Dokter Ali Terus Pimpin Kafilah UMKM Dan PKL Memenangkan Indonesia Raya, Konsolidasi Lapak Merah Putih APKLI Merah Putih "Perisai PKL Dan UMKM" Menuju Pelantikan Dan Rakernas
Dokter Ali Terus Pimpin Kafilah UMKM Dan PKL Memenangkan Indonesia Raya,
Konsolidasi Lapak Merah Putih APKLI Merah Putih "Perisai PKL Dan UMKM" Menuju Pelantikan Dan Rakernas
Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Merah Putih bersiap melantik pengurus baru dan menggelar Rakernas di Jakarta. Upaya merangkul jutaan pelaku usaha informal di tengah dinamika ekonomi nasional.
DI gedung SMESCO, Jakarta Selatan, deretan gerobak dan lapak pedagang kaki lima kerap menjadi simbol denyut nadi ekonomi rakyat bawah. Di tempat yang sama, langkah konsolidasi skala nasional akan digelar oleh Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Merah Putih.
Setelah menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VI pada akhir Agustus 2026 yang mengukuhkan Ali Mahsun Atmo sebagai Ketua Umum, APKLI Merah Putih bergerak cepat menyusun saf kepengurusan. Sebanyak 116 personel pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) periode 2026–2031 disiapkan untuk dilantik dalam agenda Rapat Kerja (Raker) pertengahan Oktober, sebelum berlanjut ke panggung utama Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 8 November 2026.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dijadwalkan hadir untuk membuka Rakernas sekaligus mengukuhkan jajaran pengurus anyar tersebut. Keterlibatan figur legislatif dalam momentum ini menegaskan posisi tawar sektor ekonomi informal yang selama ini menjadi jaring pengaman utama saat krisis keuangan menerpa.
Strategi Lima Tahun di Atas Lapak
Ali Mahsun Atmo menegaskan bahwa kepengurusan baru ini tidak sekadar formalitas struktur, melainkan mesin kerja lima tahunan. Sejumlah standar operasional prosedur (SOP) dan program kerja dirancang agar tiap bidang—mulai dari komunikasi publik, media digital, hingga pemberdayaan ekonomi—memiliki pedoman terukur.
Ketua Harian DPP APKLI Merah Putih, Ellif Krismawati, menyebut peningkatan visibilitas dan kesadaran publik (awareness) menjadi salah satu pilar kunci. Bagi organisasi pedagang skala kecil, dorongan digitalisasi dan akses permodalan menjadi syarat mutlak agar PKL tidak terus terpinggirkan oleh modernisasi kota.
"PKL dan UMKM adalah fondasi utama ekonomi nasional. Tanpa pendampingan yang jelas dan kepastian hukum tempat usaha, potensi besar ini akan terus berada di wilayah abu-abu," ujar satu di antara jajaran pengurus
Rangkaian kegiatan akan dimulai pada Rabu, 25 November 2026, dengan penandatanganan Pakta Integritas Dewan Pengurus DPP APKLI MP periode 2026–2031.
Hari Kedua
Pada Kamis, 26 November 2026, kegiatan akan dilanjutkan dengan pembukaan Rakernas APKLI MP 2026 dan pengukuhan Dewan Pengurus Pusat APKLI MP periode 2026–2031.
Dalam rangkaian pembukaan, APKLI MP juga merencanakan penganugerahan penghargaan khusus kepada Wakil Ketua DPR RI Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H.
Penghargaan tersebut akan diberikan sebagai bentuk apresiasi organisasi terhadap perhatian dan dukungan dalam menjembatani aspirasi pelaku usaha kecil, mikro, dan pedagang kaki lima hingga ke ruang kebijakan.
Seminar Nasional Hadirkan Delapan Pembicara Utama
Setelah pembukaan dan pengukuhan pengurus, kegiatan akan dilanjutkan dengan seminar nasional yang dijadwalkan menghadirkan delapan pembicara utama dari unsur pemerintah, lembaga negara, badan usaha, dan perbankan.
Delapan pembicara yang tercantum dalam agenda panitia adalah:
Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman.
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI Dr. Ir. H.M. Hatta Rajasa
Kepala BP BUMN/COO BPI Danantara Dony Oskaria.
Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D.
Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM RI Dr.-Ing. Tri Winarno, S.T., M.T.
Direktur Utama BRI Herry Gunardi.
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) M. Fahrur Rozy.
Para pembicara diharapkan menyampaikan pandangan dan kebijakan strategis mengenai penguatan UMKM, koperasi, pembiayaan, standardisasi produk, data ekonomi, energi, sumber daya alam, serta pembangunan ekosistem usaha rakyat.
Ketua Harian DPP APKLI MP, Ellif Krismwati, S.Si., M.M., mengatakan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk memperkuat ekosistem ekonomi rakyat.
“Penguatan UKM dan PKL membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, lembaga negara, perbankan, BUMN, dan organisasi pelaku usaha harus membangun sinergi agar program pemberdayaan memberikan hasil yang nyata, ” ujar Ellif.
Setelah seminar nasional, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan sidang-sidang Rakernas. Para peserta akan membahas program kerja, rekomendasi organisasi, serta langkah strategis APKLI MP untuk periode 2026–2031 sebelum acara ditutup.
Ali berharap Rakernas menghasilkan keputusan yang konkret dan mampu memperkuat posisi usaha kecil, mikro, serta pedagang kaki lima sebagai bagian penting dari perekonomian nasional.
“Rakernas harus menghasilkan program yang dapat dijalankan, bukan berhenti pada gagasan. APKLI MP harus semakin kuat dalam mendampingi, melindungi, dan memperjuangkan kemandirian UKM-PKL Indonesia, ” pungkas Ali


Posting Komentar