Banjir Simpati di Hari Kemenangan: Magnet Politik Fahd A Rafiq
JAKARTA – Suasana Idul Fitri yang semestinya sunyi oleh hiruk-pikuk politik, justru menjadi panggung apresiasi bagi Ketua Umum DPP Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA), Fahd A Rafiq. Ucapan selamat hari raya yang diunggahnya ke ruang publik digital, seketika diserbu oleh banjir komentar. Bukan sekadar basa-basi lebaran, deretan respons tersebut datang dari spektrum luas: pejabat teras pusat hingga pimpinan Organisasi Kepemudaan (OKP) di pelosok daerah.
Bagi mereka yang mengamati gerak-gerik Ketua Bidang Ormas DPP Partai Golkar ini, fenomena tersebut bukanlah kebetulan. Fahd selama ini memang dikenal memiliki "tangan terbuka" yang jarang dimiliki politisi seusianya. Ia bukan tipe pengumpul massa yang menjaga jarak, melainkan magnet yang berusaha mengakomodasi aspirasi dari segala penjuru.
Di kolom komentar akun media sosialnya, jejaring itu tampak nyata. Nama-nama pejabat tinggi, kepala daerah, hingga aktivis OKP dari berbagai kutub ideologi tampak saling sahut, mengirimkan doa dan pesan hangat. Sebuah pemandangan langka yang menunjukkan betapa kuatnya "diplomasi silaturahmi" yang dibangun Fahd selama ini.
"Fahd itu punya kemampuan memanusiakan orang. Tidak heran kalau di momen lebaran, semua merasa punya kedekatan emosional dengannya," ujar Abdullah Amas, seorang pengamat politik muda di Jakarta.
Kita melihat Ketum Fahd, jejaring yang ia bangun di BAPERA dan Golkar bukan sekadar alat mobilisasi politik. Ia kerap menekankan pentingnya merawat harmoni di tengah keberagaman organisasi. Pendekatan "merangkul, bukan memukul" yang ia terapkan membuat BAPERA tumbuh menjadi wadah yang cair, tempat di mana berbagai kepentingan bertemu di bawah payung kesepahaman.
Banjir komentar ini seolah menjadi barometer kecil. Di tengah keriuhan Idul Fitri, Fahd A Rafiq sukses membuktikan bahwa pengaruh politik tidak selalu diukur dari posisi formal di pemerintahan, melainkan dari seberapa dalam ia mampu menanamkan kesan di hati para pemangku kepentingan.
Ketika para pejabat dan aktivis turun gunung memberikan atensi, Fahd barangkali hanya tersenyum. Baginya, "suara" yang mengalir di hari kemenangan ini adalah bahan bakar paling autentik untuk kembali menatap agenda-agenda kebangsaan yang lebih besar ke depan.



Posting Komentar