Ketidakpastian Global

Kenaikan suku bunga, inflasi yang fluktuatif, hingga tensi geopolitik telah mengubah psikologi konsumen. Masyarakat tidak lagi melihat barang mewah sebagai simbol status yang mutlak, melainkan sebagai aset yang tidak likuid dan berisiko.


Teguh Anantawikrama mencatat bahwa ada kecenderungan masyarakat untuk lebih pragmatis. Fokus utama kini beralih pada ketahanan dana darurat, investasi yang aman, dan menjaga daya beli keluarga daripada sekadar mendapatkan "jempol" di dunia maya.


2. Kebangkitan "Quiet Luxury" dan "Frugal Living"

Redupnya budaya flexing melahirkan tren baru yang lebih membumi:


Quiet Luxury: Membeli kualitas, bukan merek yang mencolok.


Essentialism: Memisahkan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) yang dipicu oleh ego.


Financial Mindfulness: Kesadaran penuh dalam mengelola setiap rupiah yang keluar.


"Di tengah badai ekonomi, mereka yang selamat bukan yang paling banyak pamer, tapi yang paling kuat fondasi finansialnya."


3. Mengapa Hidup Tenang Menjadi Pilihan?

Hidup tenang menawarkan sesuatu yang tidak bisa dibeli oleh kemewahan: Kesehatan Mental. Budaya flexing seringkali menjebak seseorang dalam lingkaran utang konsumtif demi validasi orang lain. Ketika ekonomi global melambat, beban utang tersebut menjadi bom waktu. Dengan memilih hidup tenang, masyarakat melepaskan diri dari tekanan kompetisi sosial yang melelahkan.


Kesimpulan: Era Baru Kemakmuran

Kita sedang memasuki era di mana keamanan finansial adalah kemewahan baru. Statmen dari pihak KADIN ini merupakan alarm sekaligus panduan bagi kita semua. Sukses tidak lagi diukur dari seberapa banyak barang yang bisa kita tunjukkan, tapi seberapa nyenyak tidur kita di malam hari tanpa rasa khawatir akan hari esok.


Sudahkah Anda beralih dari gaya hidup pamer ke gaya hidup tenang?

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

TULISAN PROF.YUSRIL : KEBIJAKAN ORDE BARU, MASYUMI DAN ISLAM

Redaksi APN- April 01, 2026 0
TULISAN PROF.YUSRIL : KEBIJAKAN ORDE BARU, MASYUMI DAN ISLAM
KEBIJAKAN ORDE BARU, MASYUMI DAN ISLAM oleh: Prof.Yusril Ihza Mahendra Bismillah ar-Rahman ar-Rahim Tidaklah mudah bagi saya untuk sepenuhnya bersikap netral …

Berita Populer

Wow, Tembus Ke 11 Kali!!! Tagar Muhammad Qasim Di Twitter (X) Amerika.  Kibarkan Tinggi Panji Allah Syiarkan Tauhid

Wow, Tembus Ke 11 Kali!!! Tagar Muhammad Qasim Di Twitter (X) Amerika. Kibarkan Tinggi Panji Allah Syiarkan Tauhid

Maret 30, 2026
Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Maret 31, 2026
10 Makna NING LIA Bagi IKA-PMII

10 Makna NING LIA Bagi IKA-PMII

Maret 28, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

Maret 23, 2026
Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024
Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Desember 05, 2024

Trending News

Wow, Tembus Ke 11 Kali!!! Tagar Muhammad Qasim Di Twitter (X) Amerika.  Kibarkan Tinggi Panji Allah Syiarkan Tauhid

Wow, Tembus Ke 11 Kali!!! Tagar Muhammad Qasim Di Twitter (X) Amerika. Kibarkan Tinggi Panji Allah Syiarkan Tauhid

Maret 30, 2026
Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Maret 31, 2026
10 Makna NING LIA Bagi IKA-PMII

10 Makna NING LIA Bagi IKA-PMII

Maret 28, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak