Breaking News : Debu Vulkanik Jauh Lebih Bahaya Dari Debu Biasa, Masyarakat Diminta Waspada
Breaking News : Debu Vulkanik Jauh Lebih Bahaya Dari Debu Biasa, Masyarakat Diminta Waspada
Peneliti Keamanan Kesehatan dan Epidemiolog dari Griffith University Australia serta Universitas YARSI, Dicky Budiman, memberikan imbauan terkait erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada sebaran debu vulkanik di beberapa wilayah, meliputi Lampung, Banten, Jabodetabek, hingga sebagian Jawa Barat.
Dicky menegaskan, debu vulkanik memiliki karakteristik yang berbeda signifikan dibandingkan debu biasa karena mengandung silika yang dapat membahayakan kesehatan jika terhirup atau terpapar langsung. “Ada perbedaan besar antara debu biasa dan debu vulkanik yang tidak bisa diremehkan. Debu vulkanik ini terutama mengandung silika yang dapat mengganggu kesehatan,” ujar Dicky.
DPR Turut Berpesan
Masyarakat terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau diimbau tetap tenang. Namun, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga kesehatan selama beraktivitas di luar ruangan.
“Mari hindari dulu aktivitas di luar ruangan, dan jika memang terpaksa, pastikan memakai masker yang proper,” ujar Wakil Ketua DPR Prof. Sufmi Dasco Ahmad, dikutip dari akun Instagram-nya, Minggu, 6 September 2026.
Prof.Dasco memastikan DPR akan mengawal respons pemerintah dalam penanganan bencana ini, mulai dari pemantauan aktivitas gunung, penyampaian informasi kepada publik, hingga pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.


Posting Komentar