Menembus Riak Digital dari Kota Pahlawan, PII Kota Surabaya Bakal Gelar "Dialog Kebangsaan Pelajar Surabaya"
Menembus Riak Digital dari Kota Pahlawan, PII Kota Surabaya Bakal Gelar "Dialog Kebangsaan Pelajar Surabaya"
Pelajar Surabaya berikhtiar meretas kepasifan di era disrupsi. Lewat dialog dan panggung dialektika, generasi muda diajak merumuskan kembali makna kebangsaan yang emansipatoris.
SURABAYA — Arus deras disrupsi digital kerap menempatkan generasi muda semata sebagai konsumen pasif di balik layar gawai. Di tengah kepungan algoritma dan lalu lintas informasi yang centang-perenang, nalar kritis kerap kali terancam terpinggirkan. Berangkat dari kegelisahan tersebut, Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kota Surabaya melalui Kabinet Progresif menginisiasi sebuah ruang perjumpaan gagasan.
Bertajuk "Dialog Kebangsaan Pelajar Surabaya", forum ini mengusung tema “Dialektika Kesadaran Kritis Pelajar di Era Disrupsi Digital Menuju Praksis Kebangsaan Emansipatoris”. Helatan ini dijadwalkan berlangsung di Convention Hall Siola, Surabaya, pada Minggu, 18 Oktober 2026.
"Di tengah arus disrupsi, pelajar dituntut tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga insan yang memiliki kesadaran kritis, kepekaan sosial, dan komitmen kebangsaan," tulis penyelenggara dalam keterangan tertulisnya.
Guna membedah lanskap gerakan dan tantangan pelajar saat ini, diskusi tersebut menghadirkan jajaran narasumber dari pelbagai latar belakang:
Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I. (Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur) sebagai pembicara kunci (keynote speaker).
Dede Muhtadin (Ketua Umum PD PII Kota Surabaya).
Khairunnisa Nur Fadhilah (Mawapres II UNESA Surabaya).
Ilman Zidni Mubarok (Ketua BEM FBS UNESA Surabaya).
Melalui panggung dialektika ini, PD PII Kota Surabaya berupaya menyemaikan keberanian berpikir dan kebijaksanaan bersikap. Diskusi ini diharapkan tidak berhenti sebagai wacana di atas kertas, melainkan mampu menjelmakan nalar kritis menjadi aksi nyata (praksis) yang emansipatoris bagi pembangunan masa depan bangsa.


Posting Komentar