Yuk Hadir Di Acara BIMA (Barisan Insan Muda) Ini, Catatan Utama Untuk Membaca Perjalanan Pemuda Sebagai Estafet Peradaban di Persimpangan Zaman
Yuk Hadir Di Acara BIMA (Barisan Insan Muda) Ini, Catatan Utama Untuk Membaca Perjalanan Pemuda Sebagai Estafet Peradaban di Persimpangan Zaman
Di bawah langit Jakarta yang dipadati deretan gedung pencakar langit, sebuah ikhtiar merajut masa depan tengah digodok. Dewan Pimpinan Pusat Barisan Insan Muda (DPP BIMA) bersiap menggelar hajatan intelektual bertajuk "Peran Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045".
Bukan sekadar kumpul-kumpul seremonial, forum ini dirancang sebagai ruang urun rembug lintas disiplin. Dihelat pada Jumat, 30 Oktober 2026, mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai, bertempat di Jalan Brawijaya XI Nomor 4, Jakarta Selatan (samping Masjid Nurul Hidayah), agenda ini mengumpulkan para pemikir dari berbagai spektrum keilmuan.
Ketua Umum DPP BIMA, H. Syarief Hidayatullah, S.E., M.M., memegang kendali kepemimpinan organisasi ini dengan visi besar: memberdayakan pemuda demi kejayaan bangsa pada satu abad Republik Indonesia nanti.
Menakar Vokal Para Pakar
Media Amas Persada News mencatat, diskursus mengenai bonus demografi kerap berhenti pada angka-angka statistik. Namun, BIMA mencoba membumikannya lewat bedah multidimensional dari para narasumber kompeten:
Prof. Musni Umar (Pakar Komunikasi) akan membedah bagaimana narasi kebangsaan dan arus komunikasi publik digerakkan di tengah disrupsi informasi.
Karyono Wibowo, S.E., M.Si. (Pakar Politik) menyoroti sejauh mana konsolidasi politik anak muda mampu menjadi kemudi strategis, bukan sekadar komoditas elektoral.
Prof. Awalil Rizky (Ekonom) membawa perspektif ketajaman fiskal dan kemandirian ekonomi, menelisik kesiapan finansial generasi muda menghadapi jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).
Diana Atmadja (Pakar IT) mengupas tuntas transformasi digital, kedaulatan data, dan penguasaan teknologi sebagai tulang punggung peradaban masa depan.
Jalannya diskusi ini akan dipandu oleh Abdullah Kelrey selaku moderator, sementara roda operasional di lapangan dikomandoi oleh Achmad Riki, S.Sos sebagai Ketua Pelaksana DPD BIMA DKI Jakarta.
Epilog: Kolaborasi Menyongsong 2045
Dengan mengusung pilar Kolaborasi Pemuda, Inovasi, dan Aksi Nyata, gaung dari Brawijaya XI ini hendak menagih janji sejarah.
Apakah pemuda hari ini sanggup mentransformasikan diri menjadi aktor utama peradaban, ataukah sekadar penonton di rumah sendiri? Jawabannya tidak terletak pada angan-angan kosong, melainkan pada kerja-kerja kolektif yang dirumuskan mulai Jumat penghujung Oktober ini.




Posting Komentar