Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Viralnya Mas Bahlil Ganteng (MBG), Ini Kata Prof Henry Indraguna: Ini Skincare Politik yang Viral! Viralnya Mas Bahlil Ganteng (MBG), Ini Kata Prof Henry Indraguna: Ini Skincare Politik yang Viral!

Viralnya Mas Bahlil Ganteng (MBG), Ini Kata Prof Henry Indraguna: Ini Skincare Politik yang Viral!

Redaksi APN
Redaksi APN
02 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 Viralnya Mas Bahlil Ganteng (MBG), Ini Kata Prof Henry Indraguna: Ini Skincare Politik yang Viral!


Dikutip :  Suara Karya

Minggu, 31 Mei 2026 | 22:00 WIB


Tenaga Ahli DPR RI yang juga Anggota Dewan Pengawas Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar Prof. Henry Indraguna merespon soal fenomena viral Mas Bahlil Ganteng (MBG) yang dipersepsikan sebagai skincare politik terbaru (AG Sofyan)

SUARAKARYA.ID: Fenomena lagu satire "MBG (Mas Bahlil Ganteng)" di ruang digital menandai pergeseran besar dalam komunikasi politik modern. 

 

Lagu ini semula lahir sebagai ekspresi kreatif netizen. Namun sekarang bertransformasi menjadi ruang diskursus publik yang masif.

 

Transformasi ini sepenuhnya digerakkan oleh politik algoritma yang bekerja di balik layar platform media sosial.

 

 

Lagu tersebut awalnya diciptakan warganet untuk mengkritik dinamika sosial-politik secara jenaka. Namun, makna sebuah konten digital tidak lagi berada di bawah kendali penuh penciptanya. 

 

Di era algoritma, sebuah karya satire mengalami komodifikasi atensi yang sangat cepat. Netizen, tim sukses, hingga figur politik mereproduksi konten tersebut untuk berbagai kepentingan.

 

Menurut Tenaga Ahli DPR RI

Prof. Henry Indraguna  sebagian memanfaatkan algoritma itu sebagai alat promosi citra. Sedangkan yang lain menggunakannya sebagai simbol identitas kelompok.

 

Baca Juga:

​Asean Power Grid, Prof Henry Indraguna: Strategi Cerdas Bahlil Lahadalia Dorong Kemandirian Energi Kawasan

 

"Di era digital saat ini, media sosial bukan lagi sekadar saluran pasif untuk menyampaikan pesan politik. Sistem algoritma secara aktif membentuk cara masyarakat mengonsumsi, memaknai, dan menyebarkan narasi," ujar Prof Henry kepada suarakarya.id di Jakarta, Sabtu (30/5/2026). 

 

Belakangan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga penasaran dengan pencipta lagu MBG ini. Dia bahkan berkeinginan sekali mengundang makan bersama dan berdiskusi dengan sang kreator lagu tersebut. 

 

"Sosok pemimpin yang mampu memantik kreativitas publik secara organik seperti ini justru mendapat panggung utama karena sistem algoritma secara aktif menangkap interaksi narasi tersebut," jelas Prof Henry.

 


 

Anggota Dewan Pengawas Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar yang juga Penasehat Ahli Balitbang DPP Golkar ini meminjam  pemikiran media Marshall McLuhan, seorang ilmuwan komunikasi dan kritikus asal Edmonton, Kanada dengan diktum  terkenal, yang menyatakan bahwa medium memiliki pengaruh lebih besar daripada isi pesan itu sendiri.

 

"Algoritma media sosial sengaja dirancang tidak netral. Platform digital bekerja dengan mengamati interaksi pengguna seperti suka, komentar, dan bagikan," jelas Profesor dan Guru Besar Unissula Semarang ini. 

 

Sistem kemudian memprediksi preferensi dan memprioritaskan konten yang memicu emosi kuat atau kontroversi. Akibatnya, lagu satire yang menghibur jauh lebih cepat viral dibandingkan informasi resmi yang penting tetapi kurang menarik. 

 

 

Hal ini menciptakan bias informasi yang mempersempit sudut pandang publik di ruang digital.

 

Sementara itu, Peraih Nobel, Herbert A. Simon menyatakan bahwa ledakan informasi menyebabkan kelangkaan atensi manusia. 

