Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Sandiwara Berpakaian Seolah Muslim Dan Gunakan Surban Setelah Ditahan KPK, Amas Sebut Noel Sebagai Kadal Yang Nantang Kemarahan Rakyat Sandiwara Berpakaian Seolah Muslim Dan Gunakan Surban Setelah Ditahan KPK, Amas Sebut Noel Sebagai Kadal Yang Nantang Kemarahan Rakyat

Sandiwara Berpakaian Seolah Muslim Dan Gunakan Surban Setelah Ditahan KPK, Amas Sebut Noel Sebagai Kadal Yang Nantang Kemarahan Rakyat

Redaksi APN
Redaksi APN
24 Des, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 Keterangan Foto : Abdullah Amas dan Noel/Immanuel Ebenezer. Sandiwara Berpakaian Muslim Dan Bersurban  Setelah Ditahan KPK, Amas Sebut Noel Sebagai Kadal Biadab 

Jakarta - Amas Persada News -Immanuel Ebenezer berpakaian surban dan peci pasca ditahan KPK menuai kecaman dari Mantan Wasekjen PB HMI Abdullah Amas. Ketua Umum PSII (Pergerakan Spirit Islam Indonesia) ini menilai Noel lakukan hal yang tak wajar. "Ngapain pula malah ubah penampilan, orang itu yang penting kalaupun mau berubah ya hatinya, dia memang Kadal Biadab yang nantang kemarahan Rakyat, harus dihukum lebih keras"ujar Amas


Pernyataan Abdullah Amas tersebut menyoroti fenomena yang sering disebut masyarakat sebagai "religiusitas mendadak" saat seseorang terjerat kasus hukum. Amas, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum PSII, memberikan kritik tajam terhadap perubahan penampilan Immanuel Ebenezer (Noel) yang dianggap tidak substansial.


Berikut adalah beberapa poin utama dari kritik tersebut:


Inti Kritik Abdullah Amas

Ketidakwajaran Penampilan: Amas menilai penggunaan atribut keagamaan (surban dan peci) segera setelah ditahan KPK adalah tindakan yang tidak wajar dan terkesan sebagai "sandiwara".


Substansi vs Simbol: Ia menekankan bahwa perubahan yang sesungguhnya seharusnya terjadi pada hati dan perilaku, bukan sekadar mengubah penampilan luar untuk membangun citra tertentu.


Diksi yang Keras: Penggunaan kata "biadab" menunjukkan kemarahan atau kekecewaan yang mendalam terhadap apa yang dianggap sebagai politisasi simbol agama dalam konteks hukum.


Fenomena Sosial: Atribut Agama di Pusaran Kasus Hukum

Kritik Amas ini sebenarnya mencerminkan kegelisahan yang lebih luas di masyarakat mengenai penggunaan simbol agama oleh para tersangka korupsi. Ada beberapa alasan mengapa hal ini sering menuai kecaman:


Stigmatisasi Agama: Penggunaan atribut suci oleh pelaku kejahatan dikhawatirkan dapat mencitrakan bahwa pelaku kejahatan identik dengan identitas agama tertentu terlebih Noel berpenampilan bukan sesuai agama yang dianut.


Strategi Pengalihan Isu: Sering dianggap sebagai upaya untuk menarik simpati publik atau kelompok agama tertentu agar fokus beralih dari substansi perkara korupsi ke arah sentimen identitas.


Etika Moral: Bagi tokoh organisasi Islam seperti Amas, tindakan ini dianggap merendahkan marwah pakaian yang seharusnya digunakan untuk ibadah dan kemuliaan akhlak.


Pernyataan ini menambah daftar panjang kritik terhadap etika para politisi atau figur publik saat berhadapan dengan lembaga antirasuah.



Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Trending Beruntun Muhammad Qasim Ke 20 Kali Di Twitter (X) Amerika, Ini Bagian Tanda-Tanda Awal Kemenangan Islam

Redaksi APN- Mei 25, 2026 0
Trending Beruntun Muhammad Qasim Ke 20 Kali Di Twitter (X) Amerika, Ini Bagian Tanda-Tanda Awal Kemenangan Islam
Trending Beruntun Muhammad Qasim Ke 20 Kali Di Twitter (X) Amerika, Ini Bagian Tanda-Tanda Awal Kemenangan Islam New York - Trending ke 20 kali secara beruntu…

Berita Populer

Merayakan HUT Fahd A Rafiq, Merayakan Kepemudaan Nusantara, Merayakan Rakyat

Merayakan HUT Fahd A Rafiq, Merayakan Kepemudaan Nusantara, Merayakan Rakyat

Mei 19, 2026
Jakarta Atau Surabaya Kota Untuk Pegiat UMKM Dan Pekerja Dari Daerah?

Jakarta Atau Surabaya Kota Untuk Pegiat UMKM Dan Pekerja Dari Daerah?

Mei 19, 2026
Ketua Majelis Tinggi Gernas UMKM Bangkit: Visi Pangan Prabowo dan Langkah Mentan Amran Terbukti Jadikan Desa Benteng Ekonomi Nasional

Ketua Majelis Tinggi Gernas UMKM Bangkit: Visi Pangan Prabowo dan Langkah Mentan Amran Terbukti Jadikan Desa Benteng Ekonomi Nasional

Mei 20, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

ATUM Institute : Giat  Bimtek DPRD Asal PBB Se Indonesia Gelorakan Tiga Eksistensi, Hidup Ketum PBB Yuri!

ATUM Institute : Giat Bimtek DPRD Asal PBB Se Indonesia Gelorakan Tiga Eksistensi, Hidup Ketum PBB Yuri!

April 29, 2026
ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

Maret 23, 2026
Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024

Trending News

Merayakan HUT Fahd A Rafiq, Merayakan Kepemudaan Nusantara, Merayakan Rakyat

Merayakan HUT Fahd A Rafiq, Merayakan Kepemudaan Nusantara, Merayakan Rakyat

Mei 19, 2026
Jakarta Atau Surabaya Kota Untuk Pegiat UMKM Dan Pekerja Dari Daerah?

Jakarta Atau Surabaya Kota Untuk Pegiat UMKM Dan Pekerja Dari Daerah?

Mei 19, 2026
Ketua Majelis Tinggi Gernas UMKM Bangkit: Visi Pangan Prabowo dan Langkah Mentan Amran Terbukti Jadikan Desa Benteng Ekonomi Nasional

Ketua Majelis Tinggi Gernas UMKM Bangkit: Visi Pangan Prabowo dan Langkah Mentan Amran Terbukti Jadikan Desa Benteng Ekonomi Nasional

Mei 20, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak