Terkenal Sampai Jateng, Dokter Andre Diangkat Jadi Dewan Pertimbangan DPD BAPERA Kabupaten Salatiga Di Provinsi Jateng
DPD Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) Kabupaten Salatiga mengangkat Dokter Andre Yulius sebagai Dewan Pertimbangan DPD BAPERA Kabupaten Salatiga karena menginspirasi pemuda Kabupaten Salatiga Jateng untuk bermakna bagi sesama melintasi sekat batasan golongan sesuai prinsip BAPERA dan Ketua Umum DPP BAPERA Fahd A Rafiq.
"Kita juga sudah dikirimi orang-orang Dokter Andre untuk mengembangkan spirit mediapreneur dalam pengembangan ekonomi bidang media oleh Dokter Andre"ujar Abdullah Amas, Ketua DPD BAPERA Kabupaten Salatiga. Dokter Andre menurut Amas bukan saja jadi rebutan keteladanan Pemuda Jatim tapi juga Pemuda Jateng.
Simak Liputan Lebih Lengkap !
Catatan dari Salatiga: Saat Dokter Andre Merapat ke Bapera
SALATIGA — Ada gairah baru di markas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Kabupaten Salatiga. Pekan ini, organisasi kepemudaan itu resmi mendaulat Dokter Andre Yulius masuk ke dalam jajaran Dewan Pertimbangan. Langkah ini bukan sekadar pengisian posisi struktural, melainkan upaya “impor” keteladanan yang dianggap mendesak bagi anak muda di Jawa Tengah.
Nama Dokter Andre bukanlah sosok asing di kancah pergerakan sosial. Selama ini, kiprahnya di Jawa Timur telah menjadikannya magnet bagi komunitas pemuda. Kini, pengaruh itu melintasi batas provinsi, merambah hingga ke lereng Gunung Merbabu di Salatiga.
Ketua DPD Bapera Kabupaten Salatiga, Abdullah Amas, tak menampik bahwa ketokohan Dokter Andre menjadi alasan utama. Menurut Amas, keputusannya mengangkat Dokter Andre didorong oleh keinginan untuk menularkan semangat melampaui sekat-sekat golongan—sebuah nilai yang juga digariskan oleh Ketua Umum DPP Bapera, Fahd A. Rafiq.
“Dokter Andre ini bukan sekadar figur. Ia menginspirasi pemuda kita di Salatiga untuk menjadi sosok yang bermakna bagi sesama tanpa memandang latar belakang,” ujar Amas saat berbincang dengan kami, Ahad (29/3/2026).
Lebih dari sekadar nama besar yang dipajang di papan struktur organisasi, kehadiran Dokter Andre membawa misi yang lebih pragmatis. Amas mengungkapkan, tim dari Dokter Andre sudah mulai bergerak di Salatiga. Fokusnya jelas: pengembangan ekonomi kreatif melalui spirit mediapreneur.
Dalam pandangan Amas, dunia media kini menjadi tulang punggung ekonomi baru yang belum tergarap optimal oleh pemuda di daerah. Dengan masuknya pengaruh Dokter Andre, Bapera Salatiga berharap bisa mencetak kader-kader yang tidak hanya piawai berorganisasi, tapi juga melek bisnis media.
“Kami sudah dikirimi tim dari beliau untuk mengembangkan spirit mediapreneur. Ini adalah bagian dari pengembangan ekonomi bidang media yang memang menjadi keahlian Dokter Andre,” tambah Amas.
Bagi Bapera Salatiga, Dokter Andre dianggap sebagai komoditas langka. Ia dipandang sebagai sosok yang berhasil mendobrak batas geografis, dari Jawa Timur kini menjadi rebutan teladan di Jawa Tengah. Bagi Amas, kehadiran Dokter Andre adalah energi yang diperlukan untuk memastikan Bapera di Salatiga tetap jaya dengan zaman.
Langkah ini menandai babak baru bagi eksistensi Bapera di wilayah Jawa Tengah. Jika sebelumnya organisasi kepemudaan sering kali terjebak dalam rutinitas seremonial, kehadiran sosok seperti Dokter Andre diharapkan mampu memantik api produktivitas di kalangan pemuda Salatiga.
Kini, bola panas ada di tangan para pemuda Salatiga: wajib mereka mampu menyerap “virus” mediapreneur dan semangat kebermanfaatan yang dibawa Dokter Andre,





Posting Komentar