FOREST CITY IKN HARUS BERKACA DARI TERBAKARNYA LOS ANGELES
*Sekjen Akurat Indonesia, Tumpal Daniel:
FOREST CITY IKN HARUS BERKACA DARI TERBAKARNYA LOS ANGELES*
ANS, Jakarta, 12/1
IKN sebagai Kota Hutan (Forest City) mengalokasikan lebih 75% wilayah IKN menjadi ruang hijau, Pembangunan IKN sudah mencapai 25% dari total 256.000 hektar lahan yang tersedia. Ini berarti bahwa 75% dari lahan tersebut atau sekitar 192.000 hektar akan dipertahankan sebagai kawasan hutan dan ruang terbuka hijau. Badan Pengelola Otorita IKN harus berkaca pada musibah besar kebakaran di Los Angeles. Sebab potensi kebakaran kota dengan konsep Forest City sangat besar. Faktor Risiko yang ada di IKN, menurut Tumpal Daniel, Sekjen Akurat Indonesia adalah kondisi lahan gambut yang mudah terbakar, perubahan iklim global dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan,dan tentu faktor kelalaian manusia seperti pembakaran sampah dan lain sebagainya.
*Berkaca ke Los Angeles*
Sumber berita yang didapati Akurat Indonesia dari United States Census Bureau, City of Los Angeles, dan Los Angeles County, mengatakan.
Kebakaran hutan di Los Angeles (LA) yang terjadi merupakan serangkaian kebakaran hutan dahsyat yang mempengaruhi wilayah metropolitan LA dan sekitarnya. Kebakaran ini diperburuk oleh kelembapan yang sangat rendah, kondisi kering, dan angin kencang seperti badai Santa Ana yang berkekuatan 80-100 mil per jam . Hingga tanggal 9 Januari, kebakaran hutan telah mengakibatkan sepuluh orang meninggal dunia, menghancurkan atau merusak lebih dari 9.300 bangunan, dan memaksa hampir 180.000 orang mengungsi.
Kebakaran hutan di Los Angeles yang sedang terjadi saat ini merupakan salah satu kebakaran terburuk dalam sejarah kota tersebut. Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai $ 150 miliar, menjadikannya salah satu kebakaran paling merugikan dalam sejarah Amerika Serikat.Kondisi pemerintahan dan aktivitas masyarakat Los Angeles (LA) terganggu akibat kebakaran hutan yang melanda wilayah tersebut. Dengan jumlah penduduk Los Angeles (LA) mencapai 3.898.747 jiwa pada tahun 2020. Sementara di wilayah metropolitan LA mencapai 13.200.998 jiwa, menjadikan LA sebagai kota terbesar kedua di Amerika Serikat (AS) setelah New York City. LA berperan penting dalam perekonomian AS karena merupakan pusat industri hiburan, teknologi, dan perdagangan internasional. Pelabuhan LA merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di AS dan berperan sebagai penghubung dagang antara AS dan Asia Pasifik. Industri hiburan seperti Hollywood dan industri teknologi juga berkontribusi besar terhadap perekonomian LA dan AS secara keseluruhan.
Akurat Indonesia berkepentingan untuk mengingatkan kepada Badan Pengelola Otorita IKN sedini mungkin lakukan upaya-upaya mitigasi dalam antisipasi kebakaran seperti yang terjadi di Los Angeles. Mengingat wilayah di IKN serupa dengan Los Angeles dikelilingi kawasan hutan. Perlu dilakukan pengelolaan lahan gambut yang tepat untuk mencegah kekeringan. Membangun sistem pemantauan kebakaran hutan yang efektif. Mengedukasi dan melibatkan masyarakat dalam pencegahan kebakaran. Perencanaan kota yang mempertimbangkan faktor risiko kebakaran. "Saatnya tiba IKN benar-benar operasional sebagai ibu kota, bukan hanya menjadi kebanggaan Indonesia memiliki pusat pemerintahan yang berkonsep forest City, tapi juga aman dari ancaman kebakaran", tutup Tumpal Daniel.


Posting Komentar