Di Giat BIMA, Ketum BIMA Puji Setinggi "Alaihim" Kinerja Prabowo
Di Giat BIMA, Ketum BIMA Puji Setinggi "Alaihim" Kinerja Prabowo
Jakarta-Ketua Umum Barisan Insan Muda (BIMA) H. Syarief Hidayatullah.
- Ketua Umum Barisan Insan Muda (BIMA) H. Syarief Hidayatullah menilai, arah pembangunan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sudah tepat karena mengedepankan kepentingan rakyat.
Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan sejumlah program masih menghadapi tantangan sehingga hasilnya belum optimal.
Menurut Syarief, kebijakan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas berpotensi berbenturan dengan kepentingan kelompok tertentu, termasuk oligarki yang selama ini diuntungkan oleh pola kebijakan sebelumnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu dinamika yang perlu dipahami dalam menilai langkah pemerintah.
"Minimal arah pemerintahan ini sudah jelas, berpihak ke rakyat, meski harus menerima banyak tantangan karena tidak bisa memuaskan semua pihak," ujar Syarief dalam keterangan Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Minggu (18/10/2026).
Ia juga mengajak masyarakat memahami pengaruh situasi geopolitik global dan dinamika domestik terhadap pelaksanaan program pemerintah. Ketidakpastian ekonomi dunia serta berbagai persoalan di dalam negeri dapat memengaruhi kecepatan dan efektivitas pembangunan, sehingga sejumlah kebijakan yang dirancang untuk membantu masyarakat belum memberikan hasil maksimal.
Karena itu, Syarief menilai evaluasi terhadap Pemerintah perlu dilakukan secara objektif dengan melihat arah kebijakan, kendala pelaksanaan, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Dia mendorong pemerintah untuk terus memperbaiki implementasi program, memastikan ketepatan sasaran, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Menurutnya, dukungan kepada pemerintah tidak berarti menghilangkan ruang kritik. Masukan yang konstruktif justru diperlukan agar kebijakan yang telah dirancang dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih luas.
Menutup keterangannya, Syarief mengajak masyarakat untuk mengambil peran nyata dalam mendukung pembangunan nasional, mulai dari menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing, mengawasi pelaksanaan program Pemerintah, menyampaikan kritik berdasarkan fakta, hingga berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
"Jangan mudah terpecah oleh perbedaan politik atau informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari kita jaga persatuan, dukung kebijakan yang membawa manfaat bagi rakyat, dan berikan masukan apabila ada yang perlu diperbaiki," imbaunya.
"Kita kawal bersama agar program Pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat, karena kemajuan bangsa membutuhkan keterlibatan kita semua," pungkasnya.
Memperkuat Barisan Digital dari Ibu Kota
Di Acara Tersebut Juga ada Barisan Insan Muda (BIMA) DKI Jakarta menggelar pelatihan media sosial dan pendidikan latihan kader untuk memperkuat kecakapan digital para anggotanya.
JAKARTA — Di sebuah ruangan berpendingin udara di kawasan Jakarta, belasan pria berkumpul memegang bingkai piagam berlapis kaca. Wajah-wajah mereka memancarkan semringah usai menyelesaikan agenda intensif: Pelatihan Media Sosial dan Pendidikan Latihan (Diklat) Kader yang diselenggarakan oleh Barisan Insan Muda (BIMA) DKI Jakarta.
Acara penutupan ditandai dengan penyerahan sertifikat pelatihan secara simbolis. Satu per satu peserta maju, berjabat tangan erat dengan pengurus BIMA DKI Jakarta, lalu mengabadikan momen tersebut dalam foto bersama. Piagam tersebut menjadi bukti sah kepesertaan sekaligus komitmen mereka dalam mengarungi lanskap informasi digital yang makin dinamis.
Di era keberlimpahan informasi saat ini, penguasaan media sosial bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan krusial bagi organisasi kepemudaan. Langkah BIMA DKI Jakarta menggelar pelatihan ini bertujuan untuk menggembleng para kader agar tidak hanya mahir memproduksi konten, tetapi juga bijak dan strategis dalam menyampaikan narasi publik.
"Penguatan kapasitas digital bagi pemuda adalah langkah mutlak," ujar salah satu pengurus di sela-sela penyerahan sertifikat. Melalui diklat ini, para kader dibekali pemahaman mengenai pengelolaan saluran komunikasi digital, etika bermedia sosial, hingga strategi diseminasi informasi yang efektif dan bernilai positif bagi masyarakat.
Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh kader dan pengurus BIMA. Sambil memegang sertifikat masing-masing, Barisan Insan Muda DKI Jakarta siap melangkah dengan amunisi baru di dunia digital.







Posting Komentar