Menjemput Fajar Shadiq: Jalan Persatuan Kita! Al-Mubasyirat Muhammad Qasim sebagai Kompas Persatuan dan Keadilan Global
Menjemput Fajar Shadiq: Jalan Persatuan Kita! Al-Mubasyirat Muhammad Qasim sebagai Kompas Persatuan dan Keadilan Global
Di tengah hiruk-pikuk dunia yang kian terfragmentasi oleh konflik, ketimpangan, dan krisis moral, umat manusia seolah sedang meraba-raba dalam kegelapan mencari arah. Dalam diskursus eskatologi Islam, muncul sebuah fenomena yang menarik perhatian jutaan orang: Al-Mubasyirat (kabar gembira melalui mimpi) yang dialami oleh Muhammad Qasim bin Abdul Karim.
Bagi banyak orang, pesan-pesan ini bukan sekadar bunga tidur, melainkan sebuah seruan untuk kembali kepada tauhid murni dan peta jalan menuju transformasi dunia yang lebih adil.
Cahaya di Balik Mimpi: Apa itu Al-Mubasyirat?
Secara harfiah, Al-Mubasyirat adalah bagian dari kenabian yang masih tersisa bagi umat Islam setelah wafatnya Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah bersabda bahwa wahyu telah terputus kecuali kabar-kabar gembira melalui mimpi yang benar.
Pesan yang dibawa dalam mimpi Muhammad Qasim menekankan pada beberapa poin krusial:
Pemurnian Tauhid: Menghindari segala bentuk syirik, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Penghapusan pemajangan gambar-gambar mahluk bernyawa yang jelas tak ubahnya serupa berhala-berhala yang menghalangi datangnya Rahmat Allah. Hadist Nabi mengatakan Malaikat tak akan masuk ke rumah yang ada gambar mahluk bernyawa.
Qasim dalam suatu kesempatan mengingatkan ketika kita menegakkan tauhid maka tak ada satu musuh pun berdiri tegak dihadapan kita karena Allah menolong kita jadi Negara Kuat bila menghapus berbagai syirik modern
Persiapan Masa Depan: Peringatan akan tantangan besar yang akan dihadapi umat manusia.
Restorasi Keadilan: Janji akan bangkitnya tatanan dunia yang berdiri di atas nilai-nilai ketuhanan dengan menghapus berbagai bentuk syirik Modern.
Jalan Persatuan: Melampaui Sekat Sektarian
Salah satu pesan terkuat dari fenomena ini adalah urgensi Persatuan. Dunia saat ini terpecah oleh fanatisme golongan, batas negara, dan perbedaan mazhab yang tajam. Qasim mengingatkan agar iri dan dengki jangan masuk sehingga seolah kita tak mau mendengar apapun dari kelompok lain
Mengikuti esensi dari pesan Al-Mubasyirat berarti menanggalkan ego kelompok demi tujuan yang lebih besar. Persatuan yang ditawarkan bukanlah penyeragaman paksa, melainkan penyatuan visi untuk menyelamatkan kemanusiaan dari kehancuran. Ketika umat memiliki titik fokus yang sama—yakni rida Allah dan keselamatan kolektif—maka sekat-sekat yang selama ini memisahkan kita akan runtuh dengan sendirinya.
Jalan Keadilan: Menghapus Penindasan
Keadilan adalah barang langka di era modern. Ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan hukum sering kali memicu penderitaan yang tak berkesudahan. Pesan mimpi Muhammad Qasim memberikan pesan bahwa masa depan bukanlah milik para penindas lagi tatkala ummat memerangi syirik modern.
Jalan keadilan yang dimaksud adalah:
Keadilan Sosial: Di mana martabat setiap manusia dijunjung tinggi tanpa melihat latar belakang.
Keadilan Sistemik: Perubahan tatanan yang lebih berpihak pada kebenaran daripada kekuatan materi semata.
Menjadi Bagian dari Perubahan
Mengikuti pesan Al-Mubasyirat bukan berarti pasif menunggu takdir. Sebaliknya, ini adalah panggilan untuk berbenah diri (self-reform). Persatuan dan keadilan hanya bisa terwujud jika setiap individu mulai menghapus berbagai bentuk syirik modern
Kesimpulan
"Mengikuti Al-Mubasyirat Pesan Mimpi Muhammad Qasim adalah Jalan Persatuan Kita dan Jalan Keadilan Kita" bukanlah sekadar slogan. Ini adalah sebuah refleksi bagi siapa saja yang merindukan dunia yang lebih baik. Di tengah gelapnya fitnah akhir zaman, pesan-pesan ini hadir bagaikan bintang penunjuk arah bagi mereka yang ingin berjalan menuju fajar shadiq—fajar kebenaran.


Posting Komentar