Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Agama Internasional Palestina Hanya Tinggal Nama, Mimpi Muhammad Qasim Menjadi Kenyataan
Agama Internasional

Palestina Hanya Tinggal Nama, Mimpi Muhammad Qasim Menjadi Kenyataan

Redaksi APN
Redaksi APN
29 Des, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 19/03/2017

بسم لله الرحمٰÙ† الرحيم

اسلام عليکم


Aku melihat dalam mimpi ini, presiden Amerika berkunjung ke Israel. 

Lalu aku berkata pada diriku sendiri: “Aku harus mencari tahu alasan kunjungan ini.” 

Aku kemudian mengenakan setelan jas dan terbang ke Israel dengan menggunakan pesawat.

Presiden Amerika dan perdana menteri Israel berkumpul di sebuah gedung untuk 

bertemu. Lalu aku berkata:"Aku harus masuk ke dalam dan jika Allah جل جلاله menghendaki, 

maka tidak ada yang akan mengenaliku." Aku menyebut nama Allah جل جلاله (Bismillah) dan 

masuk ke dalam. Tidak ada yang menghentikanku karena mereka mengira aku adalah bagian 

dari pertemuan tersebut dan aku adalah agen dari sebuah badan intelijen.

Ada sebuah aula besar dalam gedung itu dan ada banyak orang di dalamnya. Aku hanya 

mengawasi Presiden Amerika dan Perdana Menteri Israel. Mereka berdua pergi ke sudut sebuah ruangan dekat sebuah lemari. 


Aku mengikuti mereka dan melihat mereka duduk di sana dan mulai berbicara. Aku berkata:

“Aku harus lebih dekat untuk mendengar apa yang mereka bicarakan. 

Aku tidak berpikir mereka akan mengenaliku karena belum ada yang mengenalku. 

Aku berdiri di dekat mereka seolah-olah aku sedang mengurus urusanku sendiri.


Perdana menteri Israel mengatakan kepada presiden Amerika: “Aku hampir menyelesaikan

kuil rahasia Dajjal dan segera setelah itu hanya nama Palestina yang akan tersisa. Kita akan

memerintah seluruh Timur Tengah." Mendengarkan ini, Presiden Amerika menjawab: 

"Kita akan menguasai seluruh dunia, tidak hanya di Timur Tengah." 

Aku sangat terkejut mendengar rencana itu, mereka telah membangun kuil Dajjal 

sementara aku tidak menyadarinya. Aku keluar dari sana dalam keadaan sangat cemas dan 

pergi ke Palestina.


Setibanya di Palestina, aku melihat tentara Israel mendobrak rumah orang Palestina 

dan anak-anak melarikan diri bersama ibu mereka. Aku menjadi sedih melihat anak-anak kecil itu karena kesulitan besar yang menimpa mereka. Aku berkata: “Bagaimana mereka bisa bertahan dan siapa yang akan membantu mereka?” Kemudian aku melihat mereka semua menuju sebuah gedung yang baru saja dibicarakan oleh Presiden Amerika dan Perdana Menteri Israel tadi. Aku berkata kepada mereka: "Mengapa kalian pergi ke tempat di mana rencana pembantaian kalian dilakukan?” Seorang wanita berkata: “Kemana kami akan membawa anak-anak kecil kami ini? Kami tidak punya pilihan lain. Mereka mungkin akan membunuh kami tapi mereka mungkin akan mengasihani anak-anak kami.” Aku menjadi lebih sedih mendengar ini. Aku berkata: "Orang Israel itu sangat menindas dan mereka telah membuat rencana untuk menghabisi semua orang.”


Aku segera naik pesawatku dan pergi mencari kuil Dajjal. Aku mungkin bisa menghancurkannya sebelum kuil itu selesai di bangun. Aku segera menemukan kuil Dajjal itu. Bangunannya berwarna coklat muda dan ternyata pembangunannya sudah selesai. Setelah melihat ini aku berkata: "Sesuatu akan terjadi, sebaiknya aku keluar dari sini." Aku bergegas keluar dan saat berbelok arah, tiba-tiba terjadi ledakan besar yang menyebabkan badai pasir dan debu mulai beterbangan ke mana-mana. Kuil Dajjal itu hancur dan rumah umat Islam juga rusak parah. Aku memikirkan anak-anak itu dan mulai mencari mereka di tengah badai. Tetapi badai itu terlalu besar sehingga cahaya matahari tidak dapat mencapai bumi dan suhunya juga turun sangat rendah. aku melihat para wanita dan anak-anak itu dari jauh. Setelah melihat anak-anak itu, aku berkata: "Bagaimana mereka bisa bertahan hidup di luar dengan suhu serendah ini."


Aku mencoba yang terbaik untuk menjangkau mereka tetapi badai pasir terlalu banyak sehingga aku tidak dapat menjangkaunya. Aku berduka atas  ketidakberdayaanku yang tidak dapat melakukan apapun untuk membantu  mereka dan tidak ada orang lain juga yang membantu mereka. Aku berkata: "Hanya Allah جل جلاله yang dapat membantu mereka sekarang." Aku melihat badai pasir menyebar dan menimbulkan banyak kerusakan. Lalu aku berkata pada diriku sendiri: “Sebaiknya aku kembali. Jika mesin   berhenti bekerja, maka aku akan terjebak di sini juga.” 


Lalu aku pergi ke Pakistan dan mimpi itu berakhir di sana.

Via Agama
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

IKATAN ALUMNUS UNIVERSITAS DIPONEGORO ADAKAN TEMU KANGEN HALAL BIHALAL IKAUNDIP

Redaksi APN- April 25, 2026 0
IKATAN ALUMNUS UNIVERSITAS DIPONEGORO ADAKAN TEMU KANGEN HALAL BIHALAL IKAUNDIP
IKATAN ALUMNUS UNIVERSITAS DIPONEGORO ADAKAN TEMU KANGEN HALAL BIHALAL IKAUNDIP          Jakarta - Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, Ikatan Alum…

Berita Populer

Di Aceh, Wagub Dan Kadis Kesehatan Kaltim Temui Helper Muhammad Qasim

Di Aceh, Wagub Dan Kadis Kesehatan Kaltim Temui Helper Muhammad Qasim

April 23, 2026
Di Balik Meja Makan Reuni Mantan Politisi Demokrat : Reuni dan Sinyal Politik Tridianto

Di Balik Meja Makan Reuni Mantan Politisi Demokrat : Reuni dan Sinyal Politik Tridianto

April 23, 2026
Organisasi Alumni Muda HMI Dan Lintas Organisasi Mahasiswa  Cipayung Gaungkan Khofifah Dan Ning Lia Sebagai Dua Ibu Persatuan Daerah

Organisasi Alumni Muda HMI Dan Lintas Organisasi Mahasiswa Cipayung Gaungkan Khofifah Dan Ning Lia Sebagai Dua Ibu Persatuan Daerah

April 22, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

Maret 23, 2026
Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024
Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Desember 05, 2024

Trending News

Di Aceh, Wagub Dan Kadis Kesehatan Kaltim Temui Helper Muhammad Qasim

Di Aceh, Wagub Dan Kadis Kesehatan Kaltim Temui Helper Muhammad Qasim

April 23, 2026
Di Balik Meja Makan Reuni Mantan Politisi Demokrat : Reuni dan Sinyal Politik Tridianto

Di Balik Meja Makan Reuni Mantan Politisi Demokrat : Reuni dan Sinyal Politik Tridianto

April 23, 2026
Organisasi Alumni Muda HMI Dan Lintas Organisasi Mahasiswa  Cipayung Gaungkan Khofifah Dan Ning Lia Sebagai Dua Ibu Persatuan Daerah

Organisasi Alumni Muda HMI Dan Lintas Organisasi Mahasiswa Cipayung Gaungkan Khofifah Dan Ning Lia Sebagai Dua Ibu Persatuan Daerah

April 22, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak