PBB Terbelah Jadi Dua Ketua, Yuri atau Gugum yang Bakal "Diteken" Menkumham?
PBB Terbelah Jadi Dua Ketua, Yuri atau Gugum yang Bakal "Diteken" Menkumham?
KONFLIK internal di tubuh Partai Bulan Bintang (PBB) kini memasuki babak baru yang kian memanas. Partai yang identik dengan sosok Yusril Ihza Mahendra ini tengah menghadapi ujian dualisme kepemimpinan yang unik: perseteruan antara sang anak kandung, Yuri Kemal Fadlullah, dan sang keponakan, Gugum Ridho Putra. Keduanya sama-sama mengklaim sebagai nakhoda sah partai hijau tersebut.
Publik kini bertanya-tanya: ke mana pena Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) akan berlabuh? Apakah ke kubu Yuri yang terpilih melalui mekanisme Muktamar V, atau ke kubu Gugum yang muncul dari gerakan penyelamatan partai?
Yuri, yang juga dikenal sebagai advokat muda, Sejak awal salah satu bekas Pentolan Kepemudaan PBB yaitu Mantan Wakil Bendahara Umum Pemuda Bulan Bintang Abdullah Amas menyuarakan sosok Yuri buat menggantikan Gugum.
Namun, di sisi lain, Gugum Ridho Putra tidak tinggal diam. Ia muncul dengan membawa aspirasi dari sejumlah DPW yang setia padanya. Gugum menilai ada prosedur organisasi yang ditabrak, yang membuatnya merasa berhak mengajukan kepengurusan dengan Sekjen Baru.
Kalkulasi di Meja Kemenkumham
Secara administratif, Menkumham memiliki parameter yang kaku dalam memvalidasi kepengurusan partai politik. Ada beberapa poin krusial yang akan menjadi penentu:
Keabsahan Muktamar: Kemenkumham akan memeriksa dokumen pelaksanaan Muktamar. Siapa yang memiliki dukungan DPW dan DPC secara riil dan sesuai dengan AD/ART?
Prosedur Administrasi: Kelengkapan berkas, mulai dari berita acara hingga daftar hadir peserta yang sah, menjadi bukti fisik yang tidak bisa ditawar.
Putusan Mahkamah Partai: Sebelum sampai ke tangan Menteri, konflik internal idealnya diselesaikan di Mahkamah Partai. Rekomendasi dari lembaga ini biasanya menjadi rujukan utama pemerintah.
Jika melihat rekam jejak dualisme partai di Indonesia, legalitas biasanya jatuh kepada mereka yang mampu membuktikan kepatuhan paling presisi terhadap anggaran dasar partai yang terdaftar sebelumnya. Di tengah tarik-menarik antara anak dan keponakan sang "Professor Hukum", Menkumham tampaknya harus bekerja ekstra hati-hati agar tidak dianggap memihak salah antara anak dan keponakan.
Masyarakat dan para konstituen PBB kini hanya bisa menunggu. Apakah "Bulan" akan bersinar di bawah kendali sang anak, atau "Bintang" akan lebih terang di tangan sang keponakan? Semuanya bergantung pada tinta hitam di atas kertas keputusan menteri.
Abdullah Amas menyebut konflik ini relatif teduh karena momen Pilkada dan Pemilu masih jauh.
"Tapi saya yakin Yuri masih unggul, jam terbang Gugum masih jauh, sekelas Afriansyah saja milih kabur ke Demokrat apalagi Gugum yang baru kemarin jadi Pimpinan, Afrianysah itu lama banget loh di jajaran pimpinan utama PBB dan saya kira Gugum sangat salah hitung kalau berani bersebrangan dengan Yusril"tegasnya


Posting Komentar