Ning Lia Kirim Karangan Bunga Ke Muswil Nasyiatul Aisyiyah: Sinyal Merangkul Tanpa Sekat
Ning Lia Kirim Karangan Bunga Ke Muswil Nasyiatul Aisyiyah: Sinyal Merangkul Tanpa Sekat
SURABAYA — Deretan papan bunga berjejer rapi di area pelaksanaan Musyawarwaha Wilayah (Muswil) ke-13 Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur yang berlangsung meriah di Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Di antara rimbun kelopak dan pita hiasan, perhatian para peserta tertuju pada sebuah papan bunga megah berlatar hijau dan emas bertuliskan: "Selamat & Sukses atas Dilaksanakannya Musyawarwaha Wilayah (Muswil) ke-13 Nasyiatul Aisyiyah — Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I, Anggota MPR/DPD RI Jawa Timur."
Bagi sebagian orang, itu mungkin sekadar karangan bunga formalitas pejabat publik. Namun bagi pengamat dinamika pergerakan pemuda dan organisasi keagamaan di Jawa Timur, gestur politik-sosial yang ditunjukkan senator yang akrab disapa "Ning Lia" tersebut menyimpan pesan diplomasi inklusif yang kuat.
Apresiasi pun mengalir dari luar lingkaran Muhammadiyah. Koordinator Jaringan Alumni Muda HMI, Abdullah Amas, memuji perhatian dan kepedulian Ning Lia terhadap agenda krusial organisasi otonom putri Muhammadiyah tersebut.
"Ning Lia turut menggembirakan syiar Muswil Nasyiatul Aisyiyah," kata Abdullah Amas. According to Amas, aksi ini bukan sekadar menghadiri atau menyapa secara formal, melainkan bukti nyata komitmen Ning Lia dalam mendukung kiprah perempuan di panggung gerakan sosial dan keagamaan.
Lebih jauh, Amas menilai bahwa Ning Lia mewakili potret kepemimpinan perempuan yang melintas batas identitas. "Beliau merupakan sosok garda terdepan organisasi perempuan dari warna apapun," tegasnya.
Melintasi Sekat, Merangkul Syiar
Gestur Ning Lia mengirimkan ucapan selamat ke Muswil Nasyiatul Aisyiyah menegaskan karakternya yang cair. Sebagai figur yang berakar kuat dari tradisi Nahdliyin, kejelian dan keterbukaannya dalam merangkul elemen pemudi Muhammadiyah menjadi angin segar di tengah kerapnya polarisasi ormas.
Nasyiatul Aisyiyah (NA), sebagai wadah kaderisasi perempuan muda Muhammadiyah, tengah memantapkan gerak langkah kepemimpinannya dalam Muswil ke-13. Hadirnya perhatian dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur ini menjadi penguat bahwa isu-isu pemberdayaan perempuan, kepemimpinan muda, dan penguatan peran sosial keagamaan adalah agenda bersama yang tak mengenal batasan baju atau bendera.
Karangan bunga itu mungkin akan layu dalam hitungan hari. Namun, pesan persatuan dan dukungan bagi gerakan perempuan yang dikirimkan Ning Lia di Ponorogo tersebut memberikan resonansi yang bertahan lama di panggung aktivisme Jawa Timur.


Posting Komentar