Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Guncangan di Internal Golkar Sumut: Amas Ingatkan Ahmad Doli Kurnia Jangan ‘Sentuh’ Riza Fakhrumi Tahir! Guncangan di Internal Golkar Sumut: Amas Ingatkan Ahmad Doli Kurnia Jangan ‘Sentuh’ Riza Fakhrumi Tahir!

Guncangan di Internal Golkar Sumut: Amas Ingatkan Ahmad Doli Kurnia Jangan ‘Sentuh’ Riza Fakhrumi Tahir!

Redaksi APN
Redaksi APN
22 Des, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 Keterangan Foto (kiri ke Kanan) : Abdullah Amas, Riza dan AHMAD DOLI K.

"Guncangan di Internal Golkar Sumut:Amas Ingatkan Ahmad Doli Kurnia Jangan ‘Sentuh’ Riza Fakhrumi Tahir!"


MEDAN – Dinamika internal DPD I Partai Golkar Sumatera Utara mendadak memanas pasca penunjukan Ahmad Doli Kurnia Tanjung sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua. Di tengah isu perombakan struktur pengurus, sebuah peringatan keras datang dari Pengamat Politik Abdullah Amas


Abdullah Amas, secara terbuka menghimbau Ahmad Doli Kurnia agar tidak gegabah melakukan langkah politis terhadap posisi Riza Fakhrumi Tahir, Wakil Ketua Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM DPD Golkar Sumut.


Meski rekam jejak menunjukkan Riza merupakan sosok yang kerap berseberangan dan menentang Doli di masa lalu, Amas menilai stabilitas partai jauh lebih penting daripada sentimen pribadi.


Solidaritas Hijau Hitam dan Marwah Senioritas

Amas, yang juga merupakan kader KOSGORO 57, menekankan bahwa sosok Riza Fakhrumi Tahir bukanlah tokoh sembarangan di Sumatera Utara. Menurutnya, ada ikatan ideologis dan historis yang kuat yang menyatukan mereka: almamater HMI.


"Saya kira janganlah ada pencopotan. Saya orang KOSGORO 57, tahulah siapa Riza itu. Lagian Riza kan sama dengan Doli, . Kita tahu bagaimana kerja keras Riza untuk membesarkan Golkar selama ini," ujar Amas dalam keterangannya hari ini.


Ia mengingatkan bahwa Riza adalah representasi kader senior Golkar yang memiliki pengaruh luas. Mengutak-atik posisi Riza dianggap bisa memicu "gelombang protes" dari akar rumput Golkar disana


Potensi Kegaduhan Nasional

Lebih lanjut, Amas mewanti-wanti agar Ahmad Doli Kurnia bijaksana dalam memimpin Golkar Sumut di masa transisi ini. Tindakan yang dianggap sebagai "pembersihan" lawan politik internal justru diprediksi akan merugikan citra Doli 


Ujian Kedewasaan Politik Ahmad Doli Kurnia

Pernyataan Abdullah Amas ini seolah menjadi ujian pertama bagi Ahmad Doli Kurnia dalam menjalankan mandatnya di Sumatera Utara. Publik kini menunggu, apakah Doli akan menggunakan gaya kepemimpinan akomodatif dengan merangkul lawan politiknya demi kemenangan Golkar di Sumut, atau justru melakukan pembersihan struktur yang berisiko memicu resistensi dari kelompok senior dan jaringan alumni.


"Riza adalah aset Golkar dan simbol senioritas Golkar di Sumut. Menjaganya tetap di barisan adalah bentuk kedewasaan politik Doli," tutup Amas.

Tiba-Tiba Doli Jadi Plt Ketua 

Pembiaran tak jua Musda lalu tiba-tiba Waketum Golkar Doli yang dimasa lalu sudah pernah pimpin Golkar Sumut menuai polemik.

Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara, Datok Ilhamsyah, menceritakan sudah dua kali pengurus resmi menyurati DPP Golkar meminta persetujuan untuk menggelar Musyawarah Daerah (Musda).


Namun DPP Golkar tak pernah merespon permintaan tersebut. Pengurus pusat bahkan mengabaikan. Diduga bahwa DPP tidak peduli dengan kepengurusan Golkar Sumut.


“Sudah dua kali kita sampaikan surat permohonan yang intinya meminta persetujuan untuk menggelar Musda, namun diabaikan,” ujar Ilhamsyah kepada wartawan di Medan, Jumat (19/12/2025).


Ilhamsyah mengatakan permintaan persetujuan menggelar Musda Golkar Sumut tersebut, diusulkan karena masa periode kepengurusan Golkar Sumut 2020-2025 yang diketuai Musa Rajekshah, akan berakhir.


Surat permintaan persetujuan Musda, jelas Ilhamsyah, dikirimkan pada April 2025 lalu. Karena tidak ada respon dari DPP Golkar Sumut, surat permohonan kedua diantarkan pada September lalu.


Lebih lanjut Ilhamsyah mengatakan permintaan persetujuan Musda, ditujukan untuk tetap menjamin berlangsungnya roda organisasi partai dengan baik. “Karena apa, karena kita taat konstitusi, taat ketentuan,” ujarnya.

Artikel Pembela

Namun ada tulisan yang berbalik dari tema diatas sebagai berikut ; Habis Yasir Ridho, Terbitlah Ijeck dan Menanglah HYS


Dinamika politik Partai Golkar selalu mengajarkan satu hal. Jangan pernah bertaruh pada ketidakkepastian. Di dunia politik, kekuasaan bisa gugur sewaktu-waktu, dan tahta bisa berpindah hanya dengan satu lembar surat.


Kini, pusaran itu kembali berputar di Sumatera Utara. Musa Rajeckshah (Ijeck) tak lagi berdiri sebagai Ketua DPD Golkar Sumut. Jabatan itu dicabut, dan seperti deja vu politik, DPP kembali mengirim Ahmad Doli Kurnia (ADK) sebagai Plt. Tugasnya klasik namun menentukan, konsolidasi dan Musda. Tapi di Golkar, Musda bukan sekadar forum demokrasi internal, ia adalah arena penentuan nasib politik.


Sejarah Golkar Sumut membuktikan, Musda tak selalu dimenangkan oleh suara terbanyak, melainkan oleh siapa yang paling dekat dengan pusat kekuasaan.


Tahun 2020, Yasir Ridho Lubis terpilih secara aklamasi. Sah secara forum, menang secara suara. Namun apa daya, satu celah administratif cukup untuk menggugurkan segalanya. Musda dianulir, hasilnya dibatalkan, dan pada pengulangan Musda di Jakarta, Ijeck dinobatkan sebagai pemenang. Banyak yang menyebutnya kudeta. Tapi politik tak pernah alergi pada istilah itu, selama hasilnya menguntungkan.


Kini, 2025, pola yang sama kembali terhampar. ADK kembali datang. Ijcek yang dulu dimenangkan, kini berhenti. Musda kembali disiapkan. Seolah Golkar Sumut berjalan di atas rel lama dengan lokomotif baru.


Bedanya, kali ini muncul satu nama yang tak bisa diabaikan, Hendri Yanto Sitorus (HYS). Bupati muda dari Labuhanbatu Utara ini bukan kader karbitan. Ia lahir, tumbuh, dan matang di rahim Partai Golkar. Tuduhan sebagai “anak yang lupa teman” terdengar lebih seperti kecemasan kaum tua yang mulai kehabisan panggung. Faktanya, politik memang tak menyediakan kursi pensiun kehormatan.


Mereka yang sudah kepala lima ke atas seharusnya paham bahwa regenerasi bukan pengkhianatan, melainkan keniscayaan.


HYS tidak datang untuk menggulingkan siapa pun. Ia hadir karena pintu itu dibuka oleh Partai Golkar sendiri. Ketika partai memberi ruang, kader yang maju bukanlah pembangkang, ia hanya sedang menjalani takdir politiknya.


Menyebut pencalonan HYS sebagai kudeta adalah cara kerja logika para pemalas. Semua kader punya hak yang sama untuk naik kelas. Jika mencalonkan diri saja sudah dianggap makar, maka Golkar sedang mematikan demokrasi internalnya sendiri.


Sejarah Golkar Sumut mengajarkan satu pola sederhana. Yang jatuh bukan karena kalah, tapi karena tak lagi direstui. Jika sejarah memang gemar berulang, maka sangat wajar bila publik membaca tanda-tanda bahwa HYS akan menjadi Ketua Umum Golkar Sumut.


Sebagai warga Labuhanbatu Utara, saya tentu berharap angin DPP berembus ke arah yang benar. Bukan sekadar memenangkan figur, tapi menghadirkan energi baru bagi Golkar Sumut yang terlalu lama berputar di lingkaran elite lama.


Habis Yasir Ridho, Terbitlah Ijeck dan Menanglah HYS


Ttd,

Ucok Majnun


Selengkapnya di https://mdn.biz.id/o/195979/ 

#ijeck #golkarsumut #dpdpartaigolkar

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Ormas AMAS (Amanat Bangsa) Dan Partai AMAS Didirikan

Redaksi APN- Februari 06, 2026 0
Ormas AMAS (Amanat Bangsa) Dan Partai AMAS Didirikan
Abdullah Amas Deklarasikan AMAS: "Kami Ormas Sekaligus Partai, Kiblatnya Gerakan Muhammadiyah!" JAKARTA – Bertepatan dengan momentum spiritual Juma…

Berita Populer

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

Januari 31, 2026
Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Januari 31, 2026
Lagi, Lagi, dan Lagi! Muhammad Qasim Kembali Guncang Trending Topic X Amerika Serikat: Barometer Dunia Bergetar?

Lagi, Lagi, dan Lagi! Muhammad Qasim Kembali Guncang Trending Topic X Amerika Serikat: Barometer Dunia Bergetar?

Februari 02, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

Geger! "Sindiran Maut" Nandang Burhanudin: Tamparan Keras untuk Retorika Langit Ketum Partai Gelora Anis Matta?

Geger! "Sindiran Maut" Nandang Burhanudin: Tamparan Keras untuk Retorika Langit Ketum Partai Gelora Anis Matta?

Desember 20, 2025
Kisah Nyatanya : Pertolongan Allah Bertubi-Tubi Setelah Menghapus Pemajangan Gambar Bernyawa

Kisah Nyatanya : Pertolongan Allah Bertubi-Tubi Setelah Menghapus Pemajangan Gambar Bernyawa

Desember 20, 2025
GUNCANG DHAKA! Nama Muhammad Qasim Meledak di Twitter (X) Bangladesh Saat Perayaan Hari Kemenangan 16 Desember

GUNCANG DHAKA! Nama Muhammad Qasim Meledak di Twitter (X) Bangladesh Saat Perayaan Hari Kemenangan 16 Desember

Desember 17, 2025

Trending News

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

Januari 31, 2026
Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Januari 31, 2026
Lagi, Lagi, dan Lagi! Muhammad Qasim Kembali Guncang Trending Topic X Amerika Serikat: Barometer Dunia Bergetar?

Lagi, Lagi, dan Lagi! Muhammad Qasim Kembali Guncang Trending Topic X Amerika Serikat: Barometer Dunia Bergetar?

Februari 02, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak