Ternyata Alumni HMI, Ini Jawaban Bupati Sitobondo Mas Rio Kala Ditawari Maju Pilgub Jatim
Mas Rio: Saya Dididik Kiai Kholil As’ad untuk Tidak Mengejar Jabatan Politik
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengakui banyaknya dukungan warganet yang mendorong dirinya maju dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur. Dukungan itu terutama ia rasakan saat melakukan siaran langsung melalui TikTok.
“Memang saya merasakan betul ketika live TikTok, ketika baca komentar-komentar. Banyak sekali yang menginginkan ke arah sana,” kata Rio, Selasa (22/9/2026).
Rio menghargai dukungan tersebut sebagai bentuk apresiasi masyarakat atas apa yang telah dikerjakan selama memimpin Situbondo.
“Ini semacam penghargaan buat saya dan apresiasi atas apa yang kami kerjakan,” ujarnya.
Di tengah dukungan tersebut, Rio menegaskan dirinya memegang teguh ajaran KH Kholil As’ad Syamsul Arifin, pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo. Ia mengaku dididik untuk tidak memiliki niat mengejar jabatan politik.
“Saya dibentuk, diajari, dididik oleh Kiai Kholil As’ad untuk tidak punya niat di dalam mencari jabatan politik,” tegasnya.
Rio pun menyerahkan perjalanan politiknya kepada sang kiai. Ia mengaku tidak pernah menata diri secara politis untuk menjadi bupati dua periode, gubernur, maupun wakil gubernur.
“Saya sama sekali tidak pernah menge-set diri saya secara politis untuk menjadi Bupati Situbondo dua periode, menjadi gubernur, atau wakil gubernur. Saya cuma melakukan,” katanya.
Bahkan, Rio mengaku siap menjalankan apa pun yang menjadi keputusan KH Kholil As’ad.
“Bahkan sekarang pun kalau saya disuruh berhenti jadi bupati, saya lakukan dengan tulus ikhlas,” ujarnya.
Prinsip tersebut, kata Rio, membuat dirinya tetap menjalani keseharian tanpa mengubah gaya hidup demi membangun citra politik.
“Anda tahulah keseharian saya sebelum jadi bupati. Setelah jadi bupati rasa-rasanya enggak pernah berubah,” pungkas mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut.
#masrio #situbondonaikkelas #kabarsitubondo #situbondo
Berdasarkan temuan ARCI, Emil Dardak menempati urutan teratas dengan tingkat keterpilihan mencapai 32,1 persen. Sementara Lia Istifhama menempel di posisi kedua dengan 17,5 persen, mengungguli Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang memperoleh 10,3 persen.
Di papan tengah dan bawah, elektabilitas secara berurutan diisi oleh Bupati Sumenep Ahmad Fauzi (7,7%), Bupati Jember Muhammad Fawait (5,8%), Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin (5,2%), Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (4,1%), Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky (3,9%), serta Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pratama (2,1%). Adapun 7,1 persen responden memilih nama lain dan 4,2 persen sisanya belum menentukan sikap
Nama Rio belum masuk survey namun selain nama Rio ada sejumlah nama yang mulai merengsek maju di bursa Pilgub Jatim diantaranya Lisdyarita (Bupati Ponorogo) dan Abdullah Amas



Posting Komentar