395 CCTV BARU, MMPI DAN SEJUMLAH TINDAKAN PREVENTIV JADI BENTENG BARU DI ICM KITA!
Keterangan Gambar : Lokasi ICM, 395 CCTV BARU, MMPI DAN SEJUMLAH TINDAKAN PREVENTIV JADI BENTENG BARU DI ICM KITA!
TANGSEL-Sebanyak 395 mata elektronis kini mengintai tiap sudut Kompleks Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM) di Serua, Ciputat, Tangerang Selatan. Kamera pengawas (CCTV) yang berderet di lorong-lorong dan ruang publik itu bukan sekadar pelengkap hiasan dinding, melainkan bagian dari perombakan besar-besaran sistem keselamatan yang tengah dipacu pengelola yayasan.
Langkah masif ini diambil sebagai respons konkret atas evaluasi internal terkait perlindungan anak di lingkungan sekolah. Tak lagi cukup hanya mengandalkan imbauan moral, manajemen ICM memilih membenahi benteng pengawasan fisik sekaligus memperketat aturan interaksi antara guru dan murid.
Humas ICM, Rizqi Syihabuddien, menegaskan bahwa perbaikan prosedur perlindungan siswa ini menjadi fondasi utama tata kelola yayasan ke depan. "Evaluasi ini menjadi dasar bagi kami untuk memperbaiki pengawasan dan prosedur perlindungan siswa. Kami ingin memastikan setiap laporan mendapat perhatian dan ditindaklanjuti dengan tepat," ujar Rizqi dalam keterangan resminya, Senin, 12 Oktober 2026.
Namun, pembenahan tak berhenti pada urusan lensa dan kabel. ICM menyasar aspek internal yang paling krusial: kejiwaan para pendidik. Yayasan merencanakan tes psikologi lanjutan menggunakan metode Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) bagi seluruh tenaga pendidik. Uji kepribadian ini disiapkan untuk menyaring serta memetakan kondisi mental guru demi mencegah potensi pelanggaran di ruang-ruang kelas.
Selain itu, kanal pelaporan dan penanganan pengaduan turut dibongkar-pasang. Pengelola menjamin kerahasiaan identitas pelapor serta perlindungan penuh bagi siswa yang menyuarakan aduan. Melalui unit Learning Support Center, edukasi hak-hak anak dan ruang aman belajar juga terus dipompa.
Pihak yayasan sadar betul bahwa benteng keamanan tak bisa dibangun secara terisolasi. ICM membuka pintu koordinasi dengan berbagai instansi terkait, mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Kelompok Kerja BSAN, BPMP Banten, hingga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Ruang dialog pun digelar lebar-lebar bagi orang tua murid, pengamat pendidikan, dan lembaga perlindungan anak. Manajemen mengundang stakeholders untuk meninjau langsung langkah-langkah yang sudah dan sedang berjalan.
Bagi manajemen, keterbukaan adalah satu-satunya jalan untuk memulihkan legitimasi dan kepercayaan wali murid. Pengawasan dan pembinaan akan dikawal langsung oleh Dewan Pembina, pengurus yayasan, serta pimpinan sekolah secara berkala.
"Kepercayaan orang tua siswa perlu kami jaga melalui tindakan nyata," pungkas Rizqi. "Kami bertanggung jawab memastikan pembenahan ini berjalan dan terus mengevaluasi pelaksanaannya."


Posting Komentar