PARADIGMA KEDOKTERAN RESEP OBAT EKONOMI RAKYAT
Jakarta-Ketua Umum DPP APKLI Merah Putih, dr. Ali Mahsun ATMO, menggagas pendekatan ilmu medis untuk membedah dan menyembuhkan penyakit ekonomi pedagang kaki lima serta pelaku usaha kecil.
JAKARTA, TEMPO — Di meja kopi yang bersahaja di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa sore, 27 Oktober 2026, perbincangan hangat bergulir. Dokter Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., Ketua Umum Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, dan Pedagang Kaki Lima Indonesia Merah Putih (APKLI Merah Putih), duduk melingkar bersama dr. Haerul Anwar, alumni Bakornas LKMI PB HMI.
Cangkir demi cangkir kopi menemani diskusi mereka tentang masa depan ekonomi akar rumput. Di tengah kepulan aroma kopi, Ali Mahsun menyuarakan komitmen dan harapannya untuk merajut kemitraan strategis demi menyokong daya tahan pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha kecil dan mikro (UKM) di seluruh penjuru Tanah Air.
"Salam hormat dan doa saya untuk dr. Felicitas Tallulembang, Komisaris Independen Bank BSI, serta Bang Iwan Sumule, Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan RI. Moga beliau berdua senantiasa sehat, makin sukses, dan terus bermanfaat bagi rakyat, bangsa, dan negara," tutur Ali Mahsun membuka pembicaraan.
Ia menegaskan, APKLI Merah Putih bersiap menjalin sinergi erat dengan institusi perbankan syariah terbesar di Indonesia, Bank BSI, serta Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan RI. Kolaborasi tiga pilar ini diharapkan menjadi motor penggerak percepatan kemandirian ekonomi rakyat kecil.
Diagnosa dan Resep untuk Usaha Kecil
Sebagai seorang dokter ahli kekebalan tubuh (imunologi) lulusan ilmu biomedis asal Mojokerto, Jawa Timur, Ali Mahsun melihat problematika sektor informal tidak sekadar dari kacamata angka ekonomi semata, melainkan melalui kacamata diagnosis medis. Bagi pria yang mendedikasikan hidupnya mendampingi PKL ini, sektor usaha kecil kerap diserang "penyakit" sistemik: ketidakpastian hukum, minimnya akses permodalan, serta kerentanan terhadap gejolak ekonomi.
"Paradigma ilmu kedokteran merupakan resep brilian untuk mendampingi, bahkan mengobati 'penyakit' ekonomi rakyat kecil, UKM, dan PKL di negeri ini," ujar Ali Mahsun mantap.
Ia menekankan bahwa langkah pertama "pengobatan" ekonomi adalah meresepkan kepastian hukum. Sektor informal harus segera ditarik keluar dari zona remang-remang ketidakpastian agar secara legal diakui oleh negara sebagai bagian integral dari struktur tata perekonomian nasional.
"Mereka harus ditarik keluar dari zona ketidakpastian. PKL dan UKM harus punya kepastian hukum dan diakui negara sebagai bagian sah dari tata perekonomian Indonesia. Dengan begitu, mereka memiliki imunitas yang kuat untuk maju, berkembang, naik kelas, unggul, dan hidup sejahtera," pungkas dokter yang dikenal vokal menyuarakan hak-hak rakyat kecil tersebut.
Gagasan mengintegrasikan pendekatan medis—mulai dari diagnosis masalah, pemberian "dosis" regulasi yang tepat, hingga peningkatan kekebalan ekonomi—menjadi napas baru bagi perjuangan APKLI Merah Putih dalam mengawal keberlanjutan hidup jutaan pedagang kecil di seluruh Nusantara.


Posting Komentar