ATUM Institute Satu Paham Prof. Dasco Runyamnya PT Lolos DPR Dihapus MK
JAKARTA - AMAS PERSADA NEWS -Ketua Harian Partai Gerindra Prof. Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, jika semua partai politik (parpol) lolos ke DPR karena parliamentary threshold juga dihapus, maka fungsi DPR dan pemerintah akan terganggu. Pasalnya, menurut dia, kerja pengawasan dan anggaran harus terkonsolidasi. Sehingga, banyaknya parpol di parlemen justru akan mengganggu kerja tersebut. "Kalau semua partai politik yang nanti ikut pemilu lalu kemudian (parliamentary threshold) nol persen, semua bisa duduk di DPR, ya kan kita sudah tahu bahwa fungsi-fungsi DPR itu legislasi, pengawasan dan anggaran, juga harus kemudian terkonsolidasi," ujar Prof.Dasco di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2025). "Sehingga, kalau terlalu banyak dari banyak partai, ya kita khawatir bahwa kemudian fungsi-fungsi ini akan juga terganggu dan membuat juga pemerintah terganggu," katanya
Meski demikian, Prof. Dasco menganggap wajar jika parpol yang selama ini tidak pernah lolos ambang batas parlemen mengusulkan angka nol persen itu. Selama ini, ambang batas parlemen sebesar empat persen. Pada Pemilu 2024, hanya delapan partai yang akhirnya berhasil memenuhi batas tersebut. Kini, ketentuan presidential threshold atau ambang bantas pencalonan presiden dan wakil presiden telah dihapus dari yang tadinya 20 persen. "Ya mungkin bagi partai yang selama ini enggak pernah dapat ambang batas, ya itu wajar saja diusulkan. Tetapi ada plus minusnya kan," ujar Prof. Dasco.
Sementara itu Direktur Eksekutif ATUM Institute Abdullah Amas menyebut bahwa sulit menyatukan perbedaan Partai dalam satu Fraksi. "Contoh dulu 1999 betapa rumitnya penyatuan sikap Fraksi Reformasi yang berisi PAN dan Partai Keadilan padahal secara platfrom mereka dekat dan mengklaim reformis atau rumitnya penyatuan sikap PBB, PDK dan lainnya dalam Satu Fraksi Pelopor Bintang Reformasi kala 2004"ujar Amas
Dengan ego Pimpinan Parpol yang tinggi, kekuatan legitimasi suara rakyat yang lemah dan rendah dan lainnya maka hanya akan membuat suatu hal tak signifikan bagi rakyat jika Parpol tak memiliki Fraksi berada di DPR
"Misal cuma punya 3 atau 2 kursi, secara power lemah dan kita melihat waktu 1999 dan 2004 saja susah kita lihat ada Partai yang Anggotanya bersinar di DPR kalau tak punya Fraksi"tegas Mantan Wasekjen PB HMI ini


Posting Komentar