Sambil Bangga Dengan Kinerja Kapolda Sulsel Buka Lapangan Kerja Atasi Kriminalitas, Wakil Ketua DPD-RI Tamsil Linrung Berikan Buku Karyanya Sendiri Tentang Langkah Asta Cita Prabowo
Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPD-RI Tamsil Linrung Berikan Buku Karyanya Sendiri Tentang Langkah Asta Cita Prabowo kepada Kapolda Sulsel
Polda Sulawesi Selatan mencoba terobosan baru menekan tawuran dan kenakalan remaja: menggandeng korporasi untuk menyediakan lapangan kerja. Sebuah pendekatan yang dipuji Senayan, meski ujian efektivitasnya masih membentang di depan.
MAKASSAR — Ruang kerja Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Selasa pagi, 20 Oktober 2026, tak cuma diisi perbincangan rutin soal peta kerawanan wilayah. Di hadapan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung, Inspektur Jenderal M. Awal Chairuddin melontarkan formula yang terbilang tak biasa bagi seorang jenderal polisi bintang dua.
Bagi Awal, meredam gejolak geng motor, bentrokan antarkelompok, hingga belitan narkoba yang kerap menghantui sudut-sudut Kota Daeng tak bisa lagi sekadar mengandalkan gertakan sirine mobil patroli atau jeruji besi. Akar persoalannya kerap kali bermula dari perut yang lapar dan energi muda yang tersumbat tanpa penyaluran.
"Kita harus tegas dalam bertindak, tapi di samping itu harus disiapkan lapangan pekerjaan," ujar Awal Chairuddin di hadapan rombongan DPD RI. Logikanya sederhana: tanpa wadah yang jelas, daya hidup dan kreativitas anak muda rentan tergelincir ke lorong-lorong kriminalitas.
Langkah konkret pun dirancang. Polda Sulsel mulai menjalin komunikasi dengan raksasa bisnis lokal, Kalla Group. Sasarannya: membuka ruang kerja nyata bagi para pemuda yang rentan terjerat kenakalan jalanan, mulai dari sektor proyek konstruksi hingga unit-unit usaha siap kerja lainnya. Energi yang semula tersalurkan untuk tawuran dicoba dialihkan menjadi keringat pembangunan.
Pendekatan soft power yang dipadukan dengan ketegasan hukum ini mendapat sambutan hangat dari Tamsil Linrung. Senator asal Sulawesi Selatan yang sedang melakoni agenda reses itu menilai, tingginya angka kriminalitas di daerah kerap menjadi cermin dari lesunya roda perekonomian bawah.
"Kalau lapangan kerja terbuka, energi anak muda punya tujuan. Kalau energi itu tidak punya jalan, rentan jadi kriminalitas," kata Tamsil. Bagi mantan politikus Senayan ini, membuka ruang kerja bukan lagi sekadar urusan dinas tenaga kerja, melainkan bagian integral dari strategi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Tamsil menyertakan pesannya dalam bingkai yang lebih luas. Ia mendorong agar gairah program pembangunan nasional—sebagaimana tertuang dalam program Asta Cita pemerintah—disosialisasikan sejajar dengan Empat Pilar Kebangsaan. "Empat Pilar menjaga fondasi kebangsaan kita, Asta Cita menunjukkan arah pembangunannya. Keduanya harus sampai ke masyarakat agar rakyat paham ke mana negeri ini bergerak," tutur Tamsil, disaksikan jajaran pejabat utama Polda Sulsel serta tim ahli pimpinan DPD.
Gagasan merangkul dunia usaha untuk menjinakkan potensi kejahatan jalanan kini menjadi eksperimen menarik di Sulawesi Selatan. Tantangannya kini bergeser: sejauh mana sinergi antara korps baju cokelat dan korporasi ini mampu menyerap ribuan pemuda di lorong-lorong Makassar, sebelum energi mereka kembali pecah di jalanan.


Posting Komentar