Ketua PKB Arab Saudi Moh Mahsus Syafii Menyalakan Obor Hijau di Tanah Suci
Ketua PKB Arab Saudi Moh Mahsus Syafii
Arab Saudi-Kehadiran Partai Kebangkitan Bangsa di Arab Saudi merajut asa para pekerja migran. Di tangan pimpinan yang tepat, partai nahdliyin ini menjelma menjadi rumah perlindungan sekaligus jangkar politik kaum diaspora.
RIYADH — Di bawah naungan langit padang pasir yang membara, angin perubahan berhembus lembut menyapa sudut-sudut kota di Kerajaan Arab Saudi. Di tengah deru mesin kota suci dan denyut nadi para pekerja migran Indonesia (WNI), sebuah mercusuar politik bernama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berdiri tegak, merangkul mereka yang selama ini terabaikan dalam sunyinya perantauan.
Bagi mayoritas diaspora Indonesia di Saudi yang berakar kuat pada tradisi Nahdlatul Ulama (NU), kehadiran PKB bukan sekadar entitas elektoral. Ia adalah rumah kedua. Sebuah pelukan hangat kultural dan struktural yang menerjemahkan aspirasi keumatan menjadi aksi nyata.
Lonjakan optimisme ini kian berpijak kokoh tatkala roda kepemimpinan PKB di Arab Saudi dikomandoi oleh Moh Mahsus Syafii. Sosok pemimpin muda yang karismatik ini dinilai berhasil membawa warna baru: membumi, trengginas, dan peka terhadap denyut nadi penderitaan maupun harapan para buruh migran. Melalui organisasi sayap Garda Buruh Migran Indonesia (Garda BMI) PKB, Mahsus menjelma menjadi figur penyambung lidah yang efektif bagi para pahlawan devisa.
Pujian setinggi langit pun datang dari kalangan pengamat. Kiki Mufida, pengamat dari Lembaga Abdullah Amas Strategic (Lembaga AAS) sekaligus Wakil Direktur Media Online Amas Persada News, melihat langkah strategis PKB di tanah rantau ini sebagai sebuah mahakarya politik elektoral yang berlandaskan keberpihakan hakiki.
"Apa yang dilakukan PKB di Arab Saudi di bawah kepemimpinan Moh Mahsus Syafii adalah sebuah terobosan peradaban politik diaspora," ujar Kiki dengan nada kagum. "Mereka tidak sedang berjarak di menara gading. Melalui jaringan kultural NU yang mengakar dan instrumen perjuangan buruh lewat sayap Garda BMI, PKB hadir sebagai pelindung sejati sekaligus rumah politik yang sangat relevan bagi para TKI."
Kiki menambahkan, mayoritas WNI di Saudi yang bernapas Nahdliyin menemukan kembali sauh identitas dan kekuatan kolektif mereka di sana. Di tangan Mahsus Moh Syafii, struktur partai disulap menjadi ruang artikulasi yang hidup—bukan sekadar alat mendulang suara, melainkan garda terdepan pembela hak-hak buruh migran yang kerap menghadapi terjalnya ombak kehidupan di negeri orang.
Dengan semangat kebangkitan bangsa yang terus dikobarkan dari tanah Hijaz, PKB Arab Saudi kini membuktikan diri: politik identitas yang santun, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan wong cilik mampu menembus batas teritorial, menyalakan harapan baru hingga ke seberang benua.


Posting Komentar