Ironi Sang Kolektor Buku: Di Balik Kesibukan Abdullah Amas dan Kerinduan pada Literasi Alias Minimnya Waktu Senggang Membaca
Ironi Sang Kolektor Buku: Di Balik Kesibukan Abdullah Amas dan Kerinduan pada Literasi
SURABAYA – Memasuki ruang kerja Abdullah Amas seperti memasuki perpustakaan pribadi yang padat. Rak-rak kayu penuh dengan barisan buku berbagai disiplin ilmu, mulai dari hukum ketenagakerjaan, sejarah pergerakan Islam, hingga teori politik kontemporer. Namun, ada nada melankolis saat ia menatap koleksinya tersebut.
“Buku-buku ini adalah sahabat lama yang kini jarang saya ajak bicara,” ujarnya sembari tersenyum tipis.
Terjebak dalam Pusaran Pengabdian
Nama Abdullah Amas bukanlah nama asing di dunia organisasi. Daftar jabatannya panjang dan lintas sektoral. Ia adalah Wakil Ketua Umum Federasi Pekerja Kependidikan Seluruh Indonesia, Ketua Umum Majelis Alumni HMI Se-Indonesia, hingga Presiden PSII (Pergerakan Spirit Islam Indonesia). Tak hanya itu, ia juga memegang kendali di MASYUMI, LDKUI, hingga Akurat Indonesia (AI) Jatim.
Dengan lebih dari 20 posisi strategis di berbagai lembaga nasional dan daerah, waktu seolah menjadi kemewahan yang tak lagi ia miliki.
"Kesibukan mengurus umat dan organisasi dari pagi hingga larut malam membuat saya kehilangan waktu untuk membaca buku koleksi saya sendiri. Ini adalah keluhan terbesar saya saat ini—memiliki ribuan ilmu di rak, tapi hanya punya sedikit waktu untuk menyerapnya," ungkap Amas.
Sikap Politik: Komitmen untuk Prabowo 2 Periode
Meski mengaku "kurang tidur" karena jadwal organisasi yang padat, energi Amas langsung memuncak saat berbicara soal masa depan bangsa. Secara tegas, ia menyatakan dukungannya untuk keberlanjutan kepemimpinan nasional.
Amas memandang bahwa stabilitas yang ada saat ini perlu dipertahankan. Dukungannya terhadap Prabowo untuk dua periode bukan tanpa alasan. Menurutnya, transisi kepemimpinan yang mulus dan keberlanjutan program strategis adalah kunci Indonesia Emas 2045.
Pesan Spiritual: Mimpi Muhammad Qasim
Di sela-sela aktivitas politik dan hukum di LPHKI maupun HIPKA Bangkalan, Amas juga mengambil peran unik sebagai penyambung pesan spiritual. Ia aktif menyebarkan informasi mengenai Mimpi Muhammad Qasim, sebuah fenomena yang belakangan ini ramai diperbincangkan di kalangan umat Islam.
"Bagi saya, perjuangan bukan hanya di ranah fisik atau organisasi, tapi juga ranah kesadaran spiritual. Pesan-pesan ini penting untuk refleksi umat di tengah karut-marut dunia modern," jelasnya.
Daftar Pengabdian Abdullah Amas (Sebagian):
Bidang Jabatan/Organisasi
Pendidikan & Buruh Waketum Federasi Pekerja Kependidikan Seluruh Indonesia
Kaderisasi Ketua Umum Majelis Alumni HMI Se-Indonesia
Religius-Politik Presiden PSII, Ketua Umum MASYUMI, Ketua Umum LDKUI
Media & Hukum Direktur LPHKI, Ketua DPD Akurat Indonesia Jatim, Ketum AMAS
Kepemudaan Ketum AMPB, Ketua Dewan Pendiri APN, Ketua Dewan Pembina FKPB
Penutup: Harapan untuk Masa Depan
Di akhir wawancara, Amas berharap suatu saat ia bisa kembali duduk tenang di pojok ruangannya, membuka kembali lembaran-lembaran buku yang berdebu, dan menikmati kemewahan berupa "waktu". Namun, hingga saat itu tiba, ia memilih untuk terus berlari di jalur pengabdian.
"Selama umat memanggil, buku-buku ini harus rela menunggu. Karena perjuangan tidak bisa ditunda," pungkasnya.
Federasi Pekerja Kependidikan Seluruh Indonesia (F.KSI-SPSI) sebagai Wakil Ketua Umum DPP sekaligus Ketua DPD F.KSI Jatim, Ketua Umum PB Nahdlatul Ummah Indonesia (NU Indonesia), Ketua Dewan Pembina Lembaga Kajian Sosial- Wardatul Hasanah, Ketua Umum Majelis Alumni HMI Se Indonesia, Sekjen Gerakan Nasional UMKM Bangkit/Gernas UMKM Bangkit, Ketua PD PARMUSI Kabupaten Bangkalan, Presiden PSII (Pergerakan Spirit Islam Indonesia), Ketua Dewan Pakar HIPKA (Himpunan Pengusaha KAHMI Kabupaten Bangkalan), Direktur Bidang Media dan Hubungan Antar Lembaga LPHKI (Lembaga Pengkajian Hukum Ketenagakerjaan Indonesia), Ketua Harian MPN HMPI (Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia), Sekjen DPP PERISAI BERKARYA, Ketua Umum MASYUMI (Majelis Masyumi Indonesia), Ketua Dewan Syuro LGPI (Lembaga Gerakan Pemuda Islam), Ketua Bidang Kepemudaan Akurat Indonesia (Amanat Kejujuran Untuk Rakyat Indonesia) Ketua DPD Akurat Indonesia (AI)Jatim, Ketua Umum DPP AMPB (Angkatan Muda Partai Berkarya), Ketua Umum AMAS (Aliansi Media Se Indonesia), Ketua Dewan Pendiri DPP Aliansi Pemuda Nasional (APN), Ketua Umum LDKUI (Lembaga Dakwah Kemuliaan Ummat Islam), Ketua Dewan Pertimbangan DPP PUI (Partai Ummat Islam), Ketua Dewan Pembina FKPB (Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan), Ketua Majelis Alumni FEMMI (Federasi Mahasiswa Muslimin Indonesia), Ketua Majelis Fatwa PM-PSII (Pemuda Muslimin Pergerakan Spirit Islam Indonesia), Ketua Umum PP KAPAK PSII (Komando Pertahanan Kebesaran Pergerakan Spirit Islam Indonesia), Ketua AMAS Batak (Aliansi Masyarakat Batak), Ketua Dewan Pembina AMAS (Aliansi Madura Asli), Ketua Majelis Alumni KNPI, Ketua Majelis Alumni Karang Taruna Indonesia, Ketua Umum Keluarga Besar Alumni LGPI, Ketua Umum Majelis Kesehatan Rakyat, Ketua Umum Majelis Abdullah, Ketua Harian Daerah PD Partai Matahari Bangsa (PMB), Ketua PARMUSLIM, Ketua PW GPMI (Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia) Jatim dan lainnya.
Ia juga punya pengalaman di BAPERA, ICMI, Satkar Ulama, KOSGORO 57, MKGR non Golkar, DPP KNPI dan lainnya


Posting Komentar