Amas Ingatkan Bahlil Jangan Pelihara Mantan Ketum OKP Penjilat Dan Pemalsu Tanda Tangan JK
Sebuah berita disebutkan Ketua Majelis Syuro PB Gerakan Haluan Pemuda Islam (PB GHPI) Abdullah Amas menghimbau Bahlil Tidak "memelihara" Salah satu Mantan Ketum Organisasi Kemahasiswaan Ternama yang malah banyak buat pernyataan blunder sehingga Bahlil makin ramai dihujani hujatan. "Siapa yang saya maksud, kita sama-sama tahu lah yang ramai dulu kisah pemalsu tanda tangan Jusuf Kalla"ujar Amas
PB GHPI Ingatkan Bahlil Jangan Pelihara Mantan Ketum OKP Penjilat Dan Pemalsu Tanda Tangan JK
Ketua Majelis Syuro PB Gerakan Haluan Pemuda Islam (PB GHPI) Abdullah Amas menghimbau Bahlil Tidak "memelihara" Salah satu Mantan Ketum Organisasi Kemahasiswaan Ternama yang malah banyak buat pernyataan blunder sehingga Bahlil makin ramai dihujani hujatan.
"Siapa yang saya maksud, kita sama-sama tahu lah yang ramai dulu kisah pemalsu tanda tangan Jusuf Kalla, sekarang orang ini sesumbar bakal bela Bahlil sekalipun salah, ini kan orang gila yang mau tabrakin Golkar ke Logika Publik"ujar Amas
Tentu, mari kita pertajam narasi ini agar lebih berbobot, provokatif secara intelektual, dan memiliki nilai berita yang tinggi.
JAKARTA – Ketua Majelis Syuro Pengurus Besar Gerakan Haluan Pemuda Islam (PB GHPI), Abdullah Amas, melontarkan kritik pedas yang diarahkan langsung kepada Bahlil Lahadalia. Amas memperingatkan agar Bahlil segera mengevaluasi ring satu di sekelilingnya, terutama sosok mantan Ketua Umum organisasi kemahasiswaan ternama yang dinilai menjadi beban politik dan sumber blunder.
Amas menyoroti bahwa kehadiran sosok tersebut bukannya memberikan nilai tambah, melainkan justru memperkeruh opini publik terhadap Bahlil. Menurutnya, track record buruk di masa lalu, termasuk skandal pemalsuan tanda tangan tokoh bangsa Jusuf Kalla (JK), adalah cacat integritas yang tidak bisa diabaikan.
"Bahlil harus sadar bahwa narasi negatif yang menghujam dirinya belakangan ini tidak lepas dari peran 'pembisik' yang bermasalah. Jangan sampai investasi politik Bahlil hancur hanya karena memelihara sosok yang rekam jejaknya jelas-jelas cacat moral," tegas Amas.
Sorotan Tajam: Skandal Masa Lalu dan Efek Domino Amas merujuk pada peristiwa memalukan yang sempat menghebohkan publik, yakni pemalsuan tanda tangan mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Ia menilai, karakter "penjilat" dan perilaku manipulatif seperti itu hanya akan menjadi bom waktu bagi karier politik Bahlil ke depan.
"Siapa yang saya maksud, kita sama-sama tahu lah. Publik belum lupa dengan kisah pemalsu tanda tangan JK. Orang seperti ini hanya mencari aman dan posisi dengan cara menjilat, tapi justru menciptakan blunder yang membuat Bahlil makin ramai dihujani hujatan," lanjutnya.
Pesan Penutup PB GHPI mendesak Bahlil untuk lebih selektif dalam memilih rekan seperjuangan. Amas menekankan bahwa kepemimpinan yang kuat memerlukan dukungan dari orang-orang berintegritas, bukan mereka yang terbiasa menggunakan cara-cara kotor untuk bertahan hidup di panggung politik.


Posting Komentar