Adu Pedang Dua Kubu Bersaudara Dibawah Bayang-Bayang Prof.Yusril, Dualisme PBB ; Membaca Seberapa Jauh PBB Kubu Gugum Hadapi PBB Putra Prof. Yusril
Adu Pedang Dua Kubu Bersaudara Dibawah Bayang-Bayang Prof.Yusril, Dualisme PBB ; Membaca Seberapa Jauh PBB Kubu Gugum Hadapi PBB Putra Prof. Yusril.
Ketum PBB Gugum mendongkel Yuri dari posisi Sekjen PBB. Digantikan dengan Ketum PARMUSI. Pembalasan terjadi, Kubu Putra Yusril via MDP gantian mencopot Gugum dari jabatan Ketum PBB digantikan.
Mantan Wakil Bendahara Umum Pemuda Bulan Bintang Pusat Abdullah Amas menyebut konflik PBB terlalu dramatis karena baru selesai pemilu sudah dihujani 2 konflik.
Peta Jalan PBB
Amas menyebut konflik PBB ujungnya ada di Menkumham atau bisa jadi berujung Partai Baru salah satu. "Kita lihat kalau mainnya Menkumham, maka mirip Konflik Partai Ummat walau sudah disahkan salah satu konflik tetap memanas sampai pengadilan segala macam"ujar Amas
Amas menyebut saat ini PBB memiliki peluang lebih besar sebagai Partai melebihi Partai Ummat.
"Kami melihat PBB saat ini yang posisinya kurang menguntungkan, jelas kita melihat ini posisi PBB paling suram, dualisme ini menambah berat jalan PBB"tegas Amas
Pihaknya melihat saat ini PBB yang terpenting adalah mempertahankan 60 persen saja perolehan suara dari 2024 kemarin. Itu lebih realistis.
"Saya kira PBB kubu Gugum akan main panjang misal meski kalah di Kemenkumham atau juga menang, disini PBB menghadapi masa paling sulit sepanjang PBB lahir"tegas Amas
Yuk simak selengkapnya ulasan Media ini
LAPORAN UTAMA: Perang Saudara di Bawah Bayang-Bayang Yusril
Bulan Bintang yang Terbelah: Adu Kuat Gugum vs Sang Putra Mahkota
DI markas Partai Bulan Bintang (PBB), aroma kemenyan politik tercium menyengat. Belum kering luka kegagalan menembus Senayan dalam Pemilu 2024, partai peninggalan Masyumi ini justru sibuk melakukan ritual "kanibalisme" politik. Kali ini, lakon utamanya adalah sang Ketua Umum, Fahri Bachmid—akrab disapa Gugum—melawan barisan yang setia pada trah Yusril Ihza Mahendra.
DONGKEL-MENDONGKEL DI JALAN KERAMAT
Drama dimulai dengan langkah berani Gugum. Tanpa banyak tedeng aling-aling, ia mendepak Yuri Kemal Fadlullah—putra kandung sang begawan hukum, Yusril—dari kursi Sekretaris Jenderal. Sebagai gantinya, Gugum memasang tokoh dari PARMUSI. Langkah ini dibaca banyak pihak sebagai upaya "pembersihan" pengaruh keluarga Yusril di tubuh partai.
Namun, "balas dendam" adalah hidangan yang paling enak dinikmati saat dingin. Kubu Yuri tak tinggal diam. Melalui mekanisme Majelis Desentralisasi Partai (MDP), serangan balik dilancarkan: Gugum dicopot dari jabatan Ketua Umum.
"Ini lebih dari sekadar rotasi. Ini adalah upaya de-Yusrilisasi yang gagal total atau mungkin awal dari keruntuhan permanen," bisik seorang sumber di internal partai.
PETA JALAN MENUJU JURANG?
Mantan Wakil Bendahara Umum Pemuda Bulan Bintang, Abdullah Amas, menyebut situasi ini sebagai komedi putar yang tragis. Menurutnya, PBB sedang memasuki periode paling gelap sejak partai ini didirikan.
Analisis Kekuatan & Risiko:
Skenario Dampak Politik Potensi Akhir
Intervensi Kemenkumham Legalitas tunggal, namun akar rumput tetap terbelah. Meniru jejak konflik Partai Ummat.
Gugatan Panjang Energi partai habis untuk urusan pengadilan. Absen di Pilkada/Pemilu mendatang.
Opsi Partai Baru Salah satu kubu membentuk wadah baru. Suara PBB makin tergerus (Involusi).
Amas melihat bayang-bayang konflik Partai Ummat akan berulang. "Kalau mainnya sudah di Kemenkumham, ceritanya bakal panjang. Meski disahkan satu pihak, konflik akan terus memanas sampai ke meja hijau," ujar Amas kepada Tempo.
REVOLUSI ATAU INVOLUSI?
Ironisnya, PBB sebenarnya memiliki potensi yang lebih besar dibandingkan partai baru sejenis seperti Partai Ummat. Namun, alih-alih mengonsolidasikan kekuatan pasca-pemilu, elit partai justru sibuk saling "gorok".
"Posisi PBB saat ini paling suram. Dualisme ini adalah beban berat yang tidak perlu," tegas Amas. Baginya, target realistis PBB saat ini bukan lagi memenangkan pemilu depan, melainkan sekadar bertahan hidup. Mempertahankan 60 persen suara dari perolehan 2024 saja sudah dianggap sebuah keajaiban di tengah badai ini.
Akankah PBB kubu Gugum mampu bertahan dari gempuran 'Putra Mahkota'? Ataukah PBB akan berakhir menjadi catatan kaki dalam sejarah politik Indonesia, terkubur oleh ego para pemimpinnya sendiri?
Satu yang pasti: di bawah logo Bulan Bintang, kini sedang terjadi gerhana total.


Posting Komentar