Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Begitu Hormatnya Arab Saudi Dan Jepang Pada Muhammad Natsir Begitu Hormatnya Arab Saudi Dan Jepang Pada Muhammad Natsir

Begitu Hormatnya Arab Saudi Dan Jepang Pada Muhammad Natsir

Redaksi APN
Redaksi APN
12 Des, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 


 *Kisah yang Tak Pernah Tercatat: Warisan Sunyi Mohammad Natsir

Resensi Buku “Kisah Pak Natsir yang Tidak Diceritakan dalam Sejarah” karya Agus M. Maksum*


Ada lembar sejarah bangsa yang tak pernah masuk buku teks, tapi berdenyut dalam ingatan orang-orang yang menjaganya dengan cinta dan keyakinan.


Salah satunya adalah kisah Mohammad Natsir — ulama, negarawan, dan pendiri Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) — yang dalam kesederhanaannya pernah menjadi penentu arah sejarah dunia.


Itulah kisah yang diangkat dengan penuh ketulusan oleh Agus M. Maksum dalam buku “Kisah Pak Natsir yang Tidak Diceritakan dalam Sejarah.”

Buku ini bukan sekadar biografi tokoh, melainkan rekonstruksi moral dan spiritual tentang makna kepemimpinan yang ikhlas dan tanpa pamrih.


📜 *Sepucuk Surat yang Mengubah Dunia*

Tahun 1973, dunia dikejutkan oleh embargo minyak yang dilakukan Raja Faisal dari Arab Saudi terhadap negara-negara Barat.


Di tengah krisis itu, Jepang — yang ekonominya bergantung penuh pada minyak Timur Tengah — nyaris lumpuh total.

Lalu datanglah saran dari seorang tokoh tua yang masih dihormati: “Pergilah ke Indonesia. Temui Mohammad Natsir.”

Diplomat muda Jepang bernama Nakajima-san pun berangkat ke Jakarta, menemui Natsir yang kala itu sudah tidak lagi memegang jabatan, hidup sederhana di rumahnya yang tenang.


Pertemuan mereka singkat, tanpa upacara.

Natsir hanya menulis sepucuk surat dalam bahasa Arab, lalu menyerahkannya kepada Nakajima dengan pesan:

“Sampaikan ini kepada Raja Faisal.”

Surat itu tidak disalin. Tidak ada duplikat. Tidak ada publikasi.

Namun beberapa hari kemudian, Raja Faisal mencabut embargo minyak untuk Jepang — dengan satu syarat: pengiriman harus melalui Indonesia, sebagai bentuk penghormatan kepada Natsir.


Bertahun-tahun kemudian, Hamada-san, diplomat senior Jepang yang bersahabat dengan penulis, berkata:

“Bagi kami, wafatnya Mohammad Natsir lebih dahsyat dari jatuhnya bom atom di Hiroshima. Karena bom atom membunuh tubuh...dst yang intinya M.Natsir pergi melebihi kesedihan kala ditimpa Hiroshima


💡 *Antara Fakta, Kesaksian, dan Keteladanan*

Agus M. Maksum menulis dengan hati seorang murid yang menunaikan amanah sejarah.


Ia menggabungkan kesaksian para saksi hidup seperti Hamada-san, Zulkarnain Barmansjah, dan Ir. Dedi Nandra, serta dokumen lama dari Majalah Media Dakwah (edisi Maret 1993) yang memuat wawancara dengan Nakajima-san sendiri.

Semua bukti itu disusun dalam narasi yang tidak berpretensi akademis, tapi kuat secara moral.


Natsir digambarkan bukan hanya sebagai tokoh politik, melainkan seorang manusia yang menjaga kehormatan amalnya dari sorotan dunia.

Ketika Jepang ingin memberinya penghargaan, Natsir hanya berkata:

“Segala amal cukup Allah yang menilai.”

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Ini Pesan Ketua Harian Gerindra Prof. Dasco Di Acara Kader Gerindra Sulut

Redaksi APN- Mei 23, 2026 0
Ini Pesan Ketua Harian Gerindra Prof. Dasco Di Acara Kader Gerindra Sulut
Dikutip Berita Manado.com, Ketua Harian sekaligus Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan kunjungan kerja men…

Berita Populer

Merayakan HUT Fahd A Rafiq, Merayakan Kepemudaan Nusantara, Merayakan Rakyat

Merayakan HUT Fahd A Rafiq, Merayakan Kepemudaan Nusantara, Merayakan Rakyat

Mei 19, 2026
TRENDING KE 18 KALI MUHAMMAD QASIM DI TWITTER (X) AMERIKA, TEMA QASIM KEMBALI KE TAUHID MURNI PUNYA DALIL-DALIL KUAT

TRENDING KE 18 KALI MUHAMMAD QASIM DI TWITTER (X) AMERIKA, TEMA QASIM KEMBALI KE TAUHID MURNI PUNYA DALIL-DALIL KUAT

Mei 19, 2026
Jakarta Atau Surabaya Kota Untuk Pegiat UMKM Dan Pekerja Dari Daerah?

Jakarta Atau Surabaya Kota Untuk Pegiat UMKM Dan Pekerja Dari Daerah?

Mei 19, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

ATUM Institute : Giat  Bimtek DPRD Asal PBB Se Indonesia Gelorakan Tiga Eksistensi, Hidup Ketum PBB Yuri!

ATUM Institute : Giat Bimtek DPRD Asal PBB Se Indonesia Gelorakan Tiga Eksistensi, Hidup Ketum PBB Yuri!

April 29, 2026
ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

Maret 23, 2026
Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024

Trending News

Merayakan HUT Fahd A Rafiq, Merayakan Kepemudaan Nusantara, Merayakan Rakyat

Merayakan HUT Fahd A Rafiq, Merayakan Kepemudaan Nusantara, Merayakan Rakyat

Mei 19, 2026
TRENDING KE 18 KALI MUHAMMAD QASIM DI TWITTER (X) AMERIKA, TEMA QASIM KEMBALI KE TAUHID MURNI PUNYA DALIL-DALIL KUAT

TRENDING KE 18 KALI MUHAMMAD QASIM DI TWITTER (X) AMERIKA, TEMA QASIM KEMBALI KE TAUHID MURNI PUNYA DALIL-DALIL KUAT

Mei 19, 2026
Jakarta Atau Surabaya Kota Untuk Pegiat UMKM Dan Pekerja Dari Daerah?

Jakarta Atau Surabaya Kota Untuk Pegiat UMKM Dan Pekerja Dari Daerah?

Mei 19, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak