Menikmati Kebhinekaan Bersama Staf Khusus Menteri Agama Aa Gugum Gumilar Dan Ikon Gen-Z Jabar Vera Novia
Keterangan Gambar : Staf Khusus Menteri Agama Aa Gugum Gumilar dan Ikon Gen-Z Jabar Vera Novia
Jawa Barat-Vera Novia menegaskan bahwa kebhinekaan harus dinikmati di alam demokrasi. "Ketika kita masuk ke alam demokrasi maka konsekuensinya kebhinekaan otomatis masuk didalamnya"ujar Vera Novia yang juga dikenal jago silat ini
Vera Novia memuji sosok Aa Gugun Gumelar yang cara terbuka penyampaian ke publik mengenai langkah-langkah kementerian agama terbaru dengan amat runtut dan jelas.
Jurus Komunikasi Sang Staf Khusus
Di mata Vera, gaya keterbukaan informasi yang diusung Kementerian Agama belakangan ini patut diacungi jempol. Ia secara khusus memuji cara Aa Gugun Gumilar menyampaikan kebijakan-kebijakan terbaru instansinya ke hadapan publik. Narasi yang disampaikan dinilai tidak kaku, runtut, dan mudah dicerna oleh generasi muda
Vera Novia, Aktivis Gen-Z Jawa Barat ini tak hanya mahir berolah pikir di panggung organisasi, tetapi juga piawai berolah jurus di atas gelanggang pencak silat
memahami betul betapa krusialnya peran tata kelola keagamaan negara.
Menjaga harmoni di negeri berpenduduk lebih dari 270 juta jiwa jelas bukan perkara mudah. Kementerian Agama memikul mandat ganda: merawat nalar keagamaan sekaligus mengukuhkan simpul kebangsaan.
"Kementerian Agama memiliki tugas mulia dalam membawa kebhinekaan dan kehidupan religius bangsa secara lebih apik," kata Vera yang juga dikenal sebagai Wakil Ketua Umum DPP Aliansi Pemuda Nasional (APN)sekaligus Ketua DPW APN Jawa Barat itu.
Disisi lain, Vera juga dengan jernih melihat dilapangan terhadap kenyataan di lapangan. Peran yang diampu oleh Staf Khusus Menag seperti Aa Gugun Gumilar adalah tanggung jawab yang teramat berat sekaligus strategis
Bagi generasi muda seperti Vera Novia dan Gen-Z Jawa Barat, keberadaan figur-figur muda di lingkaran pembuat kebijakan diharapkan mampu menjadi jembatan yang kokoh. Kebhinekaan tidak lagi sekadar jargon manis di atas kertas, melainkan napas hidup yang dinikmati bersama di bawah naungan demokrasi.


Posting Komentar