Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Koalisi Partai Islam Kritik Demokrat soal Pilkada: Sebut Partai Plin-plan dan Terancam Terisolir Koalisi Partai Islam Kritik Demokrat soal Pilkada: Sebut Partai Plin-plan dan Terancam Terisolir

Koalisi Partai Islam Kritik Demokrat soal Pilkada: Sebut Partai Plin-plan dan Terancam Terisolir

Redaksi APN
Redaksi APN
31 Des, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 JAKARTA – Gelombang kritik tajam mulai menghantam Partai Demokrat terkait inkonsistensi sikap mereka dalam koalisi pemerintahan, terutama mengenai isu pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke DPRD. Koalisi Partai Islam hingga lembaga pengamat politik menilai Demokrat tengah berada dalam posisi berbahaya yang bisa membuat mereka terisolir dari kawan koalisi maupun rakyat.


Inkonsistensi yang "Menggerus" Suara

Kritik pedas datang dari Cahayani, pengamat dari Lembaga Abdullah Amas Strategic (Lembaga AAS). Ia menyoroti sikap Demokrat yang dianggap tidak seragam dengan koalisi pemerintah yang cenderung mendorong Pilkada via DPRD.


"Dari dulu Demokrat suka cari aman dan plin-plan, makanya suara terus tergerus," tegas Cahayani. Menurutnya, dengan posisi mentereng Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Menko Infrastruktur, Demokrat seharusnya menunjukkan kekompakan dan sikap uniform (seragam) di dalam koalisi, bukan justru menunjukkan perbedaan pendapat yang membingungkan publik.


Koalisi Partai Islam: "Demokrat Tak Lagi di Hati Rakyat"

Senada dengan Lembaga AAS, Koalisi Partai Islam yang terdiri dari Partai MASYUMIKU, PSII (Partai Spirit Islam Indonesia), Partai Islam Berkarya, dan PEDIKA (Partai Peduli Kependidikan) turut memberikan peringatan keras.


Koordinator Koalisi Partai Islam, Abdullah Amas, menilai bahwa basis massa Demokrat kini kian rapuh. Ia menganggap kegemaran Demokrat untuk berbeda pendapat di internal koalisi akan menjadi bumerang bagi masa depan partai berlambang bintang mersi tersebut.


"Demokrat sudah tak mendapat tempat di hati rakyat. Basisnya rapuh, ditambah sering berbeda pendapat di koalisi. Hal ini akan membuat posisi Demokrat terisolir," ujar Abdullah Amas dalam keterangannya.


Ancaman Menjadi Partai Terisolir

Amas menambahkan bahwa posisi Demokrat saat ini sangat riskan. Sebagai partai yang perolehan suaranya kini berada di level "papan tengah", sikap yang tidak tegas justru akan mempercepat penurunan elektabilitas mereka.


"Bayangkan, jadi partai besar tapi terisolir saja sudah sangat berbahaya, apalagi ini partai yang suaranya terus mengecil sebagai partai papan tengah. Jika terus begini, mereka bisa kehilangan relevansi di peta politik nasional," tambah Amas.


Kini publik menunggu, apakah Partai Demokrat akan menyelaraskan langkah dengan koalisi pemerintah dalam isu Pilkada via DPRD, atau tetap bertahan dengan sikap "tengah" yang oleh para kritikus disebut sebagai strategi "cari aman".


Apakah Anda ingin saya membuatkan infografis atau poin-poin ringkasan untuk dibagikan ke media sosial terkait artikel ini?

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Ternyata Alumni HMI, Ini Jawaban Bupati Sitobondo Mas Rio Kala Ditawari Maju Pilgub Jatim

Redaksi APN- September 23, 2026 0
Ternyata Alumni HMI, Ini Jawaban Bupati Sitobondo Mas Rio Kala Ditawari Maju Pilgub Jatim
Mas Rio: Saya Dididik Kiai Kholil As’ad untuk Tidak Mengejar Jabatan Politik Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengakui banyaknya dukungan warganet ya…

Berita Populer

Sejarah Partai Islam Mulai PSII Dan MASYUMI, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

Sejarah Partai Islam Mulai PSII Dan MASYUMI, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

September 22, 2026
Senyum Tenang dan Jurus Kuda-Kuda yang Kokoh: Dokter Andre Menatap 2029

Senyum Tenang dan Jurus Kuda-Kuda yang Kokoh: Dokter Andre Menatap 2029

September 17, 2026
Memaknai Keadilan Sosial: Antara Kesetaraan Kesempatan dan Penghargaan atas Ikhtiar

Memaknai Keadilan Sosial: Antara Kesetaraan Kesempatan dan Penghargaan atas Ikhtiar

September 17, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024
Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Desember 05, 2024
Di Aceh, Wagub Dan Kadis Kesehatan Kaltim Temui Helper Muhammad Qasim

Di Aceh, Wagub Dan Kadis Kesehatan Kaltim Temui Helper Muhammad Qasim

April 23, 2026

Trending News

Sejarah Partai Islam Mulai PSII Dan MASYUMI, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

Sejarah Partai Islam Mulai PSII Dan MASYUMI, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

September 22, 2026
Senyum Tenang dan Jurus Kuda-Kuda yang Kokoh: Dokter Andre Menatap 2029

Senyum Tenang dan Jurus Kuda-Kuda yang Kokoh: Dokter Andre Menatap 2029

September 17, 2026
Memaknai Keadilan Sosial: Antara Kesetaraan Kesempatan dan Penghargaan atas Ikhtiar

Memaknai Keadilan Sosial: Antara Kesetaraan Kesempatan dan Penghargaan atas Ikhtiar

September 17, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak