Seni Berkawan Dan Seni Berkoalisi
Oleh : Abdullah Amas (Direktur Eksekutif ATUM Institute)
Seni berkawan dan seni berkoalisi bukan hanya menuntut kemampuan mengartikulasikan diri dan nilai-nilai kita secara baik dan mempesona melainkan juga menuntut kemampuan memahami orang lain. Memasuki ruang dan hati mereka, mengelola perbedaan-perbedaan menkadi kekuatan dinamis dan mengantisipasi potensi ancaman untuk tidak terkristalisasi menjadi kekuatan destruktif
Prof. Dasco bagi saya itulah seni berkoalisi dan berkawan. Bahkan bukan saja mampu menjaga keteduhan koalisi melainkan juga turut menjaga kesejukan demokrasi dan harmoni dengan Partai lain
Di Pilkada di Madura misalkan dengan dominasi kuat PDIP di salah satu Kabupaten. Gerindra memilih berkoalisi dengan PDIP karena kita melihat Gerindra sangat menginginkan harmoni daerah daripada sekedar kompetisi politik. Sikap yang mengandung nilai-nilai demokrasi ini membuat Gerindra menjadi kawan secara utuh bagi sistem demokrasi yang nyaman bagi semua Partai tak hanya yang berada di Koalisi
Harmoni dalam internal dan eksternal Koalisi membutuhkan jiwa besar, kerja firasat dan perhitungan yang konfrehensif.
Memang Gerindra polos dan tulus, namun silih berganti kawan dan lawan akhirnya makin banyak sepakat ketulusan Gerindra dalam berkawan utamanya berkawan dengan rakyat sudah sangat layak digancar kemenangan Pilpres dan berbagai kemenangan fenomenal Pilkada seperti di Banten


Posting Komentar