Koalisi Sedang Kumpul Di Rumah Prabowo, ATUM Institute Ungkap 5 Tantangan KIM Tahun 2025
Jakarta - Amas Persada News -Para ketua umum (ketum) partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus mendatangi kediaman rumah Presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan (Jaksel). Ketua Harian Partai Gerindra Prof. Sufmi Dasco Ahmad mengungkap pembahasan dalam pertemuan itu.
"Tadi yang umum-umum itu ngomongin tentang ekonomi di akhir tahun, termasuk ngomongin juga tentang kenaikan PPN dari 11 (persen) ke 12 (persen)," kata Prof. Dasco kepada wartawan, Sabtu (28/12/2024).
"Kemudian ngomong tentang situasi politik, tapi nggak ada yang spesifik, yang umum-umum saja gitu lho," tambahnya.
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia juga bicara singkat saat meninggalkan rumah Prabowo. Dia mengatakan para ketum KIM Plus dan Prabowo membahas hal umum.
".. ya bahas biasa-biasa. Mohon maaf, Bapak (Prabowo) udah mau naik, ya," ujar Bahlil di dalam mobil.
setelah 2 jam pertemuan, satu per satu ketum KIM Plus meninggalkan kediaman Prabowo. Tampak awalnya Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meninggalkan lokasi.
Kemudian disusul Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas). Tak lama, Presiden PKS Ahmad Syaikhu.
Lantas menyusul meninggalkan Kertanegara ialah Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat dan disusul Ketua MPR Ahmad Muzani.
Kemudian mobil Prabowo meninggalkan lokasi. Terakhir, Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad meninggalkan lokasi.
Diketahui, pertemuan itu berlangsung selama kurang lebih dua jam, yang berlangsung sejak pukul 16.46 WIB hingga 18.46 WIB.
Sementara itu Direktur Eksekutif ATUM Institute Abdullah Amas ungkap peta tantangan KIM di 2025
"Pertama, KIM harus menunjukkan kesolidan dan satu uniform sikap terhadap berbagai isu strategis termasuk mendorong instrumen kader partai ikut menjelaskan ke Medsos tentang dukungan dan penjelasan dari kebijakan Pemerintah, selama ini KIM jauh dari fetakompli dan berhasil menunjukkan moralitas KIM sebagai Koalisi yang solid"ujar Amas
Kedua, KIM dinilai akan fokus pada kerja-kerja kerakyatan di Tahun 2025 karena Tahun 2025 bukan Tahun Politik melainkan Tahun Kinerja. Masih jauh aroma Tahun Politik maka 2025 menjadi Tahun Kerja Istimewa Mempercepat semua arahan Presiden Prabowo
"Ketiga KIM menunjukkan ke dunia bahwa Indonesia stabil sisi demokrasi dan persatuan Nasional ditengah negara-negara lain yang perlu teladan negara yang mampu tetap bersatu dan solid terlebih ketika memakai sistem presidensial"lanjut Amas
Keempat, KIM mampu menunjukkan bahwa KIM adalah Koalisi Kinerja-Kinerja Besar yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan fundamental yang menyentuh akar masalah
Kelima, KIM semakin santai segala upaya memprovokasi pada internal KIM dan fokus membangun building team kader-kader KIM di Kabinet menjadi tim yang tangguh wujudkan Tahun 2025 sebagai Tahun Kerja menunaikan Janji Kampanye
"Kami yakin 5 Tantangan KIM di Tahun 2025 ini akan dihadapi dengan baik dan Indonesia siap menghadapi amuk tantangan global di 2025"tegasnya


Posting Komentar