Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Cerpen : Takdir di Bawah Langit Tugu Rahmah 2018 Cerpen : Takdir di Bawah Langit Tugu Rahmah 2018

Cerpen : Takdir di Bawah Langit Tugu Rahmah 2018

Redaksi APN
Redaksi APN
03 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 Takdir di Bawah Langit Tugu Rahmah

Gerimis tipis baru saja menyapu debu di aspal Kwanyar, menyisakan aroma tanah yang basah dan menenangkan. Di sebuah gang sempit yang kelak kunamai “Tugu Rahmah”, langkahku terhenti. Nama itu bukan tanpa alasan. Bagiku, gang ini adalah replika kecil Jabal Rahmah di padang Arafah—titik temu suci tempat Adam menemukan kembali Hawanya setelah sekian lama terpisah oleh semesta.


Sore itu, di depan sebuah rumah sederhana, sebuah mobil berhenti. Wardah turun bersama ibunya. Biasanya, ia akan langsung mengekor masuk ke dalam rumah saudaranya tanpa menoleh. Namun, takdir hari ini punya naskah yang berbeda. Ibunya melangkah masuk, sementara Wardah tetap berdiri di sana, menatap langit sore seolah sedang menunggu sesuatu yang ia sendiri belum tahu.


Jantungku berdegup kencang, menghantam rongga dada. Ada keraguan yang menggelitik: Bagaimana jika ibunya keluar dalam hitungan detik? Bagaimana jika aku dianggap lancang?


Namun, menit berlalu dan Wardah masih di sana. Keheningan gang itu seolah memberiku panggung. Inilah saatnya. Aku melangkah mendekat, mencoba mengatur napas agar suara tidak terdengar bergetar.


“Permisi... boleh tanya rumahnya si Fulan di sebelah mana, ya?” tanyaku, sebuah basa-basi klasik yang sebenarnya hanya topeng untuk mencuri perhatiannya.


Wardah menoleh. Senyumnya terukir tipis, sangat ramah, dan yang membuatku terkejut adalah kesabarannya. Ia menjelaskan arah dengan detail, tanpa raut wajah terburu-buru. Tutur katanya lembut, selembut angin pesisir Kwanyar yang membelai wajah.


Aku memberanikan diri, melompati pagar keraguan yang sedari tadi membentengi. “Kamu... sudah menikah?”


Ia menggeleng pelan, matanya tenang menatapku. “Belum.”


“Sudah punya tunangan? Atau calon?” tanyaku lagi, lebih berani.


Di daerah ini, bertanya seperti itu pada perempuan adalah perjudian besar. Salah langkah sedikit, urusannya bisa panjang jika ia sudah milik orang. Namun, jawabannya kembali menyejukkan.


“Belum juga,” jawabnya singkat, masih dengan keramahan yang sama.


Udara di sekitar kami terasa mendadak hangat. Pintu kesempatan terbuka lebar. Tanpa banyak kiasan lagi, aku melontarkan pertanyaan yang mungkin terdengar gila bagi orang yang baru saja menanyakan arah jalan.


“Kalau... kalau kamu menikah dengan saya, bagaimana?”


Wardah terdiam sejenak. Tidak ada kemarahan di wajahnya, tidak ada tawa mengejek. Ia hanya menunduk sedikit, merapikan ujung jilbabnya, lalu menjawab dengan kalimat yang mengunci seluruh pencarianku.


“Saya... terserah orang tua.”


Jawaban itu bukan sekadar penyerahan diri, tapi sebuah undangan hijau. Di gang "Tugu Rahmah" itu, aku sadar bahwa pencarianku telah usai. Adam telah menemukan Hawanya, tepat di sebuah gang kecil di jantung Kwanyar

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

WALIKOTA SABANG ZULKIFLI H. ADAM MENDUKUNG ANGGARAN DAN KEMUDAHAN PERIJINAN CIAYUMAJAKUNING

Redaksi APN- April 05, 2026 0
WALIKOTA SABANG ZULKIFLI H. ADAM MENDUKUNG  ANGGARAN DAN KEMUDAHAN  PERIJINAN CIAYUMAJAKUNING
WALIKOTA SABANG ZULKIFLI H. ADAM MENDUKUNG  ANGGARAN DAN KEMUDAHAN  PERIJINAN CIAYUMAJAKUNING             Jakarta - Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, menega…

Berita Populer

Terkenal Sampai Jateng, Dokter Andre Diangkat Jadi Dewan Pertimbangan DPD BAPERA Kabupaten Salatiga Di Provinsi Jateng

Terkenal Sampai Jateng, Dokter Andre Diangkat Jadi Dewan Pertimbangan DPD BAPERA Kabupaten Salatiga Di Provinsi Jateng

Maret 29, 2026
Abdullah Amas, Bergerak Diantara Rakyat Jawa Tengah

Abdullah Amas, Bergerak Diantara Rakyat Jawa Tengah

Maret 29, 2026
Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Maret 31, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

Maret 23, 2026
Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024
Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Desember 05, 2024

Trending News

Terkenal Sampai Jateng, Dokter Andre Diangkat Jadi Dewan Pertimbangan DPD BAPERA Kabupaten Salatiga Di Provinsi Jateng

Terkenal Sampai Jateng, Dokter Andre Diangkat Jadi Dewan Pertimbangan DPD BAPERA Kabupaten Salatiga Di Provinsi Jateng

Maret 29, 2026
Abdullah Amas, Bergerak Diantara Rakyat Jawa Tengah

Abdullah Amas, Bergerak Diantara Rakyat Jawa Tengah

Maret 29, 2026
Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Maret 31, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak