Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Hukum ATUM Institute Ungkap Peran Terpuji Pribadi Prabowo Dan Prof. Yusril Dibalik Sikap Pemerintah Tidak Akan Beri Izin Pertunjukan Musik Israel Houghton di Indonesia
Hukum

ATUM Institute Ungkap Peran Terpuji Pribadi Prabowo Dan Prof. Yusril Dibalik Sikap Pemerintah Tidak Akan Beri Izin Pertunjukan Musik Israel Houghton di Indonesia

Redaksi APN
Redaksi APN
05 Okt, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Jakarta-Amas Persada News- ATUM Institute Ungkap  Peran Terpuji Pribadi Prabowo Dan Prof. Yusril Dibalik Sikap Pemerintah Tidak Akan Beri Izin Pertunjukan Musik Israel Houghton di Indonesia

Hal ini disampaikan oleh ATUM Institute melalui Direktur Eksekutif ATUM Institute Abdullah Amas

"Bagi ATUM Institute, apa yang diperlihatkan pemerintah hari ini bukanlah sekadar kebijakan administratif penolakan izin keramaian"ujar Abdullah Amas

 Lebih dari itu, langkah tersebut adalah pengejawantahan dari api semangat para pendiri bangsa, terkhusus Bung Karno. Semangat itu berakar pada komitmen abadi Indonesia untuk terus berdiri di bawah panji-panji perdamaian dunia serta menolak segala bentuk ketidakadilan yang mencederai nurani umat manusia.

Di tengah dunia yang kerap gamang menghadapi polarisasi global, keputusan Jakarta mengirimkan pesan telak: konstitusi dan keberpihakan terhadap kemanusiaan di atas segalanya.


Seperti diberitakan, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan pemerintah tidak akan mengizinkan rencana pertunjukan musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup musik Israel & New Breed di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Yusril setelah melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait rencana pertunjukan bertajuk ‘Til The Whole World Knows Tour 2026’. Pertunjukan tersebut sebelumnya diberitakan akan digelar di Jakarta pada 24 Oktober 2026 di Graha Pengharapan dan telah menimbulkan perhatian serta penolakan dari sejumlah elemen masyarakat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga meminta pemerintah dan aparat terkait memastikan agar kegiatan tersebut tidak dimanfaatkan sebagai sarana propaganda yang bertentangan dengan posisi Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.

“Setelah kami melakukan koordinasi dan mempertimbangkan aspek keamanan dalam negeri serta komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, kami berpandangan bahwa kegiatan apa pun yang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk merugikan perjuangan rakyat Palestina tidak akan diperkenankan diselenggarakan di Indonesia,” ujar Yusril.

Yusril mengatakan, dalam mempertimbangkan rencana kegiatan tersebut, pemerintah juga memperhatikan pernyataan publik Israel Houghton terkait Israel yang pernah disampaikannya pada Oktober 2023.

“Kami mengetahui adanya pernyataan publik Israel Houghton pada Oktober 2023 yang menyatakan ‘I stand with Israel’. Pernyataan tersebut tentu menjadi salah satu hal yang kami pertimbangkan dalam melihat sensitivitas kegiatan ini, khususnya dalam konteks komitmen Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina,” kata Yusril.

Namun, Yusril menegaskan bahwa pemerintah tidak mempersoalkan keyakinan keagamaan Israel Houghton maupun latar belakangnya sebagai musisi lagu rohani.

“Pemerintah tidak dalam posisi menilai keyakinan keagamaan seseorang. Yang menjadi perhatian pemerintah adalah jangan sampai kegiatan apa pun di Indonesia dimanfaatkan untuk kepentingan propaganda politik yang bertentangan dengan kebijakan luar negeri dan komitmen Pemerintah Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina,” tegas Yusril.

Yusril mengatakan, Kemenko Kumham Imipas telah berkoordinasi dengan Kemenko Polkam, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Kebudayaan, serta Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dalam koordinasi tersebut, Polri melalui Polda Metro Jaya menegaskan bahwa, dengan mempertimbangkan keamanan dan ketertiban masyarakat serta untuk mencegah timbulnya gejolak, pertunjukan musik tersebut tidak akan mendapatkan izin.


“Jadi, dari sisi perizinan kegiatan, pertunjukan itu tidak akan mendapatkan izin dari Kepolisian. Pemerintah tentu harus mempertimbangkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat secara keseluruhan,” katanya.

Meski demikian, Yusril menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada permohonan resmi penyelenggaraan pertunjukan tersebut yang diajukan kepada Kepolisian, baik oleh panitia maupun event organizer.

“Yang juga agak mengherankan bagi saya adalah bagaimana tiket sudah dijual secara online, sementara izin untuk menyelenggarakan pertunjukannya sendiri belum ada,” ujar Yusril.

Informasi mengenai rencana pertunjukan tersebut telah beredar melalui berbagai kanal promosi dan platform penjualan tiket. Kanal promosi terkait ‘Til The Whole World Knows Tour 2026’ juga telah beredar di media sosial.

Dari sisi keimigrasian, Yusril memastikan bahwa sampai saat ini Israel Houghton belum mengajukan permohonan visa untuk datang ke Indonesia dalam rangka pertunjukan tersebut.

“Memang sampai sekarang yang bersangkutan belum mengajukan permohonan visa. Tetapi kalau permohonan itu diajukan untuk keperluan pertunjukan tersebut, kami tidak akan menerbitkan visanya, karena kegiatan pertunjukannya sendiri tidak mendapatkan izin dari Kepolisian,” kata Yusril.

Yusril menjelaskan, Israel Houghton dan grup musiknya juga tidak dapat menggunakan visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival) untuk tujuan menyelenggarakan atau tampil dalam pertunjukan musik.

“Kalau tujuannya melakukan pertunjukan musik, tentu harus menggunakan visa sesuai dengan maksud dan tujuan kedatangannya. Tidak mungkin datang dengan visa kunjungan wisata untuk kemudian melakukan pertunjukan,” ujarnya.

Menurut Yusril, kebijakan keimigrasian pemerintah akan sejalan dengan keputusan terkait perizinan kegiatan tersebut.

“Karena pertunjukan itu tidak akan mendapatkan izin dari Kepolisian, maka Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga tidak akan menerbitkan visa kepada yang bersangkutan untuk tujuan tersebut,” tegasnya.

Yusril menegaskan, kebijakan tersebut bukan dimaksudkan untuk membatasi kegiatan seni dan musik, melainkan merupakan langkah pemerintah untuk menjaga keamanan dalam negeri sekaligus memastikan wilayah Indonesia tidak dimanfaatkan untuk kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum ataupun bertentangan dengan komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan dan perjuangan rakyat Palestina.

“Pemerintah menghormati kegiatan seni dan kebebasan berekspresi. Namun, kebebasan tersebut tentu harus berjalan dengan tetap memperhatikan keamanan, ketertiban umum, serta kepentingan nasional Indonesia,” pungkas Yusril.


 




 

Via Hukum
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Senyum Dan Suara PKL Diperjuangkan Dua Pejuang Cita-Cita Kaum PKL : Wakil Ketua DPR-RI Prof. Sufmi Dasco Dan Ketua Umum DPP APKLI Merah Putih Dokter Ali Mahsun

Redaksi APN- Oktober 06, 2026 0
Senyum Dan Suara PKL Diperjuangkan Dua Pejuang Cita-Cita Kaum PKL : Wakil Ketua DPR-RI Prof. Sufmi Dasco Dan Ketua Umum DPP APKLI Merah Putih Dokter Ali Mahsun
Keterangan Gambar : 2 September 2026, DPP APKLI Merah Putih disambut Pimpinan MPR dan DPR-RI diantaranya turut menyambut Wakil Ketua DPR-RI Prof.Sufmi Dasc…

Berita Populer

Pujian Pada APKLI Merah Putih Di Hari Kesaktian PANCASILA 1 OKTOBER 2026, JAM-HMI Sebut APKLI Merah Putih Pejuang Pancasila Sejati

Pujian Pada APKLI Merah Putih Di Hari Kesaktian PANCASILA 1 OKTOBER 2026, JAM-HMI Sebut APKLI Merah Putih Pejuang Pancasila Sejati

Oktober 01, 2026
Catatan Pekan Merah Putih: HUT Prabowo Dan Prof. Sufmi Dasco Nantikan Kado Oktober Kata Dokter Ali Mahsun

Catatan Pekan Merah Putih: HUT Prabowo Dan Prof. Sufmi Dasco Nantikan Kado Oktober Kata Dokter Ali Mahsun

Oktober 05, 2026
HUT DPD-RI, Ning Lia Disebut Lingkar Kajian Pemerhati DPD-RI (LKP-DPD RI) Dan JAM-HMI  Sebagai Salah Satu Pelopor Terdongkraknya Citra Positif DPD-RI

HUT DPD-RI, Ning Lia Disebut Lingkar Kajian Pemerhati DPD-RI (LKP-DPD RI) Dan JAM-HMI Sebagai Salah Satu Pelopor Terdongkraknya Citra Positif DPD-RI

Oktober 01, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024
Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Desember 05, 2024
Di Aceh, Wagub Dan Kadis Kesehatan Kaltim Temui Helper Muhammad Qasim

Di Aceh, Wagub Dan Kadis Kesehatan Kaltim Temui Helper Muhammad Qasim

April 23, 2026

Trending News

Pujian Pada APKLI Merah Putih Di Hari Kesaktian PANCASILA 1 OKTOBER 2026, JAM-HMI Sebut APKLI Merah Putih Pejuang Pancasila Sejati

Pujian Pada APKLI Merah Putih Di Hari Kesaktian PANCASILA 1 OKTOBER 2026, JAM-HMI Sebut APKLI Merah Putih Pejuang Pancasila Sejati

Oktober 01, 2026
Catatan Pekan Merah Putih: HUT Prabowo Dan Prof. Sufmi Dasco Nantikan Kado Oktober Kata Dokter Ali Mahsun

Catatan Pekan Merah Putih: HUT Prabowo Dan Prof. Sufmi Dasco Nantikan Kado Oktober Kata Dokter Ali Mahsun

Oktober 05, 2026
HUT DPD-RI, Ning Lia Disebut Lingkar Kajian Pemerhati DPD-RI (LKP-DPD RI) Dan JAM-HMI  Sebagai Salah Satu Pelopor Terdongkraknya Citra Positif DPD-RI

HUT DPD-RI, Ning Lia Disebut Lingkar Kajian Pemerhati DPD-RI (LKP-DPD RI) Dan JAM-HMI Sebagai Salah Satu Pelopor Terdongkraknya Citra Positif DPD-RI

Oktober 01, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak