Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Habis Hati Berbunga, Hendri Kena Prank Doli? Habis Hati Berbunga, Hendri Kena Prank Doli?

Habis Hati Berbunga, Hendri Kena Prank Doli?

Redaksi APN
Redaksi APN
06 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 Dinamika internal DPD Partai Golkar Sumatera Utara (PG Sumut) pasca pergantian antarwaktu (PAW) pengurus kian memanas. Analisis kritis yang dilontarkan politisi senior Golkar Sumut, Riza Fakhrumi Tahir, mengenai nasib Hendri Yanto Sitorus yang seolah "dipimpong" oleh Plt Ketua Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mendapat dukungan luas.


Salah satu dukungan signifikan datang dari Abdullah Amas, Founder Lembaga Abdullah Amas Strategic. Amas menilai apa yang dipaparkan Riza bukan sekadar asusmsi, melainkan realitas politik yang sedang mengunci langkah Hendri Sitorus.


Keterangan Gambar : Abdullah Amas Hasibuan, Founder Lembaga Abdullah Amas Strategic


Abdullah Amas: Hendri Harus Keluar dari "Perangkap"

Abdullah Amas menegaskan bahwa pernyataan Riza Tahir mengenai posisi Hendri yang kian melemah adalah sebuah early warning (peringatan dini).


"Apa yang disampaikan Bang Riza Tahir itu sangat presisi. Hendri Sitorus saat ini sedang berada dalam pusaran skenario besar yang didesain oleh oligarki di sekeliling Doli Tandjung. Jika Hendri tidak segera melakukan revitalisasi kekuatan dan hanya pasrah mengikuti ritme Doli, dia benar-benar akan menjadi 'boneka' yang lumpuh sebelum Musda dimulai," ujar Abdullah Amas dalam keterangannya, Rabu (7/1).


Menurut Amas, penempatan sosok seperti Ahmad Yasir Ridho Lubis sebagai Ketua Harian adalah bukti otentik bahwa kendali permainan tidak ada di tangan Hendri. "Ini adalah manuver untuk memastikan bahwa siapapun yang menjadi ketua nanti, kendali strategis tetap di bawah kendali kelompok tertentu. Hendri sedang dikepung dari dalam," tambahnya.


Skenario "Ulur Waktu" dan Pelemahan Sayap


Sebelumnya, Riza Fakhrumi Tahir memprediksi Musda XI PG Sumut tidak akan digelar dalam waktu dekat, bahkan kemungkinan besar setelah Lebaran atau hingga Juli/Agustus 2026. Penundaan ini dinilai sebagai cara untuk menguras energi dan cost politic Hendri Sitorus.


"Makin cepat Musda, makin untung Hendri. Tapi Doli pasti dikeroyok oligarkinya yang menghendaki permainan diperpanjang. Di sini, Hendri cuma 'boneka' Doli," cetus Riza.


Riza juga menyoroti komposisi pengurus PAW yang mayoritas adalah "orang-orang Doli". Kondisi ini membuat sayap politik Hendri patah. Bahkan, mereka yang membelot dari barisan mantan Ketua Musa Rajekshah (Ijeck) hanya dianggap sebagai pelengkap seremonial tanpa peran strategis.


Paradoks Ketua Harian dan Luka Politik 2020

Analisis Riza yang paling menohok adalah soal penunjukan Ahmad Yasir Ridho Lubis sebagai Ketua Harian. Menurutnya, jika Doli benar-benar ingin mendukung Hendri, jabatan itu seharusnya diberikan kepada Buyung Sitorus (ayah Hendri).


Langkah Doli justru dianggap sebagai upaya mengobati "luka politik" masa lalu pada Musda X tahun 2020, sekaligus menjadi penghalang bagi dominasi keluarga Sitorus di Golkar Sumut.


Jalan Keluar: Jalur Langsung ke Bobby Nasution

Menutup analisisnya, Riza menyarankan Hendri untuk tidak lagi berharap pada para pengkhianat atau sekadar mengikuti skenario Doli yang menekan.


"Satu-satunya cara memenangkan kompetisi adalah Hendri harus menghadap langsung ke Bobby Nasution tanpa perantara. Meminta peran Bobby agar mertuanya, Joko Widodo, kembali memberikan tekanan ke pusat (Bahlil Lahadalia). Jika tidak, Hendri pasti tamat," pungkas Riza.


Dukungan dari Abdullah Amas Strategic memperkuat sinyal bahwa internal Golkar Sumut sedang tidak baik-baik saja, dan posisi Hendri Yanto Sitorus kini berada di ujung tanduk jika tidak segera melakukan manuver ekstrem.


Berikut catatan selengkapnya dari Riza :


Catatan Politik Riza Fakhrumi Tahir Bahas Nasib Hendri Sitorus Dipimpong Doli?



MEDAN dikutip (Waspada.id): Melihat struktur dan personalia Pengurus DPD PG Sumut paska pergantian antarwaktu (PAW), Musda XI PG Sumut diperkirakan tidak terjadi sebelum Ramadhan ini.


Hal itu disampaikan politisi Partai Golkar Sumut, Riza Fakhrumi Thahir kepada Waspada.id, Selasa (6/1/2026).


Riza menyebut permainan bakal panjang. “Kalau paska Lebaran Musda dilaksanakan, itu sudah bagus. Jangan-jangan di bulan Juli atau Agustus baru dilaksanakan. Ini artinya, banyak kemungkinan yang akan terjadi jelang Musda XI PG Sumut,” cetusnya.



Riza menyebut, maunya Hendri Sitorus, pastilah Musda pada bulan ini juga, seperti pernyataan Plt Ketua Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Makin cepat dilaksanakan Musda, hitung-hitungannya menguntungkan Hendri. Setidaknya cost politic tidak makin besar. Tapi, itu tidak bakal terjadi. Doli pasti dikeroyok oligarkinya, yang menghendaki “permainan” diperpanjang.


“Saya kenal dengan para oligarki Doli. Mereka adalah para “pemain” yang pasti punya agenda masing-masing. Oleh karenanya, Hendri tidak berdaya untuk cawe-cawe ikut menentukan jadwal Musda. Di sini, Hendri cuma “boneka” Doli,” ungkapnya.



Komposisi kepengurusan baru, adalah gambaran kekuatan Hendri sudah lumpuh, bulu sayapnya sudah mulai bengkok dan patah-patah. Personel yang direkrut ke struktur pengurus hasil PAW, adalah orang-orang Doli Tandjung.


Jika mengerucut, merekalah oligarki yang ikut menentukan arah kebijakan PGSU ke depan, termasuk pelaksanaan Musda XI. Sedangkan pengurus lama yang tetap dipertahankan adalah hasil rekrutmen H. Musa Rajekshah, ketua yang dikudeta Doli.


Riza menyebut ada yang “lari” dari barisan Ijeck, tapi jumlahnya sedikit. Doli faham, mereka adalah para pengkhianat yang juga bakal mengkhianatinya kelak. Mereka tidak bakal berperan apapun, kecuali hanya jadi tukang angkat mikrofon, jaga kantor dan mengangkat daftar absen di waktu rapat.


Awalnya mereka mendukung Hendri. Tapi akhirnya terpaksa menjadi penonton, tidak mampu berperan sebagai representasi Hendri. Cuma mencari nilai di depan Doli.



Kalau sekedar manuver kecil agar ada laporan ke Hendri, hanya seperti itu yang bisa dilakukan. Hendri mau menjabat sebagai ketua, tapi dia tidak punya kekuatan di dalam struktur.


“Bagaimana mau menjadi ketua, sedangkan dia tidak tahu siapa lawan dan siapa kawannya. Hendri pasti membayar mahal untuk ini. Dia diperlemah, dan tidak terpilih sebelum Musda,” cetusnya.


Sesungguhnya Doli tidak ingin Hendri jadi Ketua PGSU. Kalau dia ingin, maka sangat gampang membacanya. Doli pasti akan memberi jabatan Ketua Harian kepada Buyung Sitorus, ayah Hendri.


Biarkan Buyung Sitorus yang bekerja menjadikan Hendri sebagai ketua. Masalahnya, Doli malah memberi Ketua Harian kepada orang lain, Ahmad Yasir Ridho Lubis, orang yang tidak dikehendaki Buyung menjadi Ketua PGSU pada Musda X tahun 2020. Ini paradoks. Doli, pasti akan mengobati “luka politik” akibat kegagalannya menjadikan Ahmad Yasir Ridho sebagai Ketua PGSU di Musda X pada 2020.



Makanya, kata Riza, di warung-warung kopi muncul pertanyaan besar apakah Hendri bakal jadi Ketua PG Sumut ? Belum tentu, karena boleh jadi muncul figur lain yang akan menggeser posisi Hendri.


Sedangkan Doli, hingga hari ini tidak pernah menyatakan bahwa Ketum DPP menugaskannya hanya untuk menjadikan Hendri sebagai ketua. Itu pasti tidak dilakukannya. Entah sampai kapan. Paling – paling Doli mengatakan, “ada sejumlah kader yang menjadi bakal calon Ketua PGSU.”


Disebutlah beberapa nama, satu di antaranya Hendri. Secara politik, apa yang salah ? Itu membuat Hendri makin bingung. Dia pasti gelisah menghadapi ketidakpastian ini. Posisinya sebagai calon tunggal Ketua PGSU makin tidak jelas.


Akhirnya Hendri terperangkap, di antara mengikuti kehendak Doli dan oligarki atau mundur dari posisi bakal calon ketua. Terjadi tarik menarik, tarik ulur.



Hendri boleh menjabat ketua, tapi jabatan-jabatan strategis lainnya diatur oleh Doli. Hendri tidak boleh berperan menentukan ketua-ketua DPD PG Kab/Kota. Lagi-lagi, Hendri menjadi “boneka” yang tidak punya kewenangan strategis.


Atau, Hendri mundur dari posisi bakal calon ketua. Skenario Doli, memang akan membuat Hendri tertekan dan dilematis. Hingga akhirnya Hendri mundur.


Menjabat ketua dengan mengeluarkan biaya besar, tapi tidak punya kewenangan strategis. Untuk apa ? Maukah Hendri jika cuma jadi “boneka” Doli ? Hendri pasti sangat tertekan, dan akhirnya memilih mundur. Kalah sebelum masuk gelanggang.


Hendri bisa menjadi Ketua kalau dia mengevaluasi dan merevitalisasi kekuatannya di DPD PGSU, membangun koalisi baru. Dia harus mengonsolidasi kekuatan pendukungnya hingga DPP, membangun jaringan baru dan berkoalisi. Kalau tidak mencari koalisi baru, Hendri pasti tamat.



Jangan berharap pada orang-orang yang berkhianat pada Ijeck. Mereka pasti akan lari lagi dari barisan Hendri. Sekali berkhianat pasti seterusnya berkhianat. Ketimbang berharap pada pengkhianat Ijeck, lebih baguslah jika Hendri mengajak Ijeck menghadapi Doli.


Tapi, itupun terlambat karena Doli sudah terlalu jauh mengonsolidasi kekuatannya di DPD PGSU untuk menekan Hendri. Bagi Doli, Hendri itu tidak ada apa-apanya. Makanya, dengan gampang Doli menyingkirkan peran Hendri.


Ini belum lagi di 33 DPD kab/kota, yang makin tidak menentu sikapnya, floating. Bagi DPD Kab/Kota ini, situasi hari ini penuh ketidakpastian. Ingat, berbulan-bulan lamanya Hendri mendekati DPD Kab/Kota, tapi selalu gagal.


Dibanding Ijeck, tingkat penerimaan Hendri di DPD Kab/Kota sangat rendah, meskipun, katanya, mendapat dukungan DPP PG.


Tugas penting Doli hari ini membalikkan situasi, menghapus pengaruh Ijeck. Sikap DPD Kab/Kota harus dibalik, tidak lagi ke Ijeck.


Apakah target menghilangkan pengaruh Ijeck di DPD Kab/Kota, itu untuk kepentingan Hendri ? Belum tentu. Akan terjadi tarik ulur, dan permainan bakal panjang hingga Hendri tunduk seratus persen kepada Doli dan oligarkinya.


Satu-satunya cara memenangkan kompetisi di Musda XI PG Sumut adalah Hendri harus menghadap langsung ke Bobby Nasution (tanpa perantara), Gubernur Sumut.


Sekali lagi, Hendri meminta peran Bobby agar mertuanya, Joko Widodo, kembali menekan Ketum DPP PG, Bahlil Lahadalia, agar pilihan Doli hanya satu, menangkan Hendri Yanto Sitorus. Cuma itu jalan Hendri bisa duduk di kursi PGSU-1. Itu, pun pasti dengan catatan, demikian Riza Fakhrumi Thahir.(i


Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Jalan Juang Abdullah Amas Bagi Kepemudaan, Kebangsaan Dan Dunia Islam

Redaksi APN- April 08, 2026 0
Jalan Juang Abdullah Amas Bagi Kepemudaan, Kebangsaan Dan Dunia Islam
Partai Berkarya menjadi puncak Kiprahnya di Politik Nasional. Di Partai Berkarya dia sempat menjabat sebagai Pj Ketua Umum saat Tri Joko Susilo sang Loyalis C…

Berita Populer

12 Kali Muhammad Qasim Trending Di X (Twitter) Amerika. Gerakan Global Menuju Kejayaan Keadilan Dan Kemakmuran

12 Kali Muhammad Qasim Trending Di X (Twitter) Amerika. Gerakan Global Menuju Kejayaan Keadilan Dan Kemakmuran

April 07, 2026
FB Adipati Kencana Menuliskan Transformasi Prabowo

FB Adipati Kencana Menuliskan Transformasi Prabowo

April 04, 2026
WALIKOTA SABANG ZULKIFLI H. ADAM MENDUKUNG  ANGGARAN DAN KEMUDAHAN  PERIJINAN CIAYUMAJAKUNING

WALIKOTA SABANG ZULKIFLI H. ADAM MENDUKUNG ANGGARAN DAN KEMUDAHAN PERIJINAN CIAYUMAJAKUNING

April 05, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

Maret 23, 2026
Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024
Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Desember 05, 2024

Trending News

12 Kali Muhammad Qasim Trending Di X (Twitter) Amerika. Gerakan Global Menuju Kejayaan Keadilan Dan Kemakmuran

12 Kali Muhammad Qasim Trending Di X (Twitter) Amerika. Gerakan Global Menuju Kejayaan Keadilan Dan Kemakmuran

April 07, 2026
FB Adipati Kencana Menuliskan Transformasi Prabowo

FB Adipati Kencana Menuliskan Transformasi Prabowo

April 04, 2026
WALIKOTA SABANG ZULKIFLI H. ADAM MENDUKUNG  ANGGARAN DAN KEMUDAHAN  PERIJINAN CIAYUMAJAKUNING

WALIKOTA SABANG ZULKIFLI H. ADAM MENDUKUNG ANGGARAN DAN KEMUDAHAN PERIJINAN CIAYUMAJAKUNING

April 05, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak