Tulisan Gus Teguh Anantawikrama : MR. IMAN SOEDJAHRI sebuah catatan tentang Eyang
MR. IMAN SOEDJAHRI sebuah catatab tentang Eyang
Generasi yang tidak hanya memperjuangkan Indonesia, tetapi ikut membangun negaranya.
Lahir di Ponorogo, 11 Februari 1908, Mr. Iman Soedjahri adalah seorang ahli hukum lulusan Rechts-Hogeschool Jakarta, tokoh pergerakan pemuda, pejabat pemerintahan, dan salah satu birokrat penting pada masa awal Republik Indonesia.
Pada masa mudanya, ia aktif dalam lingkungan Perhimpunan Pelajar Indonesia/PPPI dan pernah tercatat memimpin organisasi serta media pemuda. Jejak ini menempatkannya di lingkungan generasi intelektual muda yang ikut menumbuhkan gagasan tentang satu bangsa: Indonesia.
Karier pemerintahannya membentang dari Kediri hingga Semarang. Pada masa transisi menjelang dan setelah Proklamasi, ia menjadi salah satu tokoh penting pemerintahan Semarang dan dalam sejumlah sumber disebut sebagai Wali Kota Semarang pada periode awal Republik. Ia kemudian menjadi Residen Semarang, bertugas bersama pemerintahan Jawa Tengah, serta menjadi Sekretaris Dewan Pertahanan Negara di Yogyakarta.
Pada masa Agresi Militer Belanda II, ketika Republik berada dalam situasi genting, Iman Soedjahri tercatat memimpin sekretariat Wakil Perdana Menteri Mr. Sjafruddin Prawiranegara di Kotaraja, membantu menjaga keberlangsungan administrasi Republik.
Setelah revolusi, pengabdiannya berlanjut dalam pembangunan negara. Berdasarkan Keputusan Presiden No. 147 Tahun 1950, ia diangkat menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia. Arsip Nasional masih mencatatnya menjalankan tugas tersebut hingga setidaknya 1957.
Ia juga merupakan ayah dari Prof. Dr. Edi Sedyawati, salah satu tokoh arkeologi dan kebudayaan Indonesia, serta bagian dari keluarga besar yang memiliki hubungan dekat dengan sastrawan Nh. Dini.
Perjalanan hidup Mr. Iman Soedjahri menggambarkan satu generasi luar biasa:
dari pergerakan pemuda, revolusi kemerdekaan, mempertahankan Republik, hingga membangun birokrasi Indonesia.
Mereka tidak sekadar mewarisi Indonesia.
Mereka ikut membuat Indonesia menjadi sebuah negara.


Posting Komentar