Duet Prabowo - Wakil Ketua DPD-RI Tamsil Linrung Diusulkan PUI (Partai Ummat Islam), Partai Yang Pernah Ikut Pemilu 1999 Sebagai Duet Ideal 2029, Disebut Paket ICMI (Ideal, Cendikiawan, Merakyat dan Islami
Keterangan Gambar : Duet Prabowo - Wakil Ketua DPD-RI Tamsil Linrung Diusulkan PUI (Partai Ummat Islam), Partai Yang Pernah Ikut Pemilu 1999 Sebagai Duet Ideal 2029, Disebut Paket ICMI (Ideal, Cendikiawan, Merakyat dan Islami
JAKARTA-PARTAI Ummat Islam (PUI)—partai gurem peserta Pemilu 1999—mencoba kembali memantik perbincangan politik menuju Pemilu 2029. Mereka menyodorkan poros alternatif: duet Prabowo Subianto dan Tamsil Linrung.
DI TENGAH riuk-rendah kalkulasi politik yang tak kunjung reda, sebuah usulan mengejutkan meluncur dari kantor DPP Partai Ummat Islam (PUI). Partai yang didirikan oleh tokoh intelektual Islam terkemuka, Profesor Deliar Noer, dan pernah meramaikan panggung Pemilu 1999 itu, mendadak menggebrak meja wacana nasional.
PARTAI Ummat Islam (PUI) Diusulkan Jadi Duet Pilihan di Pilpres 2029. Penyampaian ini disampaikan oleh Ketua Umum DPP Partai Ummat Islam (PUI) Abdullah Amas.
"PUI, Partai yang didirikan Prof. Deliar Noer untuk pengayaan wacana menuju 2029 menjagokan duet Prabowo-Tamsil Linrung"ujarnya
Duet ini merupakan Paket ICMI (Ideal, Cendikiawan, Merakyat dan Islami)
Gagasan mempertemukan figur militer-nasionalis dengan tokoh teknokrat berlatar belakang gerakan Islam sejatinya adalah resep klasik dalam panggung politik Indonesia. Namun, PUI mencoba membungkusnya dalam kemasan baru yang diklaim relevan dengan lanskap politik 2029.
Dalam kalkulasi PUI, Prabowo Subianto merepresentasikan ketegangan kepemimpinan nasionalis, stabilitas, serta pengalaman eksekutif yang solid. Di sisi lain, Tamsil Linrung dipandang sebagai pelengkap yang presisi. Sosok Tamsil yang rekam jejaknya panjang di lingkaran pergerakan teknokrat dan cendikiawan Muslim dianggap mampu merekatkan basis pemilih religius-perkotaan.
Ini kombinasi yang proporsional," ungkap salah seorang pengamat politik dari lembaga survei nasional. "Di satu sisi ada figur ketahanan dan kepemimpinan yang tegas, di sisi lain ada figur cendikiawan yang merepresentasikan aspirasi masyarakat sipil bernuansa religius."
Warisan Deliar Noer dan Manufaktur Wacana
Kemunculan usulan ini dari PUI membawa ingatan publik kembali pada trah pemikiran pendirinya, mendiang Prof. Deliar Noer. Tokoh yang dikenal sebagai ilmuwan politik Islam pertama di Indonesia itu mendirikan PUI pasca-Reformasi 1998 sebagai wadah untuk menjembatani etika keislaman dengan sistem kebangsaan yang demokratis
partai ini secara resmi melontarkan gagasan menyandingkan Presiden Prabowo Subianto dengan Tamsil Linrung, politikus senior berbasis Islam yang kini menduduki kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
PUI juga melihat Tamsil Linrung Berpotensi Didukung Sejumlah Partai Berbasis Islam lain seperti PKS, PKB dan PAN
"Dengan PKB, Tamsil Pernah Jadi Tim Cak Imin, PAN pernah di posisi Bendum Pertama apalagi PKS, Tamsil pernah lama jadi DPR dari PKS"tegas Amas




Posting Komentar