Manuver "Arah Baru" di Tengah Badai Kader
Partai Gelora tancap gas melakukan kaderisasi massal melalui program OK Gelora. Di balik ambisi mencetak "manusia baru", partai ini tengah berupaya menambal lubang pasca-eksodus sejumlah tokoh kunci.
Wajah Anis Matta dan Fahri Hamzah kembali menghiasi layar-layar digital para simpatisan Partai Gelora Indonesia. Kali ini, duet nakhoda eks-PKS tersebut tidak sedang berada di podium kampanye akbar, melainkan bersiap mengisi ruang-ruang diskusi virtual dalam hajatan bertajuk "OK Gelora Nasional".
Dijadwalkan berlangsung secara estafet pada 7 Maret 2026 untuk wilayah Indonesia Timur dan Tengah, serta 8 Maret untuk wilayah Barat, program orientasi kepemimpinan ini dirancang ringkas: 120 menit untuk membedah visi "Arah Baru Indonesia". Fokusnya jelas, yakni menyuntikkan ideologi kepada anggota baru dan simpatisan agar selaras dengan frekuensi pimpinan pusat.
Agresivitas di Tengah Rivalitas
Langkah cepat Gelora ini memicu perhatian para pengamat politik. Abdullah Amas, Founder Abdullah Amas Strategic, menilai Gelora jauh lebih agresif dibandingkan partai-partai baru lainnya seperti Partai Bulan Bintang (PBB) atau Partai Ummat.
"Harus diakui, Gelora adalah salah satu entitas baru terbesar di pemilu lalu. Lawan tanding mereka setara PSI atau Perindo," ujar Amas. Namun, Amas memberikan catatan kritis. Menurutnya, partai ini membutuhkan "dentuman baru" untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Agresivitas ini bukan tanpa alasan. Gelora kini tengah menghadapi ujian internal yang cukup serius: hengkangnya sejumlah tokoh dari lapis kedua Anis Matta, termasuk nama seperti Nandang Burhanudin. Orientasi massal ini pun dibaca sebagai upaya re-stocking kader untuk menutup celah yang ditinggalkan para "eksodus".
Jualan Narasi dan Etalase Cawapres
Daya pikat Gelora memang terletak pada narasi geopolitik dan pemikiran sang ketua umum. Sesi "Indonesia & Dunia Hari Ini" dalam OK Gelora menjadi etalase utama untuk meyakinkan publik bahwa partai ini tidak sekadar mengejar angka, tapi menawarkan gagasan. Di lapangan, sayap sosial seperti Blue Helmet juga terus digerakkan sebagai instrumen soft power untuk meraih simpati akar rumput.
Namun, dinamika di luar struktur partai tak kalah riuh. Aliansi Simpatisan Pemikiran Anis Matta (ASPAMA) mulai menyodorkan proposal politik yang cukup berani. Mereka mendorong Gelora untuk menyodorkan enam nama sebagai kandidat pendamping Prabowo Subianto.
Daftar yang diajukan merupakan perpaduan antara ideolog dan figur populer:
Anis Matta (Ketua Umum Gelora)
Fahri Hamzah (Wakil Ketua Umum Gelora)
Andi Rahmat (Mantan Politisi PKS)
Nandang Burhanudin (Tokoh Garbi Jawa Barat)
Deddy Mizwar (Aktor/Politisi Gelora)
Abdullah Amas (Ketua Umum Partai Masyumi RI)
"Kami mendorong keenam nama ini karena mereka paham betul narasi Arah Baru. Pengusulan ini diharapkan bisa mendongkrak elektabilitas partai secara signifikan," kata Mardiyanto dari ASPAMA.
Menanti Efek Orientasi
Bagi Gelora, hajatan pada awal Maret nanti bukan sekadar urusan administrasi pendaftaran anggota via kode QR. Ini adalah upaya validasi apakah narasi "Arah Baru" masih memiliki daya pikat di tengah badai internal dan persaingan ketat partai papan tengah.
Tanpa konsolidasi yang solid, gagasan-gagasan besar Anis Matta berisiko hanya menjadi literatur politik tanpa pasukan yang menggerakkannya di bilik suara.
Seperti diberitakan, Partai Gelora Indonesia akan menggelar kegiatan “OK Gelora Nasional & Untuk Anggota Baru” sebagai bagian dari program orientasi dan penguatan kader pada awal Maret 2026. Kegiatan berdurasi 120 menit ini dijadwalkan berlangsung pada 7 Maret 2026 untuk wilayah WIT dan WITA, serta 8 Maret 2026 untuk wilayah WIB.
Program OK Gelora menghadirkan dua sesi utama, yakni “Indonesia & Dunia Hari Ini: Mengapa Kita Butuh Arah Baru” serta “Mengapa Partai Gelora: Gerakan Arah Baru Indonesia”. Materi tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman ideologis, visi kebangsaan, dan arah perjuangan partai kepada anggota baru maupun simpatisan.
Dalam materi publikasi, kegiatan ini turut menampilkan tokoh nasional Gelora, yaitu Ketua Umum Anis Matta dan Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, sebagai representasi kepemimpinan partai dalam menggerakkan konsolidasi kader di seluruh Indonesia.
Partai Gelora juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang belum bergabung untuk mengikuti kegiatan tersebut melalui pendaftaran digital dengan memindai kode QR yang tersedia pada materi sosialisasi resmi.
Kegiatan OK Gelora diharapkan menjadi pintu awal pembinaan anggota baru sekaligus memperkuat jaringan organisasi dalam mengusung gagasan “Gerakan Arah Baru Indonesia” di berbagai daerah


Posting Komentar