Lembaga AAS Dukung Sayap-Sayap Pemuda Partai Non Parlemen Terus Hidupkan Gelombang Turunkan Angka PT Sebagai Langkah Kepahlawanan Demokrasi
Keterangan Gambar : Para Tokoh Muda Pimpinan Sayap Organisasi Pemuda Partai Non Parlemen Di Sekretariat GKSR
Jakarta-Amas Persada News-GKSR Muda yang merupakan sayap pemuda dari partai partai non parlemen yaitu partai dari Partai Ummat, Perindo, PKN, PBB, Berkarya dan lainnya merupakan energi muda pengemban suara kaum muda di Partai Tersebut.
Direktur Eksekutif Lembaga Abdullah Amas Strategic (Lembaga AAS) Kiki Mufida mengapresiasi para pimpinan pemuda Organisasi Sayap Tersebut
"Mereka terdiri dari partai islam dan nasionalis yang merupakan generasi muda merah putih rela habis-habisan menjaga suara rakyat"tegas Kiki mengapresiasi kekompakan mereka di sekretariat.
Lembaga AAS juga mengapresiasi Muhammad Rozi, Ketum Pemuda Partai HANURA yang terus mengerahkan segala upaya kaum muda demi PT dikurangi.
"Kami juga mengapresiasi Ketum-Ketum Garda Ummat, Pemuda Perindo, sayap pemuda PKN, Pemuda Bulan Bintang, Angkatan Muda Partai Berkarya dan lain-lain yang ikhlas dan tulus menterjemahkan serta mengawal pemikiran-pemikiran Ketum Partai masing-masing"tegasnya
Ya,Sayap pemuda partai-partai non-parlemen merapatkan barisan dalam wadah GKSR Muda. Selain konsolidasi internal, mereka mendorong peninjauan ulang aturan ambang batas parlemen.
RUANG rapat saat itu di sekretariat itu bernuansa hangat dengan aksen oranye dan pencahayaan terang. Puluhan anak muda—mewakili warna-warni bendera partai yang berbeda—duduk mengelilingi meja panjang. Mereka datang dari latar belakang ideologi yang beragam: sebagian membawa panji Islam, sebagian lainnya mengusung corak nasionalis.
Namun malam itu, perbedaan gagasan dilebur menjadi satu agenda bersama. Wadah ini dinamai GKSR Muda, sebuah simpul gerakan pemuda yang menghimpun organisasi sayap dari partai-partai non-parlemen. Di dalamnya tergabung elemen pemuda dari Partai Ummat, Perindo, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Berkarya, Hanura, hingga partai non-parlemen lainnya.
Langkah koalisi sayap itu wajar dinilai Lembaga Abdullah Amas Strategic (Lembaga AAS), menilai konsolidasi ini sebagai gestur politik yang solid.
angkat jempol atas kekompakan para pimpinan pemuda di sekretariat.
Di tengah riuhnya dominasi partai-partai besar di Senayan, keberadaan partai non-parlemen kerap terganjal aturan Parliamentary Threshold (PT) atau ambang batas parlemen. Hambatan sistemik inilah yang coba ditembus oleh para elite muda tersebut.
Lembaga AAS mencatat, dorongan dari figur-figur muda ini bukan sekadar manuver partisan, melainkan upaya memperjuangkan keterwakilan gagasan yang lebih inklusif.
Konsolidasi di Sekretariat GKSR Muda ini mengirimkan sinyal tegas: kendati partai induk mereka berada di luar garis parlemen, energi anak muda di dalamnya terus bergerak agar rakyat semakin menikmati demokrasi dengan penurunan PT. Ini Langkah Kepahlawanan Demokrasi








Posting Komentar