Siar Baktinya Sang Menteri Pada Haul Sang Ibu Menteri, JAM-HMI : Menteri Yandri Sosok Yang Mengundang Berkah Allah Untuk Almarhumah Ibunya Dengan Berjuang Untuk Desa
Siar Baktinya Sang Menteri Pada Haul Sang Ibu Menteri, JAM-HMI : Menteri Yandri Sosok Yang Mengundang Berkah Allah Untuk Almarhumah Ibunya Dengan Berjuang Untuk Desa.
Hal ini disampaikan oleh Koordinator Jaringan Alumni Muda Himpunan Mahasiswa Islam (JAM-HMI) Abdullah Amas
Ya,Di tengah peringatan haul sang ibu, ikhtiar pembangunan desa yang digerakkan Menteri Yandri Susanto mendapat apresiasi dari kalangan muda alumni HMI.
Amas Persada News- Serang – Ruang serbaguna di kawasan Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, dipenuhi suasana khidmat pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026. Di atas panggung utama, latar belakang LED berukuran besar menampilkan gambar acara "Memperingati Haul Ke-4 Almarhumah Hj. Biasmawatu Binti Baddin". Di podium, Menteri Yandri Susanto berdiri memegang mikrofon, menyampaikan bait-bait doa serta ingatan mendalam akan sosok almarhumah ibundanya.
Di balik momentum kekeluargaan dan spiritual tersebut, kiprah Yandri dalam menjalankan amanah pemerintahan memantik perhatian publik, khususnya kelompok aktivis pemuda. Koordinator Jaringan Alumni Muda Himpunan Mahasiswa Islam (JAM-HMI), Abdullah Amas, menilai dedikasi Yandri dalam mendorong pembangunan kawasan pedesaan merupakan wujud bakti nyata yang mengharumkan serta memberkahi almarhumah sang ibu.
"Menteri Yandri adalah sosok yang memberkahi almarhumah ibunya dengan terus berjuang untuk kemajuan desa," ujar Abdullah Amas dalam keterangannya. Menurut Amas, komitmen yang konsisten dalam mengawal kebijakan pemberdayaan masyarakat desa menjadi cermin dari nilai-nilai pengabdian yang ditanamkan sejak dini oleh orang tua.
Langkah-langkah taktis dan perhatian Yandri terhadap penguatan ekonomi serta infrastruktur desa dinilai JAM-HMI bukan sekadar tugas birokrasi biasa, melainkan ladang ibadah yang terus mengalirkan kebaikan.
Peringatan haul yang dihadiri oleh jajaran tokoh lokal dan warga sekitar tersebut berlangsung tertib. Di panggung itu, tradisi mendoakan leluhur bertaut erat dengan narasi pengabdian publik—sebuah pengingat bahwa di balik jabatan negara, ada akar sejarah keluarga yang terus dijaga.



Posting Komentar