Sekjen Akurat Indonesia, Tumpal Daniel: MILIKI 76,2 GW INDONESIA PACU AKSELERASI SEBAGAI NEGARA INDUSTRI
*Sekjen Akurat Indonesia, Tumpal Daniel:
MILIKI 76,2 GW INDONESIA PACU AKSELERASI SEBAGAI NEGARA INDUSTRI*
Jakarta, 21/1.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia,Menteri BUMN, Erick Thohir dan Menteri Pekerjaan Umum,Hanggodo meresmikan 37 proyek strategis ketenagalistrikan yang dipusatkan di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025). Peresmian proyek ketenagalistrikan yang tersebar di 18 provinsi di Indonesia menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mewujudkan transisi energi dan kemandirian energi yang berkelanjutan melalui akselerasi infrastruktur energi nasional.
, serta 11 jaringan transmisi dan gardu induk di 18 provinsi yang terhubung secara virtual ke lokasi lainnya.
Dalam peresmian itu, Presiden Prabowo mengatakan, “Kita ingin menjadi negara modern, negara maju, kita ingin meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia, kita ingin menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Untuk itu, energi sangat vital, kita punya sumber alam yang cukup besar dan kita sekarang punya kemampuan untuk melakukan transformasi ini,” Presiden Prabowo juga menargetkan kemandirian energi dalam lima tahun ke depan, termasuk penghentian impor bahan bakar minyak (BBM). Presiden Prabowo optimistis bahwa Indonesia tidak hanya akan menjadi negara mandiri, tetapi juga menjadi salah satu pemain utama dalam transformasi energi global.
Akurat Indonesia mencoba menghitung berdasarkan data di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PLN terkait
Pembangkit listrik sebesar 3,2 gigawatt (GW) . "Pembangkit listrik 3,2 GW dapat menghasilkan energi sekitar:
3.2 miliar watt atau 28.8 juta kilowatt/jam - (kWh) per jam. Untuk memahami besaran tenaga listrik, berikut ini perbandingannya. Konversi Daya 1 gigawatt (GW) = 1.000 megawatt (MW) dan 1 megawatt (MW) = 1.000 kilowatt (kW). Tambahan listrik 3,2 GW dapat digunakan: Menyuplai listrik kepada sekitar 2,5 juta rumah tangga, mengisi baterai 1,2 juta mobil listrik dalam satu jam,menyuplai kebutuhan listrik kota besar seperti Jakarta atau Surabaya. Hitungan ini sangat signifikan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara industri yang ditargetkan Pemerintah.
Saat ini total kapasitas pembangkit listrik di Indonesia pada 2022 adalah sekitar 73 GW ditambah dengan pembangkit listrik yang baru diresmikan sebesar 3,2 GW berarti Indonesia telah memiliki 76,2 GW. Bila kita bandingkan dengan Jepang dan Korea Selatan sebagai negara industri terdepan di Asia. Mereka telah memiliki 307 GW untuk Jepang dan 122 GW untuk Korea Selatan. Menurut Akurat Indonesia, untuk sejajar dengan Jepang dan Korea Selatan,Indonedia masih butuh tambahan memperbesar pembangkit listrik yang ada saat ini.
"Solusinya untuk mempercepat kesejajaran kita sebagai negara industri yang besar, adalah dengan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir dan termal. Memang rencana jangka panjang Kementerian ESDM sudah mencanangkan pembangunan listrik tenaga nuklir pada tahun 2050. Pertanyaannya kini, mungkin tidak di masa pemerintahan Prabowo Subianto selama lima tahun ini atau bila bertambah di periode kedua dapat membangun pembangkit listrik tenaga nuklir ? ",tegas Tumpal Daniel, Sekjen Akurat Indonesia.
(Anas Persada News)


Posting Komentar