Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Kala Legenda NasDem Di Senayan Perjuangkan Sapu Bersih Pajak Penulis Buku Sampai 0 Persen Angkat Citra NasDem Jadi Partai Pro Literasi Kala Legenda NasDem Di Senayan Perjuangkan Sapu Bersih Pajak Penulis Buku Sampai 0 Persen Angkat Citra NasDem Jadi Partai Pro Literasi

Kala Legenda NasDem Di Senayan Perjuangkan Sapu Bersih Pajak Penulis Buku Sampai 0 Persen Angkat Citra NasDem Jadi Partai Pro Literasi

Redaksi APN
Redaksi APN
19 Okt, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Keterangan Gambar : Anggota DPR-RI NasDem Willy Adiya. Kala Legenda NasDem Di Senayan Perjuangkan Sapu Bersih Pajak Penulis Buku Sampai 0 Persen Angkat Citra NasDem Jadi Partai Pro Literasi 



 Jakarta-Amas Persada News-Hal ini disampaikan oleh Koordinator Pimpinan Nasional (PIMNAS) Jaringan Alumni Muda HMI Abdullah Amas terkait kiprah Anggota DPR-RI NasDem Willy Aditya yang dalam rekam jejak digitalnya perjuangkan pajak 0 persen buat penulis buku.


"Ini adalah bukti paling keras bahwa Willy adalah lagenda DPR yang concren terhadap isu literasi"tegas Amas


Ya, Di tengah dinginnya ruang sidang DPR dan peliknya debat fiskal nasional, sebuah terobosan fundamental lahir untuk masa depan literasi Indonesia. Anggota DPR-RI dari Fraksi NasDem, Willy Aditya, menancapkan jejak emas yang bakal dikenang sepanjang sejarah: memperjuangkan pajak 0 persen bagi para penulis buku. Sebuah langkah radikal yang tak hanya membebaskan jemari para intelektual dari jerat pajak, tetapi juga menahbiskan Partai NasDem sebagai benteng terdepan partai politik pro-literasi.


Angin Segar untuk Para Penulis

Selama puluhan tahun, mesin gagasan di negeri ini bak kehabisan bahan bakar. Penulis buku—mereka yang menenun gagasannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa—harus bergelut dengan potongan pajak royalitas yang tergolong mencekik. Namun, suara lantang Willy Aditya di koridor Senayan mengubah arah angin tersebut secara mendasar.


Langkah politisi NasDem ini dinilai sebagai keberanian langka di panggung politik nasional. Di saat mayoritas politisi sibuk berhitung elektoral lewat narasi populis belaka, Willy justru fokus pada investasi termahal sebuah bangsa: ilmu pengetahuan dan peradaban.


"Ini adalah bukti paling keras bahwa Willy adalah legenda DPR yang concern terhadap isu literasi," tegas Koordinator Pimpinan Nasional Jaringan Alumni Muda HMI, Abdullah Amas.


NasDem dan Politik Peradaban

Pernyataan Amas bukan tanpa alasan. Rekam jejak digital mencatat konsistensi Willy Aditya dalam mengawal isu-isu perbukuan dan kebudayaan. Perjuangan membebaskan pajak bagi penulis hingga titik nol persen bukan sekadar kompromi kebijakan—ini adalah statement politik bahwa literasi harus ditempatkan di singgasana tertinggi.


Imbasnya terasa langsung pada citra partai. Kebijakan pro-literasi yang didorong oleh Willy Aditya secara otomatis memoles wajah Partai NasDem. Partai pimpinan Surya Paloh ini kini tampil beda: elegan, berbobot, dan berpandangan jauh ke depan. NasDem berhasil membuktikan diri bukan sekadar mesin pemenang pemilu, melainkan partai pro-literasi yang pasang badan untuk masa depan karya intelektual anak bangsa.


Monumen Hidup di Senayan

Di mata publik dan kalangan akademisi, dedikasi Willy Aditya telah menempatkannya pada jajaran wakil rakyat yang langka. Ketika wacana literasi sering kali hanya berhenti di meja seminar dan ruang diskusi teoretis, Willy membawanya langsung ke meja pembuat kebijakan dan mengeksekusinya menjadi realitas.


Dukungan mutlak terhadap penulis buku ini menjadi legacy (warisan) yang tak terhapuskan. Lewat keberanian politik Willy Aditya dan komitmen Partai NasDem, fajar baru bagi dunia perbukuan Indonesia telah terbit—di mana ide, gagasan, dan ilmu pengetahuan tak lagi dibebani bea, melainkan dirayakan sepenuhnya.



Seperti diberitakan kala itu Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, mendorong penghapusan pajak kertas dan pajak penulis hingga nol persen dalam revisi UU Sistem Perbukuan. Langkah itu dinilai penting untuk menurunkan harga buku dan memperkuat ekosistem literasi nasional.


Revisi UU Sistem Perbukuan tersebut kini telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) dan menjadi salah satu prioritas yang diperjuangkan Komisi XIII DPR RI.