 

Di ruang digital saat ini, perhatian publik adalah sumber daya utama yang diperebutkan. 

 

"Politik yang masuk ke dalam kemasan budaya pop seperti musik dan meme membuat isu politik lebih mudah diterima anak muda. Namun, pendekatan ini juga menyimpan risiko besar terhadap pendangkalan makna," beber Waketum DPP Ormas MKGR ini. 

 

 

Maka batas antara politik serius dan hiburan menjadi sangat kabur. Persepsi publik sering terbentuk lebih cepat melalui narasi viral daripada melalui klarifikasi resmi. 

 

Doktor Ilmu Hukum UNS Surakarta  dan Universitas Borobudur Jakarta ini menyebut bahwa jika ruang digital hanya dipenuhi oleh konten yang sekadar viral maka kualitas demokrasi akan mengalami degradasi. Masyarakat dituntut memiliki literasi digital yang tinggi agar tidak sekadar menjadi konsumen algoritma.

 

"Satire politik memang efektif sebagai pintu masuk percakapan yang ringan dan mudah diterima publik. Namun, kita harus menjaga agar ruang publik tetap diisi oleh diskusi yang substantif, bukan sekadar komoditas atensi yang menguntungkan platform digital," pungkas Waketum DPP Bapera ini. ***


Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "Fenomena Mas Bahlil Ganteng (MBG), Prof Henry Indraguna: Ini Skincare Politik yang Viral!"

Baca selengkapnya di: https://www.suarakarya.id/politik/26017193800/fenomena-mas-bahlil-ganteng-mbg-prof-henry-indraguna-ini-skincare-politik-yang-viral

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Komunitas AMY Muda Sebut Ada Gema Sang Guru Bangsa dari PKS : Ketika Al-Muzammil Yusuf Menghidupkan Kembali DNA Politik HOS Tjokroaminoto

Redaksi APN- September 24, 2026 0
Komunitas AMY Muda Sebut  Ada Gema Sang Guru Bangsa dari PKS : Ketika Al-Muzammil Yusuf Menghidupkan Kembali DNA Politik HOS Tjokroaminoto
Komunitas AMY Muda Sebut  Ada Gema Sang Guru Bangsa dari PKS : Ketika Al-Muzammil Yusuf Menghidupkan Kembali DNA Politik HOS Tjokroaminoto Waktu seakan berpu…

Berita Populer

Sejarah Partai Islam Mulai PSII Dan MASYUMI, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

Sejarah Partai Islam Mulai PSII Dan MASYUMI, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

September 22, 2026
Tamsil Linrung Dimata Aktivis Muda Abdullah Amas

Tamsil Linrung Dimata Aktivis Muda Abdullah Amas

September 18, 2026
Presiden PKS AMY, Wajah Perjuangan Pemimpin Parpol Islam Merakyat Seperti HOS Tjokroaminoto Dan Meneropong Langkah Politik PKS 2029

Presiden PKS AMY, Wajah Perjuangan Pemimpin Parpol Islam Merakyat Seperti HOS Tjokroaminoto Dan Meneropong Langkah Politik PKS 2029

September 18, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024
Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Desember 05, 2024
Di Aceh, Wagub Dan Kadis Kesehatan Kaltim Temui Helper Muhammad Qasim

Di Aceh, Wagub Dan Kadis Kesehatan Kaltim Temui Helper Muhammad Qasim

April 23, 2026

Trending News

Sejarah Partai Islam Mulai PSII Dan MASYUMI, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

Sejarah Partai Islam Mulai PSII Dan MASYUMI, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

September 22, 2026
Tamsil Linrung Dimata Aktivis Muda Abdullah Amas

Tamsil Linrung Dimata Aktivis Muda Abdullah Amas

September 18, 2026
Presiden PKS AMY, Wajah Perjuangan Pemimpin Parpol Islam Merakyat Seperti HOS Tjokroaminoto Dan Meneropong Langkah Politik PKS 2029

Presiden PKS AMY, Wajah Perjuangan Pemimpin Parpol Islam Merakyat Seperti HOS Tjokroaminoto Dan Meneropong Langkah Politik PKS 2029

September 18, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak