Fahd Benteng Pancasila, Pemimpin Muda Yang Habis-Habisan Jaga Semua Sila Di Pancasila
Fahd Benteng Pancasila, Pemimpin Muda Yang Habis-Habisan Jaga Semua Sila Di Pancasila
DPP BAPERA sekaligus DPD BAPERA Kab. Salatiga, Abdullah Amas menyebut Fahd adalah Penjaga Pancasila Abadi. "Semua sila di Pancasila dijaga habis habisan, Ketuhanan Yang Maha Esa, dijaga dengan mengumrohkan ratusan pemuda setiap saat, Persatuan Indonesia, dimana Fahd habis-habisan menjaga eksistensi KNPI"tegas Amas
Keterangan Gambar : Abdullah Amas, Fungsionaris Departemen Media Dan Pers DPP BAPERA dan DPD BAPERA Salatiga
Misal lagi soal keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, Fahd kerja keras menggelontorkan dana habis habisan untuk sosial dimana BAPERA termasuk KNPI dan Golkar kala dia pimpin habis habisan menggelar banyak bakti sosial skala besar"tegas Amas.
Simak ulasan lengkapnya!
Benteng Pancasila di Tangan Fahd: Beriman, Bersatu, dan Berbagi
SALATIGA — Di tengah pusaran pragmatisme politik kaum muda hari ini, merawat ideologi negara sering kali hanya berakhir di podium dan lembar-lembar brosur penataran. Namun, bagi sebagian kalangan, Pancasila adalah kerja lapangan yang musti dibela habis-habisan. Setidaknya, begitulah potret yang ingin dilekatkan pada sosok Fahd El Fouz A Rafiq oleh para loyalisnya.
Abdullah Amas, salah satu motor penggerak di DPP BAPERA sekaligus nakhoda DPD BAPERA Kabupaten Salatiga, tidak ragu menyematkan gelar bernada tinggi kepada mantan Ketua Umum DPP KNPI tersebut. Bagi Amas, Fahd bukan sekadar politisi muda yang gemar bersolek di media sosial, melainkan seorang "Penjaga Pancasila Abadi."
"Semua sila di Pancasila dijaga habis-habisan oleh beliau. Ini bukan soal retorika, tapi manifesto gerakan," ujar Amas dengan nada bertenaga saat ditemui di Salatiga.
Dari Umrah Gratis hingga Ketahanan KNPI
Bagaimana menjabarkan ideologi yang abstrak menjadi aksi yang konkret? Amas membedahnya dari sila pertama. Di mata publik internal BAPERA, komitmen Fahd terhadap sila Ketuhanan Yang Maha Esa tidak diukur dari seberapa sering ia berkhotbah, melainkan dari konsistensi spiritualitas yang berdampak sosial. Salah satunya melalui program spiritual berkala: mengumrahkan ratusan pemuda.
"Ratusan pemuda diberangkatkan ke Tanah Suci secara berkala. Itu cara Fahd menanamkan akar religiusitas di sanubari generasi muda," tambah Amas.
Sementara itu, untuk sila Persatuan Indonesia, panggung pembuktian Fahd ada pada rekam jejaknya di dunia keorganisasian. Menjaga kompas pemuda agar tidak terpecah-belah di tengah polarisasi politik dinilai sebagai ujian terberatnya. Amas mencatat, saat memimpin Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Fahd habis-habisan pasang badan menjaga eksistensi wadah tunggal pemuda tersebut agar tetap menjadi perekat, bukan pemecah belah.
Filantropi Berbiaya Tinggi
Gaya kepemimpinan Fahd memang kerap diidentikkan dengan totalitas logistik. Menjaga ideologi, tampaknya bagi Fahd, membutuhkan modal sosial dan finansial yang tidak sedikit. Ketika berbicara mengenai sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, Amas menunjuk gurita aksi sosial yang digerakkan Fahd di berbagai gerbong organisasi yang pernah dan sedang dipimpinnya.



Posting Komentar