Dua Ksatria Dibalik 4 Keris Sebagai Prioritas Indonesia Maju : Pangan, Gizi, Energi Dan Hilirisasi
Oleh : Abdullah Amas (Direktur Eksekutif ATUM Institute)
Presiden Menegaskan prioritas pemerintah pada empat sektor utama: memberikan makanan bergizi gratis kepada masyarakat, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta mengakselerasi hilirisasi.
4 Hal ini merupakan langkah yang sudah sangat bagus konsentrasi RI membangun dirinya sendiri ditengah tantangan global yang kian mencekam seperti tantangan krisis Iklim, perang dan seterusnya.
Tema besar ini harus lebih banyak mendapat perhatian segenap elemen Bangsa dan sebetulnya nyaris tak sempat kita gaduh pada isu politik an sich kalau kalangan Oposisi ataupun Partai yang terlihat berada diluar Pemerintan untuk ribut isu-isu tak jelas karena membangun 4 Hal ini saja sudah sangat menguras perhatian kita.
Ketahanan Pangan
Presiden berjanji akan menyediakan dan memberi akses langsung pada pupuk, benih unggul dan pestisida, percepatan pembangunan infrastruktur pertanian, memperpendek rantai distribusi hasil pertanian, teknologi pangan terpadu, mekanisasi pertanian, inovasi digital, pengendalian hama terpadu (PHT), mendirikan lembaga pembiayaan untuk usaha tani rakyat, memodernisasi model bisnis pertanian, tata niaga agribisnis dan sebagainya. Program-program tersebut tentu diharapkan bisa dijalankan, Sebuah artikel soal upaya ketahanan pangan menyebut sebuah Kabar baik,
Berikut kutipannya
".....dalam kurun waktu sekitar 25 hari sejak pelantikan kabinet merah putih, persoalan distribusi pupuk subsidi yang sering dikeluhkan petani, direspons dengan pemangkasan regulasi distribusi sehingga bisa lebih cepat sampai pada petani. Kita harapkan Perpresnya selesai lebih cepat sehingga awal 2025 petani sudah bisa mendapatkan manfaatnya. Pangan Berkelanjutan Untuk membangun agribisnis pangan yang berkelanjutan, beberapa kriteria penting yang perlu dipenuhi guna memastikan program swasembada adalah: Pertama, pendekatan sistem holistic yaitu mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dengan mempertimbangkan interaksi antara aspek produksi yang berlangsung di on-farm dan di off-farm.
Kedua, keberlanjutan ekonomi. Artinya program swasembada tidak sekadar mengejar produksi tetapi dibutuhkan sistem yang mampu memberikan keuntungan ekonomi bagi petani, sehingga kesejahteraan hidup keluarga petani meningkat.
Ketiga, ramah lingkungan di mana sistem pangan harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan. Segala program swasembada perlu mendukung konservasi SDA dan menjaga kesehatan ekosistem. Bagaimana meminimalkan dampak negatif pada lingkungan dan memperhatikan kelestarian sumber daya.
Keempat, diterima secara sosial, bahwa program swasembada pangan perlu mempertimbangkan kepentingan sosial masyarakat lokal. Menghormati hak-hak petani, baik sebagai individu maupun sebagai bagian komunitas.
Kelima, selaras dengan nilai budaya. Setiap program harus memperhatikan norma dan nilai budaya yang berlaku dalam komunitas setempat, seperti tradisi lokal. Keenam, insentif bagi petani terutama asuransi sehingga mereka terlindungi dari ketidakpastian pasar dan ini juga akan membuat anak-anak muda melirik sektor pangan. Tentu itu saja tidak cukup, diperlukan percepatan infrastruktur dasar seperti irigasi, jalan dan jembatan desa, jaringan listrik dan internet desa serta bengkel perbaikan mesin-mesin pertanian di tingkat kecamatan..."
Demikian kutipan Artikel tersebut.
Namun saya perlu menambahkan lagi sejumlah hal dimana dukungan Daerah amat perlu buat ketahanan Pangan. Jangan sampai daerah mempermudah ambil alih sawah buat dibangun perumahan dan seterusnya
Kami juga melihat bahwa Sektor perikanan perlu digenjot karena kebutuhan gizi rakyat paling murah dan cepat secara rasional dapat dikejar secepatnya dengan gizi yang berasal dari Ikan dan Ayam.
Menyambut 2025
Kita sambut 2025 dengan Agenda Besar yang sudah digariskan Presiden. 4 keris yang menjadi senjata Indonesia Maju seperti Ketahanan Pangan, Hilirisasi, Gizi dan energi harus dikawal semua pihak sebagai Agenda yang mendesak ditengah kabut tebal Timur Tengah yang terus memanas dan dunia yang memasuki lorong gelap ancaman krisis Iklim, energi, air dan seterusnya. Bisakah kita bersumpah untuk bersatu dulu menghadapi tantangan dari luar?
Dua Ksatria
4 Keris menuju Indonesia Maju dijalankan dua Ksatria. Ksatria pertama adalah Presiden Prabowo dan Ksatria kedua adalah yang memastikan kestabilan Politik, Keamanan dan Sosial yang menjamin Pemerintah aman dan nyaman menjalankan agendanya dan Ksatria kedua itu adalah Komandan Dasco dimana sebagai Wakil Ketua DPR-RI dan Ketua Tim Pengawas Intelejen DPR-RI dia menjalankan tugas dengan baik


Posting Komentar