“Salah satu yang diperjuangkan dalam revisi UU tersebut yakni pajak kertas dan pajak penulis Rp0. Revisi UU Sistem Perbukuan ini menjadi prioritas saya karena dari dulu saya mendapatkan uang dari menulis,” ujar Willy dalam diskusi bersama Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi), di Jakarta, Kamis (21/5/2026).


Menurut Willy, revisi UU ini bertujuan menghapus stigma buku sebagai barang mewah sehingga akses terhadap ilmu pengetahuan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.


“Jika suatu bangsa menjadikan buku sebagai barang mewah, maka pengetahuan adalah suatu hak yang istimewa. Ketika pengetahuan menjadi hak istimewa, maka berpikir kritis itu menjadi suatu hal yang elitis. Jadi, kita sedang menata dari hulu ke hilir,” paparnya.


Selain penghapusan pajak, revisi UU Sistem Perbukuan juga memuat sejumlah poin penting, di antaranya subsidi logistik distribusi buku, penguatan perlindungan hak cipta, serta dukungan bagi penerbit independen agar lebih kompetitif.


Legislator Fraksi Partai NasDem itu menyebut transformasi ekosistem perbukuan menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk menarik minat generasi muda menjadi penulis profesional.


“Mengapa anak-anak kita tidak ada yang berpikir menjadi penulis? Karena tidak ada uangnya. Oleh karena itu, ekosistem perbukuan ini harus bertransformasi. Musik dan film saja bisa, mengapa buku tidak?” tegasnya.


Ia juga mengungkapkan telah melakukan serap aspirasi di sejumlah daerah seperti Padang, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta guna memastikan revisi UU tersebut sesuai kebutuhan pelaku industri perbukuan.


Melalui revisi UU Sistem Perbukuan, DPR RI berharap tercipta industri buku yang sehat, mandiri, dan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan tanpa terbebani tingginya biaya produksi dan distribusi.


 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Firza Husein Punya Kharisma Kuat Sebagai Pemimpin Dari Kalangan Muslimah

Redaksi APN- Oktober 20, 2026 0
Firza Husein Punya Kharisma Kuat Sebagai Pemimpin Dari Kalangan Muslimah
Firza Husein Punya Kharisma Kuat Sebagai Pemimpin Dari Kalangan Muslimah Ketua Umum Pimpinan Nasional Jaringan Alumni Muda Himpunan Mahasiswa Islam (JAM-HMI) A…

Berita Populer

JAM-HMI  Ajak Alumni Muda HMI dan Aktivis Lihat Podcast Dokter Ali Mahsun di Kemnaker RI

JAM-HMI Ajak Alumni Muda HMI dan Aktivis Lihat Podcast Dokter Ali Mahsun di Kemnaker RI

Oktober 15, 2026
Dari Perda ke Aksi Nyata, Front Syarikat Islam Indonesia Dorong Kolaborasi Pemuda dalam Pariwisata Sukabumi

Dari Perda ke Aksi Nyata, Front Syarikat Islam Indonesia Dorong Kolaborasi Pemuda dalam Pariwisata Sukabumi

Oktober 15, 2026
Menemukan Arah Baru Politik Umat, Sambutan Wakil Ketua DPD RI Sekaligus Mantan Ketum PB HMI Tamsil Linrung Atas Sebuah Buku Karya Nunu A. Hamijaya

Menemukan Arah Baru Politik Umat, Sambutan Wakil Ketua DPD RI Sekaligus Mantan Ketum PB HMI Tamsil Linrung Atas Sebuah Buku Karya Nunu A. Hamijaya

Oktober 19, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024
Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Desember 05, 2024
Di Aceh, Wagub Dan Kadis Kesehatan Kaltim Temui Helper Muhammad Qasim

Di Aceh, Wagub Dan Kadis Kesehatan Kaltim Temui Helper Muhammad Qasim

April 23, 2026

Trending News

JAM-HMI  Ajak Alumni Muda HMI dan Aktivis Lihat Podcast Dokter Ali Mahsun di Kemnaker RI

JAM-HMI Ajak Alumni Muda HMI dan Aktivis Lihat Podcast Dokter Ali Mahsun di Kemnaker RI

Oktober 15, 2026
Dari Perda ke Aksi Nyata, Front Syarikat Islam Indonesia Dorong Kolaborasi Pemuda dalam Pariwisata Sukabumi

Dari Perda ke Aksi Nyata, Front Syarikat Islam Indonesia Dorong Kolaborasi Pemuda dalam Pariwisata Sukabumi

Oktober 15, 2026
Menemukan Arah Baru Politik Umat, Sambutan Wakil Ketua DPD RI Sekaligus Mantan Ketum PB HMI Tamsil Linrung Atas Sebuah Buku Karya Nunu A. Hamijaya

Menemukan Arah Baru Politik Umat, Sambutan Wakil Ketua DPD RI Sekaligus Mantan Ketum PB HMI Tamsil Linrung Atas Sebuah Buku Karya Nunu A. Hamijaya

Oktober 19, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak