Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Cerpen : Elegi Hadirnya Anak Kucing Ketujuh ( Bagian II Dari Cerpen Berjudul Tiga Senja Sebelum Fajar) Cerpen : Elegi Hadirnya Anak Kucing Ketujuh ( Bagian II Dari Cerpen Berjudul Tiga Senja Sebelum Fajar)

Cerpen : Elegi Hadirnya Anak Kucing Ketujuh ( Bagian II Dari Cerpen Berjudul Tiga Senja Sebelum Fajar)

Redaksi APN
Redaksi APN
02 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Gerimis tipis jatuh di beranda, membawa aroma tanah basah yang dingin. Di sudut sofa tua itu, Wini menatap Jend dengan mata yang sembab. Pertanyaan itu meluncur pelan, nyaris seperti bisikan yang pecah di udara.


"Jend, kamu sudah nggak bisa sama aku kah?"


Jend tersentak. Suara Wini biasanya melengking penuh tuntutan, namun kali ini terdengar seperti rintihan makhluk yang terluka. Jend tak mampu menatapnya lama. Di pikirannya, wajah Wini mulai memudar, tertutup oleh bayang-bayang masa lalu yang pahit. Kenangan tentang kata-kata kasar yang pernah terlontar dari bibir Wini seolah menjadi noda yang tak bisa dibilas bersih.


Takdir dalam Mimpi Empat Kucing

Jend teringat pada sebuah mimpi aneh yang pernah menghampirinya. Dalam mimpi itu, ia melihat empat ekor anak kucing. Tiga di antaranya tampak sangat sehat, bulunya berkilau, dan lincah—namun anehnya, mereka mati satu per satu dalam sekejap mata. Sementara itu, kucing keempat tampak kurus dan sakit-sakitan di awal, tetapi perlahan ia sembuh, tumbuh kuat, dan menjadi pendamping setia.


Wini adalah cerminan dari kucing-kucing sehat yang berumur pendek itu. Hubungan mereka dimulai dengan gairah yang membuncah, namun layu sebelum sempat mengakar kuat. Pesona Wini, yang dulu menjadi magnet bagi Jend, kini telah sirna. Kemampuannya untuk memanjakan Jend telah habis, digantikan oleh ketegangan yang melelahkan.


Tepat pada tanggal 16 Rabiul Awal, hari yang seharusnya menjadi perayaan kelahiran Wini, Jend justru memilih untuk melahirkan perpisahan. Ia memutuskan menceraikan Wini, memutus ikatan yang menurutnya sudah tidak memiliki detak jantung lagi.


Indah: Sang Kucing Ketujuh

Hanya berselang sehari setelah badai itu mereda, Jend menemukan pelabuhannya yang baru. Indah. Jika dihitung dalam perjalanan asmara Jend yang penuh lika-liku, Indah adalah "kucing ketujuh"—pasangan hidup yang kehadirannya terasa seperti anugerah yang tenang.


Pagi itu, matahari bersinar lembut menyentuh jendela apartemen Indah. Indah mendekat, lalu memeluk Jend dengan kehangatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Tidak ada tuntutan, tidak ada suara kasar, hanya ada rasa nyaman yang merayap masuk ke dalam pori-pori.


"Saya tak pernah secepat itu klik dengan cowok, kecuali pas sama kamu," puji Indah, suaranya lembut seperti beludru.


Kontras yang Nyata

Jend membalas pelukan itu, memejamkan mata. Indah sangat berbeda dengan Wini. Indah tahu benar cara meredam emosi Jend tanpa perlu banyak bicara. Ia adalah sosok yang cerdas dalam memanjakan, mengerti kapan harus mendekat dan kapan harus memberi ruang.


Namun, di balik kenyamanan itu, Jend terkadang teringat pada filosofi mimpinya. Apakah Indah adalah si kucing sehat yang akan mati cepat seperti tiga kucing sebelumnya? Ataukah mereka sedang memulai fase "sakit-sakitan" yang nantinya akan sembuh dan abadi?


Bagi Jend, saat ini masa depan adalah teka-teki. Ia hanya ingin menikmati pelukan Indah, mencoba melupakan bahwa kemarin ia baru saja mematahkan hati seseorang tepat di hari kelahirannya. Dalam dunia Jend, cinta memang seringkali lahir dari kematian perasaan yang lain.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

WALIKOTA SABANG ZULKIFLI H. ADAM MENDUKUNG ANGGARAN DAN KEMUDAHAN PERIJINAN CIAYUMAJAKUNING

Redaksi APN- April 05, 2026 0
WALIKOTA SABANG ZULKIFLI H. ADAM MENDUKUNG  ANGGARAN DAN KEMUDAHAN  PERIJINAN CIAYUMAJAKUNING
WALIKOTA SABANG ZULKIFLI H. ADAM MENDUKUNG  ANGGARAN DAN KEMUDAHAN  PERIJINAN CIAYUMAJAKUNING             Jakarta - Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, menega…

Berita Populer

Terkenal Sampai Jateng, Dokter Andre Diangkat Jadi Dewan Pertimbangan DPD BAPERA Kabupaten Salatiga Di Provinsi Jateng

Terkenal Sampai Jateng, Dokter Andre Diangkat Jadi Dewan Pertimbangan DPD BAPERA Kabupaten Salatiga Di Provinsi Jateng

Maret 29, 2026
Abdullah Amas, Bergerak Diantara Rakyat Jawa Tengah

Abdullah Amas, Bergerak Diantara Rakyat Jawa Tengah

Maret 29, 2026
Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Maret 31, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

Maret 23, 2026
Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024
Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Desember 05, 2024

Trending News

Terkenal Sampai Jateng, Dokter Andre Diangkat Jadi Dewan Pertimbangan DPD BAPERA Kabupaten Salatiga Di Provinsi Jateng

Terkenal Sampai Jateng, Dokter Andre Diangkat Jadi Dewan Pertimbangan DPD BAPERA Kabupaten Salatiga Di Provinsi Jateng

Maret 29, 2026
Abdullah Amas, Bergerak Diantara Rakyat Jawa Tengah

Abdullah Amas, Bergerak Diantara Rakyat Jawa Tengah

Maret 29, 2026
Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Maret 31, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak