Sekjen Akurat Indonesia, Tumpal Daniel : QUICK WIN PRESIDEN PRABOWO MAKAN BERGIZi GRATIS (MBG) SERENTAK MULAI 6 JANUARI 2025
*Sekjen Akurat Indonesia, Tumpal Daniel : QUICK WIN PRESIDEN PRABOWO MAKAN BERGIZi GRATIS (MBG) SERENTAK MULAI 6 JANUARI 2025*
Presiden Prabowo Subianto mencanangkan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau yang disebut 'quick win' dengan anggaran melebihi Rp100 triliun.
Program quick win telah disetujui DPR melalui Undang-Undang Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025.
Program quick win pertama adalah makan bergizi gratis. Prabowo menyiapkan anggaran Rp71 triliun untuk program andalannya itu.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai 6 Januari 2025 sebagai tahap awal menyasar ke sekolah, pesantren, ibu hamil dan menyusui, serta anak balita. Target 3 juta penerima manfaat, yang kemudian akan meningkat menjadi 6 juta pada bulan April dan 15 hingga17 juta pada Agustus.
Program MBG bertujuan untuk meningkatkan kehadiran siswa, mencegah angka putus sekolah, dan mengoptimalkan hasil pembelajaran. Program ini juga bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi secara gratis bagi anak PAUD/TK, siswa SD, SMP, SMA/SMK, santri di pesantren, serta ibu hamil .
Anggaran yang disiapkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahap pertama di tahun 2025 adalah sebesar Rp.71 triliun. Besaran ini telah mempertimbangkan target defisit fiskal sebesar 2,29-2,82% . Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja di satuan pelayanan. Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Prof. Dadan Hindayana.
Penelusuran Akurat Indonesia yang disampaikan Sekretaris Jenderal, Tumpal Daniel mengatakan, "Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan, Ristek dan Teknologi (Kemdikbudristek), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Program ini juga diharapkan dapat memberdayakan UMKM dan menciptakan efek pengganda dalam perekonomian daerah. Kontribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan sekitar 1,1-1,4% dari PDB. Program ini juga memiliki dampak positif lainnya, seperti: Meningkatkan konsumsi rumah tangga. Mendorong pertumbuhan UMKM. Menyerap tenaga kerja. Meningkatkan pendapatan masyarakat. Ini dampak di bidang ekonomi. Pada dampak Sosial,antara lain: Meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Mengurangi angka kemiskinan. Meningkatkan kesetaraan pendidikan. Meningkatkan kesehatan masyarakat. MBG ini sangat strategis karenanya tidak boleh gagal'.
Akurat Indonesia juga mengingatkan untuk antisipasi kegagalan. Pemerintah sudah lakukan uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia dengan melibatkan 134.959 siswa dari 316 sekolah di seluruh Indonesia. Berkaca pada data UNESCO, World Food Programme (WFP) dan UNICEF, terdapat banyak negara yang sukses tapi ada juga yang gagal jalankan program makan bergizi gratis. Inilah .
Negara yang sukses dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seperti Brasil telah mengimplementasikan program MBG sejak tahun 2023 melalui program "Brasil Tanpa Kelaparan" yang ditujukan untuk mengurangi kelaparan dan malnutrisi.
Sedangkan negara yang mengalami kesulitan atau kegagalan dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yaitu: India dengan programnya Mid-Day Meal Scheme (MDMS) yang diluncurkan pada 1995 mengalami kesulitan dalam pengelolaan, distribusi, dan kualitas makanan. Afrika Selatan,Program School Nutrition Programme (SNP) mengalami kesulitan dalam pengelolaan dan distribusi makanan, serta kurangnya sumber daya. Nigeria lewat National Home Grown School Feeding Programme (NHGSFP) mengalami kesulitan dalam pengelolaan, timbulnya korupsi, dan kurangnya sumber daya. Demikian juga Uganda dan Zimbabwe.
Akurat Indonesia mendorong "agar Program MBG di Indonesia yang ditangani oleh Badan Gizi Nasional (BGN) perlu terus mendalami kesulitan-kesulitan yang dihadapi dari negara yang sukses maupun yang gagal dalam program makan bergizi gratisnya, agar target yang disasar sebanyak 82 juta anak sekolah dan ibu hamil di Indonesia terlaksana dengan efektif dan efisien", tutup Tumpal Daniel
(AnasPersadaNews)


Posting Komentar