Kerja Hari Ini Si Kancil Dasco, Cegat 105 Ribu Mobil India Dan Bela Nasib Karyawan Mie Sedap
JAKARTA — Di balik dinding marmer Kompleks Parlemen Senayan, sebuah perintah "gencatan senjata" diletupkan. Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR yang kerap dijuluki sebagai "Si Kancil" karena kelihaiannya menavigasi lorong-lorong kekuasaan, sedang giat-giatnya menarik rem darurat. Sasarannya tak main-main: rencana impor jumbo otomotif dari Negeri Anak Benua dan badai pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri pangan.
Cegat Scorpio di Tengah Jalan
Kabar itu semula berhembus dari rilis resmi Mahindra and Mahindra Ltd (M&M) di Mumbai, 4 Februari lalu. Perusahaan otomotif India itu sesumbar telah mengantongi kontrak suplai 35.000 unit Scorpio Pikup untuk Agrinas Pangan Nusantara. Belakangan, Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, mengonfirmasi angka yang lebih bombastis: 105.000 unit kendaraan, termasuk truk roda enam dari Tata Motors, bakal diguyur untuk kebutuhan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Namun, rencana itu mendadak "mogok" di Senayan. Senin lalu, Dasco menegaskan telah mengirim pesan singkat nan tegas kepada pemerintah: tunda. "Mengingat Presiden masih di luar negeri," kata Dasco dengan nada datar namun penuh penekanan. Dasco mafhum, membiarkan raturan ribu mobil India masuk saat Prabowo Subianto sedang getol-getolnya memamerkan Maung buatan Pindad adalah langkah blunder yang bisa memicu "kebakaran" di istana.
Kritik tajam memang sudah muncul dari rekan sejawatnya, Ahmad Iman Sukri. Legislator ini memandang rencana impor tersebut bak menampar wajah Presiden. Bagaimana mungkin para menteri dipaksa turun dari mobil mewah ke Maung lokal, sementara di gerbang pelabuhan, 105.000 mobil India sudah antre untuk masuk ke desa-desa? Dasco, sang penjaga gawang stabilitas politik Gerindra, tampaknya tak ingin membiarkan preseden buruk itu terjadi sebelum sang bos melakukan kalkulasi ulang.
Oase di Tengah Gurun PHK
Tak hanya soal otomotif, manuver Dasco meluas hingga ke sektor manufaktur di Jawa Timur. Senin malam, 23 Februari, ia menerima perwakilan pekerja dan manajemen PT Karunia Alam Segar—produsen Mie Sedaap yang berbasis di Gresik.
Isu yang dibawa cukup panas: gelombang PHK di tengah bulan suci. "Ini adalah hal yang menurut kami seharusnya tidak terjadi pada saat puasa dan menjelang Lebaran," ujar Dasco usai audiensi.
Hasilnya? Manajemen PT Karunia Alam Segar akhirnya luluh dan berjanji menyetop pemecatan. Bagi para buruh di Gresik, Dasco sukses memerankan sosok "mediator dingin" yang mampu memaksa korporasi raksasa mengunci laci surat pemecatannya, setidaknya hingga ketupat lebaran disajikan.


Posting Komentar